Efek Samping Waxing yang Jarang Diketahui

Reporter : Cynthia Amanda Male
Senin, 24 Februari 2020 06:45
Efek Samping Waxing yang Jarang Diketahui
Apa saja?

Dream - Waxing dianggap sebagai cara terbaik untuk menghilangkan bulu-bulu yang tidak diinginkan. Waxing akan mencabut bulu dari akarnya agar kulit tampak halus dan tidak berbulu.

Yang membuatnya jadi pilihan banyak orang adalah metode ini memudahkan kita untuk tidak perlu sering mencabut atau mencukur bulu.

Sayangnya, meski efektif waxing tetap memiliki kekurangan. Yang paling kentara adalah rasa sakit ketika bulu-bulu tercabut saat melakukan waxing.

Namun kekurangan waxing tidak sampai di situ saja. Dilansir oleh Boldsky.com, berikut efek samping melakukan waxing yang perlu diketahui.

Bulu Tumbuh ke Dalam

Selama ini banyak yang mengira bercukur adalah satu-satunya penyebab di balik bulu tumbuh ke dalam. Padahal, waxing juga bisa menyebabkan masalah yang sama. Bulu seharusnya tercabut dari akar selama waxing. Tapi, bulu terkadang patah atau tidak tercabut seluruhnya. Hal ini menyebabkan bulu tumbuh ke dalam yang bisa menyebabkan masalah.

Untuk mengatasi bulu yang tumbuh ke dalam adalah dengan melakukan eksfoliasi pada kulit. Jadi, sebelum melakukan waxing, gunakan body scrub untuk meng-eksfoliasi kulit untuk menghilangkan bulu yang tumbuh ke dalam.

 Waxing© Khidr Al-Zahrani

Kulit Memerah dan Mengalami Iritasi

Kulit memerah dan mengalami iritasi adalah hal biasa saat melakukan waxing. Meski kondisi ini bersifat sementara, tapi jika memiliki kulit sensitif, kulit merah dan iritasi ini akan menjadi masalah yang serius.

Jika memiliki kulit sensitif, lakukan tes kulit sebelum melakukan waxing. Untuk kulit normal, oleskan pelembab setelah waxing selesai. Kamu juga bisa menggunakan lidah buaya untuk menenangkan kulit. Selain itu, hindari menggunakan air panas segera setelah waxing.

1 dari 3 halaman

Kendur dan Gelap

Kulit Jadi Kendur

Salah satu masalah utama dengan waxing adalah bisa menyebabkan kulit kendur. Hal ini akibat kulit meregang atau tertarik selama waxing. Kulit kehilangan elastisitasnya akibat tarikan yang konstan hingga akhirnya menjadi kendur.

Untuk mengatasinya berikan jeda setiap kali akan melakukan waxing agar kulit bisa berisirahat. Misalnya, melakukan waxing sebulan sekali. Selain itu, jaga kulit agar tetap lembab dan mendapat nutrisi dengan baik.

 Waxing © shutterstock.com

Kulit Jadi Gelap

Peradangan yang disebabkan oleh waxing dapat menyebabkan kulit jadi gelap. Ini biasanya terjadi di daerah ketiak. Lilin panas yang dioleskan ke kulit dan tarikan yang terus menerus dapat menyebabkan kulit menghasilkan pigmen yang menyebabkan penggelapan area tersebut.

Untuk mengatasinya, tenangkan kulit dengan pelembab setelah waxing. Beberapa hari setelah waxing, eksfoliasi kulit untuk menyingkirkan sel-sel kulit mati dan kotoran.

2 dari 3 halaman

Timbul Benjolan Merah

Kulit Jadi Sensitif Terhadap Sinar Matahari

Waxing membuat kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari. Memapar kulit terhadap sinar matahari begitu selesai melakukan waxing bukanlah ide yang baik. Karena waxing menarik keluar lapisan atas kulit sehingga kulit jadi rentan mengalami rusak.

Karena itu, jangan keluar rumah setelah melakukan waxing. Tutupi kulit yang baru menjalani waxing dan oleskan tabir surya saat keluar rumah.

 Waxing © shutterstock.com

Muncul Benjolan Merah

Selain rambut tumbuh ke dalam dan kemerahan pada kulit, masalah besar lain yang akan dihadapi setelah waxing adalah benjolan merah sementara pada kulit. Untuk mengatasinya, jagalah agar kulit tetap lembab dan jangan memakai baju yang bisa mengiritasi kulit.

 

3 dari 3 halaman

Kulit Terkelupas

Meski jarang, tapi ini kadang bisa terjadi. Jika tidak dilakukan dengan hati-hati, waxing dapat menyebabkan pengelupasan pada kulit yang pada gilirannya akan meninggalkan luka parut. Ini terjadi jika lilin yang digunakan untuk waxing terlalu panas. Lilin yang terlalu panas akan membakar dan mengelupas kulit saat melepas waxing.

 Waxing © shutterstock.com

Karena itu, pastikan bahwa bahan yang dipakai untuk waxing dalam suhu yang direkomendasikan. Setidaknya jangan terlalu panas.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak