Tak Hanya Motor Yang Perlu Dirawat, Helm Juga. (Foto: Shutterstock)
Dream – Helm menjadi “ kebutuhan pokok” bagi pengendara motor. Helm yang dipilih dan dirawat dengan benar, akan membuat pengendara sepeda motor merasa lebih nyaman ketika menggunakannya.
Perawatan helm perlu dilakukan agar helm bisa awet. Dengan begitu, secara otomatis, kamu bisa menghemat uang karena tak perlu membelinya kembali.
Dikutip dari Suzuki, Minggu 20 Januari 2019, merawat helm agar “ berumur panjang” ini sangat mudah. Kalau ada debu di helm, kamu bisa menyekanya terlebih dahulu. Kemudian, diberi cairan untuk membersihkan helm.
Kedua, mencucinya. Kondisi kepala orang berbeda-beda. Ini sangat berpengaruh terhadap cara menyikapinya. Ada orang yang terlalu berkeringat. Ada juga yang tidak.
Setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali, kamu bisa mencuci helm secara keseluruhan. Kalau keringat yang menempel di bagian dalam helm dibiarkan, itu akan menimbulkan banyak bakteri yang tentunya tak baik untuk kesehatan.
Dream – Helm berfungsi sebagai perangkat keselamatan dan pelindung kepala pengemudi motor. Sebagai pelindung kepala, helm tentu harus memiliki kualitas dan ketahanan helm yang terbaik.
Desain helm juga sudah dirancang dan dipikirkan sedemikian rupa oleh ahli untuk memberikan keamanan bagi pengendara ketika terjadi kecelakaan di jalan raya.
Tapi, sayangnya tak sedikit pengendara motor yang kurang memahami proses uji dan desain helm tersebut.
Belakangan cukup banyak pengendara motor yang memodifikasi tali helm dari model quick release menjadi double d ring seperti helm-helm yang dipakai oleh para pembalap MotoGP.
Dikutip dari Suzuki, Sabtu 8 Desember 2018, ada satu alasan yang sering mereka utarakan kenapa mengganti tali model sesuai dengan keinginan tersebut. Mereka mengubahnya dari yang bertipe quick release ke double d ring. Alasannya, mereka hanya merasa bosan.
Padahal, pengendara motor harus tahu bahwa modifikasi di helm tersebut tidak diperbolehkan.
Mengapa?
Kalau diganti, pemakainya tidak tahu pasti bagaimana kualitas pengerjaan dan bahan yang dipakai untuk membuat tali helm tersebut. Ingat, bahan dari pabrikan punya kualitas yang sudah lulus tes.
Risiko putus bisa terjadi pada talinya atau rivetnya. Hal seperti itu biasanya sudah diperhitungkan dengan detail oleh pabrikan helm.
Ancaman lain yang harus dihadapi mereka yang mengganti tali helmnya adalah pengguna harus menanggung akibat sendiri dari keputusannya. Tanggung jawab terhadap kegagalan tersebut tidak bisa ditimpakan kepada produsen pembuat helm. Pengerjaan modifikasi yang dilakukan bukan atau tidak atas rekomendasi pabrikan.
Mengganti tali helm memang sangat mudah dan harga yang ditawarkan penjualnya pun terbilang terjangkau. Tapi kamu harus ingat bahwa fungsi tali helm tersebut sangat krusial untuk keamanan dan sangat disarankan untuk tidak menggantinya sembarangan.(Sah)
Advertisement
AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya, Begini Penampakan Aslinya Saat Diperbesar 2.600 Kali

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?