5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ilustrasi Bus Tersesat Di Hutan. (Foto: Merdeka.com/Arie Sunaryo)
Dream - Kisah bus tersesat di tengah hutan kembali terjadi. Kali ini menimpa rombongan bus dari Banjarnegara menuju Kebumen, Jawa Tengah.
Banyak yang mengaitkan bus tersesat di tengah hutan ini dengan hal-hal berbau mistis karena dianggap sebagai kejadian yang tidak masuk akal.
Insiden bus tersesat tersebut terjadi pada Sabtu malam, 4 Januari 2020, di wilayah perbatasan Kecamatan Karanggayam, Kebumen, dan Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.
Warga desa di Kecamatan Karanggayam geger setelah melihat ada iring-iringan bus dan mobil yang tak bisa melanjutkan perjalanan di tengah jalan di dalam hutan.
Mereka merasa heran iring-iringan kendaraan besar dan kecil itu bisa tersesat hingga terjebak di dalam hutan yang jauh dari permukiman warga.
" Itu mobil rombongan, ada busnya juga, kasihan sekali," kata Rasman, Kepala Desa Duren, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara.
Perlu diketahui bahwa mereka tersesat hingga di tengah hutan bukan karena pengaruh gaib. Jalur yang mereka lalui memang sudah benar. Mereka tidak kesasar.
Jalan yang mereka lalui itu bahkan menjadi jalur alternatif terdekat yang menghubungkan Banjarnegara dan Kebumen.
Hanya saja, mereka tak bisa melanjutkan perjalanan karena jalannya rusak parah. Tidak hanya itu, mereka tersesat karena mengikuti arah yang ditunjukkan Google Maps.
Menurut Rasman, masuk dari kota Banjarnegara jalannya memang mulus hingga beberapa titik. Apalagi jalan hingga perbatasan Kecamatan Pagedongan baru selesai dibangun.
Namun, begitu sampai di Desa Giritirto, Kecamatan Karanggayam, iring-iringan kendaraan mulai mengalami masalah. Jalannya hancur, hampir sebagian besar aspalnya sudah terkelupas.
Kondisi tersebut tentu sangat membahayakan pengemudi dan para penumpang. Bahkan, ada satu titik jalan yang tebingnya longsor.
Akhirnya, rombongan kendaraan itu kembali ke Banjarnegara untuk mencari jalur alternatif lain ke Kebumen.
Padahal, mereka sudah menempuh jarak sekitar 25 kilometer dari Kota Banjarnegara hingga di perbatasan.
Rasman mengatakan, bukan kali ini saja kasus kendaraan tersesat di dalam hutan terjadi. Beberapa kali kendaraan dari arah Yogjakarta atau Kebumen juga mengalami kejadian yang sama.
Menurut Rasman, biasanya para pengemudi kendaraan mengikuti petunjuk Google Maps yang merekomendasikan mereka untuk lewat jalur alternatif melalui Desa Giritirto.
" Ini kan jalur terdekat dari kota Kebumen ke kota Banjarnegara. Makanya Google Maps arahkan lewat sini," pungkas Rasman.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?