Kena Tilang Elektronik? Begini Cara Mengurusnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 6 November 2018 13:44
Kena Tilang Elektronik? Begini Cara Mengurusnya
Tilang elektronik mulai berlaku awal bulan ini.

Dream – Tilang elektronik dengan CCTV atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) telah berlaku per 1 November 2018. Pelanggar lalu lintas akan terekam CCTV dan polisi akan memverifikasi kendaraannya untuk menetapkan sanksi.

Nah, kalau kamu sudah terkena tilang elektronik ini, bagaimana cara mengurusnya?

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 6 November 2018, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusuf, mengatakan tahap pertama mekanisme tilang elektronik ini adalah polisi memverifikasi kendaraan yang tertangkap kamera CCTV.

Setelah verifikasi, polisi mengirimkan surat konfirmasi bersama foto bukti pelanggaran, apakah pelanggaran dilakukan oleh pemilik kendaraan itu atau bukan.

Setelah menerima surat konfirmasi dari petugas, pelanggar harus melakukan konfirmasi melalui www.etle-pmj.info apakah dia melanggar lalu lintas atau tidak. Pelanggar diberi waktu lima hari untuk melakukan konfirmasi.

“ Kalau memang tidak benar, ada respons dari pemilik kendaraan itu bahwa ‘Oh, ya, memang benar saya’ (atau) ‘Bukan saya’, sehingga kami mengirim tilangnya nanti sesuai siapa yang melanggar,” kata dia di Jakarta.

Yusuf mengatakan ada kode pembayaran virtual melalui PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero). Denda tilangnya dibayar melalui bank dan tidak akan mengikuti sidang. Dengan begitu, masalah selesai.

“ Kalau belum (bayar), berarti nanti ada pemblokiran,” kata dia.

Kalau pelanggar mau sidang karena merasa tidak bersalah, ada waktu tujuh hari, kata Yusuf.

(Sumber: Liputan6.com/Arief Aszhari)

1 dari 3 halaman

1 November, e-Tilang Berlaku di Lokasi Ini

Dream - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mulai melakukan penindakan terhadap pada pelanggar aturan lalu lintas yang tertangkap CCTV sistem Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) pada 1 November 2018. Hal ini seiring dengan berakhirnya masa uji coba sistem tersebut.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, mengatakan pihaknya telah menggelar sosialisasi penerapan E-TLE mulai 1 Oktober. Sedangkan pada 1 November nanti tindakan diberlakukan di sepanjang Jalan MH Thamrin-Sudirman.

" Tujua (sosialisasi) supaya nanti mengetahui proses E-TLE ini akan berlangsung pada tanggal 1 November sudah dilaksanakan penindakan," kata Yusuf, Senin 15 Oktober 2018.

Yusuf menuturkan sistem ini akan merekam seluruh jenis kendaraan. Baik itu kendaraan Polisi, TNI, kendaraan dinas pemerintah dan kendaraan pribadi.

" Mobil dinas sama semuanya pasti ditindak tapi penindaknya kalau Polri ada Propam. Propam yang suruh nindak, kita kasih datanya seperti ini," ujar dia.

Hingga kini, Polisi terus menyempurnakan sistem E-TLE agar tidak mengalami kendala saat penerapan. Sejauh ini, kata Yusuf, belum ada kendala teknis berarti yang dijumpai.

" Kalau kendala teknis sedikit paling masalah listrik. Tapi untuk jaringan di sini tidak ada kendala," kata Yusuf.

Terkait dengan kendaraan yang sudah dibeli namun belum dibalik nama, Yusuf berharap pemilik kendaraan atau penjual segera melapor ke Samsat (Sistem Administrasi Satu Atap). Sehingga jika terjadi pelanggaran tidak ada yang merasa dirugikan.

" Kalau kendaraan dipindahtangankan berarti kan mereka harus konfirmasi atau klarifikasi. Mereka harus melapor juga kepada Samsat terdekat sehingga nanti di situ bisa diubah datanya, data kendaraan tersebut," ucap dia. (ism)

2 dari 3 halaman

Taati Aturan! CCTV e-Tilang Sudah Dipasang di Lokasi yang Dirahasiakan

Dream - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengaku sudah memasang kamera CCTV menjelang pelaksanaan uji coba Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau e-tilang. Keberadaan kamera tersebut dirahasiakan oleh polisi. 

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Yusuf, memastikan kamera CCTV tersebut telah bekerja dengan baik dan terhubung dengan sistem di kantor pengendali.

" Jadi E-TLE itu sekarang satu kamera sudah dipasang lengkap dan sudah connect dengan back office yang ada di TMC," ujar Yusuf, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 26 September 2018.

Yusuf mengatakan proses selanjutnya adalah formulasi sistem. Jika semua sudah siap, Yusuf akan menyampaikannya kepada media.

 

3 dari 3 halaman

4 CCTV Bakal Standby

Rencananya, ada beberapa CCTV yang terpasang ketika masa uji coba nanti. Terkait lokasi penempatan, kata Yusuf, masih dalam pembahasan dengan beberapa lembaga terkait.

" Kita perlu survei, perlu adanya masukan dari beberapa pihak," kata dia.

Dia menjelaskan survei tersebut dimaksudkan agar pemasangan CCTV dapat efektif. Sebab, jika sampai tidak efektif, teknologi yang dipakai menjadi tidak bermanfaat.

" Makanya perlu suatu survei dulu, kira-kira yang mana prioritas, sehingga nanti di situ dapat menimbulkan efek jera kepada kepada masyarakat," kata Yusuf.

Nantinya, empat CCTV dipasang selama masa uji coba. Seluruh kamera bekerja selama 24 jam.

" Ada 4 titik. Rencananya di sepanjang Jalan Sudirman-MH Thamrin dulu," ucap Yusuf.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar