Salah Pasang Busi Bisa Bahaya, Ini Teknik Mudahnya

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 25 Februari 2019 11:15
Salah Pasang Busi Bisa Bahaya, Ini Teknik Mudahnya
Pemasangan busi yang terlalu kencang akan merugikan kamu, lho.

Dream – Busi menjadi perangkat penting untuk mesin dalam berkendara. Penggantiannya harus dilakukan secara berkala agar kinerja mesin selalu prima.

Kamu bisa menggantinya di bengkel atau sendiri.

Yang perlu diingat, memasang busi tak bisa sembarangan. Kamu memerlukan teknik yang tepat agar komponen pemercik api itu bisa bekerja dengan baik.

Dikutip dari OTO.com, Senin 25 Februari 2019, Technical Support PT NGK Busi Indonesia, Diko Octavian, mengatakan, kebanyakan orang selama ini berasumsi pengencangan harus sekeras-kerasnya. Padahal anggapan seperti itu salah dan membahayaka.

Banyak masalah yang mungkin terjadi kalau pengaplikasiannya tidak tepat. Dalam kasus terlalu kencang, ulir bisa rusak sehingga nantinya sulit dilepaskan. Yang paling parah bagian itu terpisah dari metal shell dan tertinggal di mesin.

“ Kalau sudah begini jadi susah. Harus dibubut, akhirnya merusak,” jelas Diko kepada OTO.

1 dari 1 halaman

Kalau Pemasangannya Kurang Kencang?

Menurut Diko, kondisinya berbeda kalau pemasangannya kurang kencang. Dampaknya performa pembakaran menjadi tak sempurna. Sehingga berujung pada rusaknya elektroda. Hal ini disebabkan kontak komponen kecil ini dengan kepala silinder tidak mencukupi, serta timbulnya panas abnormal.

Pemasangan yang benar sebaiknya pakai kunci momen. Namun, perangkat ini harganya terbilang mahal. Kalau kamu kurang suka mengotak-atik kendaraan sendiri, mungkin berpikir dua kali untuk membelinya. Meski begitu, ada trik mudah tanpa alat khusus, yakni lewat mengukur putaran.

“ Kalau bengkelnya mampu mungkin bisa beli kunci momen. Satunya itu sekitar Rp4 jutaan. Ukurannya lima macam. Jadi totalnya Rp20 jutaan,” kata dia.

Terdapat kriteria yang harus diperhatikan sebelum memakai metode ini, yakni: kondisi dan ukuran diameter ulir. Kedua poin ini bertujuan untuk mengetahui besarnya sudut putar.

Untuk busi 18 dan 14 mm, misalnya. Jika belum pernah digunakan, maka putarannya setengah atau 180 derajat, ditambah dua pertiga (240 derajat) guna memastikan. Beda dengan yang sudah dipakai, cukup 30 derajat.

“ Sebelum dikencangkan masukkan dan puntir busi dengan tangan sampai tidak bisa lagi. Atau gunakan selang yang size-nya sama. Pastikan tidak miring karena berisiko merusak komponen,” kata dia.

Untuk yang punya luas penampang 12 dan 10 mm, putarannya juga setengah atau 180 derajat. Tidak perlu dilebihkan seperti ukuran 18 dan 14 mm.

Bagi yang telah terpakai hanya 30 derajat. Setelan ini juga berlaku buat busi berdiameter 8 mm yang pernah dirapatkan. Tetapi bagi yang baru, cukup digerakkan hingga membentuk sudut 120 derajat.

“ Indikatornya bisa dilihat dari ukuran gasket (ring). Komponen ini mengecil saat dipasang karena tertekan. Range-nya antara 1,4 mm sampai 1,6 mm,” kata dia. 

Beri Komentar
Summer Style 2019