Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
Merawat Kulit. (Source: Shutterstock)
Dream - Eksfoliasi seringkali menjadi proses penting bagi perawatan kulit. Itulah sebabnya sebagian wanita kerap menggunakan eksfoliator untuk membantu mengangkat sel kulit mati serta sisa kotoran di wajah secara ekstra.
Hal tersebut bertujuan agar wajah terlihat lebih cerah dan mulus. Eksfoliator yang digunakan pun bisa berbentuk physical seperti scrub atau chemical menggunakan skincare dengan bahan aktif tertentu.
Namun, apakah proses eksfoliasi wajah dibutuhkan setiap orang? Ternyata menurut Dokter Kulit, Yessica Tania, tidak semua orang perlu melakukannya. Apalagi, jika proses pelepasan lapisan sel kulit mati atau deskuamasi masih terbilang teratur.

Foto: Shutterstock
Teraturnya proses deskuamasi dipengaruhi oleh usia, faktor lingkungan, gaya hidup, serta hormon. Pada usia tertentu, regenerasi sel kulit akan melambat dan menyebabkan kulit kusam, bertekstur, atau berjerawat.
Begitu pula ketika sering terpapar polusi, kotoran, radikal bebas, menjalani gaya hidup kurang sehat, atau mengalami ketidakstabilan hormon. Jika kulitmu mengalami hiperpigmentasi, tekstur tidak merata, kusam, serta berjerawat, Yessica menyarankan untuk melakukan eksfoliasi rutin.
Kamu bisa melakukannya dengan memakai skincare yang mengandung asam laktat, asam salisilat, asam malat, asam glikolat, dan TCA Trikloroasetat, atau melakukan perawatan kulit di klinik kecantikan, seperti mikrodermabrasi maupun resurfacing laser.
Sebagian orang juga menggunakan scrub untuk mengeksfoliasi kulit atau physical exfoliator agar bisa memberikan hasil instan. Tapi, pemakaian scrub atau alat kecantikan lainnya bisa menyebabkan iritasi maupun luka kecil pada kulit jika dilakukan dengan cara yang kurang tepat.
Sementara pemakaian chemical exfoliator, seperti toner atau produk kosmetik yang mengandung AHA, BHA, PHA, maupun kandungan lainnya bisa bekerja hingga ke lapisan kulit dalam dan memberikan manfaat lainnya meski hasilnya tidak instan. Kamu pun perlu menemukan kandungan serta produk yang sesuai untuk kulitmu.
Jadi, temukan cara mengeksfoliasi kulit paling ideal jika mengalami hiperpigmentasi, kekusaman, perubahan tekstur, serta beruntusan.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement

Aroma Parfum yang Lagi Tren Ini Ternyata Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak, Studi Ungkap Rahasianya

8 Makanan yang Bisa Redakan Ngidam Makanan Manis Lebih Baik daripada Permen, Menurut Ahli Gizi

Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan

Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya



Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini