Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Beraktivitas Di Bawah Sinar Matahari. (Source: Shutterstock)
Selain tidak menggunakan tabir surya, potensi kanker kulit bisa meningkat akibat hal ini.
Dream - Walau pasien kanker kulit di Indonesia relatif lebih sedikit dibandingkan jenis kanker lainnya, bahaya paparan sinar matahari yang menyebabkan penyakit tersebut tidak bisa diabaikan. Kamu tetap harus melakukan pencegahan, minimal dengan menggunakan tabir surya.
Kanker kulit di sejumlah negara telah menjadi salah satu penyebab kematian yang menyerang banyak orang. Terutama, di daerah tropis seperti Indonesia dan Amerika.
Selain tabir surya, upaya pencegahan lain bisa dilakukan dengan terlebih dahulu mengetahui penyebab kanker kulit. Setelah memahaminya, kamu bisa mulai melakukan berbagai cara untuk mencegah terpapar kanker kulit.
Dilansir dari Eat This, berikut kebiasaan yang bisa meningkatkan potensi penyakit tersebut.

Foto: Shutterstock
Tidak sedikit orang yang belum menggunakan tabir surya secara rutin. Padahal, perlindungan tabir surya sangat diperlukan untuk mencegah kanker kulit akibat paparan sinar UV dari matahari maupun sumber cahaya buatan.
Untuk mendapatkan perlindungan optimal, kamu juga harus mengaplikasikannya setiap 2-3 jam sekali. Pasalnya, tabir surya akan oksidasi atau menguap maupun luntur akibat keringat dan air.

Foto: Shutterstock
Selain penggunaan tabir surya, kamu juga harus menggunakan pakaian tertutup untuk mengoptimalkan perlindungan kulit terhadap sinar matahari maupun sumber cahaya buatan. Kamu pun bisa menggunakan aksesoris seperti masker, kacamata anti radiasi, sepatu, dan kaos kaki untuk menghindari paparan sinar matahari.
3. Salah Pilih Tabir Surya
Jika ingin perlindungan optimal terhadap dampak buruk sinar matahari dan sumber cahaya buatan, pilih tabir surya yang berlabel ‘broad-spectrum’, memiliki SPF minimal 30, dan PA+++. Lalu, gunakan 2 jam sekali ke seluruh permukaan kulit yang tidak terlindungi pakaian atau aksesoris.

Foto: Pexels
Paparan sinar matahari pada pukul 10 pagi hingga 4 sore sangat kuat dan berbahaya bagi kesehatan kulit. Jadi, hindarilah aktivitas di luar ruangan di waktu tersebut atau gunakan tabir surya dengan perlindungan yang cukup untuk melindungi kulitmu dari potensi kanker.
5. Terpapar Bahan Kimia Tertentu
Beberapa jenis bahan kimia seperti arsenik dan tar batubara mampu meningkatkan potensi terkena kanker kulit. Jadi jika berada di lingkungan yang penuh dengan bahan kimia tersebut, pastikan kamu menggunakan perlindungan tepat terhadap kulit maupun tubuh.