Unik, Masker 'Ninja' Ini Diklaim Bisa Bikin Awet Muda

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 24 Desember 2020 12:00
Unik, Masker 'Ninja' Ini Diklaim Bisa Bikin Awet Muda
Pengguna dapat merasakan efek yang maksimal selayaknya melakukan operasi plastik.

Dream - Belakang ini, banyak orang yang rela merogoh kocek dalam hanya untuk melakukan operasi plastik demi mendapatkan wajah awet muda. Namun, baru-baru ini salah satu perusahaan asal Jepang mengklaim bahwa ada produk masker wajah yang murah dan bisa memberikan efek seperti operasi plastik.

Perusahaan Jepang, Ya-Man, mengklaim, masker silikon MedLift dapat membuat penggunanya tetap terlihat awet muda. Masker ini, memberi aliran listrik untuk merangsang pengencangan otot wajah.

Salah seorang jurnalis RocketNews24, Natsuki Gojo, beberapa saat lalu mencoba masker milik MedLift yang dikabarkan sangat populer di kalangan model dan selebrita Jepang.

dream© dream

1 dari 7 halaman

Merasa Puas

Menurut pengakuan Gojo, ia telah menggunakan produk itu selama kurang lebih dua minggu. Menurutnya selama pemakaian produk, ia merasa puas atas hasil yang diberikan.

Foto sebelum dan sesudah pemakaian MedLift milik Gojo, beredar di sosial media. Publik yang melihat perubahan bentuk wajah Gojo dibuat heboh.

" Jika dinyalakan dengan tingkat intensitas paling rendah, alat ini bisa sangat menyakitkan penggunanya. Tetapi jika dengan tingkat intensitas tertinggi, rasa sakit dari alat ini dapat di toleransi karena mengalahkan rasa sakit dari pisau untuk mengencangkan wajah. Bagaimanapun juga, kecantikan membutuhkan rasa sakit untuk mendapatkannya" tutur Natsuki setelah mencoba masker wajah Medlift.

2 dari 7 halaman

Kelemahan

Menurut pengakuan Natsuki, kelemahan dari penggunaan MedLift yakni penggunaan yang harus dilakukan secara berulang. Ia menuturkan, diperlukan waktu 10 menit setiap harinya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tak hanya itu, pemakaian masker silikon buatan Ya-man juga mempersulit pemakainya untuk makan, minum, menyikat gigi bahkan membuka mulut.

Masker Ya-man© Oddity Central

Disisi lain, masih menurut pengakuan Gojo, ia merasa ada perubahan pada otot wajahnya. Ia merasa pipinya naik beberapa milimeter. Selain itu, ia juga merasakan adanya perubahan pada pembengkakan di wajah dan tidak merasakan adanya otot yang kaku.

Namun dengan harga 25.000 yen (sekitar Rp3,4 juta), pengguna dapat merasakan efek yang maksimal selayaknya melakukan operasi plastik. Harga ini jauh lebih murah ketimbang prosedur kosmetik lainnya.

Sumber: Oddity Central

3 dari 7 halaman

Tampil Keren dengan Masker Medis Bermotif Batik Megamendung

Dream - Masker saat ini sudah menjadi kebutuhan utama selama pandemi Covid-19. Tak heran berbagai jenis dan motif masker bermunculan di pasaran. Masker berbahan kain yang muncul dengan motif dan bentuk unik.

Untuk meemnuhi kebutuhan masyarakat, Softies meluncurkan inovasi baru. Selama ini masker medis yang beredar di pasaran hanya polos. Tapi kini untuk menunjang penampilan muncul masker medis bermotif batik Megamendung.

" Dengan membubuhkan disain Batik Megamendung pada Softies Masker Batik, kami berharap penggunanya dapat tampil stylish saat beraktivitas di luar rumah," kata Ekayani Go, Head of Marketing PT. Softex Indonesia.

Masker Softies batik hadir dalam dua jenis, yakni daily masker dan surgical masker. Keduanya memiliki bahan yang lembut, bentuk yang pas di hidung, dan tiga lapisan filter yang mampu melindungi diri dari debu, asap, kuman, cairan, serta partikel mikro lainnya.

 

4 dari 7 halaman

Softies memastikan masker bermotif batik Megamendung tersebut sudah sesuai dan berstandar WHO dalam penanganan Covid-19.

" Pemilihan masker yang tepat sesuai fungsi kesehatan dan kenyamanan pemakainya kini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari," kata dia.

Untuk mendapatkan masker ini sudah tersebar luas di apotik dan supermarket dan harga yang dibandrol mulai dari Rp11 ribu hinga Rp12 ribu.

 

 

5 dari 7 halaman

Gandeng Istri Ridwan Kamil, Vivi Zubedi Bagikan 1000 Masker Batik Sunda

Dream - Vivi Zubedi Foundation kembali meluncurkan gerakan sosial, kali ini lewat gerakan #1000MaskeruntukJabar. Gerakan ini membagikan 1000 masker berstandar SNI dengan motif batik Sunda kepada masyarakat Jawa Barat.

Pandemi yang belum juga usai mengetuk hati Vivi Mar’i Zubedi untuk bertindak nyata menebar 1000 masker berstandar SNI bermotif batik Sunda kepada masyarakat Jawa Barat.

Founder VZF ini menggandeng Ketua Umum Dekranasda Jawa Barat, Atalia Ridwan Kamil, bersama Dompet Dhuafa. Penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Gedung Dekranasda, Bandung, 30 November 2020.

Jawa Barat menjadi perhatian khusus keprihatinan Vivi Zubedi karena orang yang pertama kali terpapar Covid-19 adalah warga Depok, Jawa Barat.

Jabar juga menduduki peringkat ke-3 angka Covid-19 tertinggi se-Indonesia berdasarkan data Covid19.go.id pada 26 November 2020. Karena itu, pergerakan VZF pun dipusatkan kembali ke ‘titik awal’.

6 dari 7 halaman

Nilai Budaya dan Sustainability

Sejalan dengan idealisme dalam pemberdayaan kain dan kerajinan lokal, Vivi menggunakan kain bermotif batik Sunda sebagai bahan 1000 masker. Bahan ini sebelumnya pernah muncul pada koleksi The Art of Layering Sundanese Batik dalam gelaran Indonesia Sharia Economic Forum 2020, 28-31 Oktober kemarin.

Vivi yang mengadopsi nilai-nilai sustainability dalam karya-karyanya, memanfaatkan kain sisa koleksi ISEF 2020 guna memperpanjang daur guna benda. Apalagi industri fashion diketahui menduduki peringkat ke-2 industri penghasil limbah bumi terbesar sejumlah 92 juta ton setiap tahun.

 

7 dari 7 halaman

Pesan dan Harapan Vivi

Vivi berharap, gerakan 1000 masker ini dapat bermanfaat untuk masyarakat luas. Founder VZF ini juga berpesan agar masyarakat tetap jaga protokol kesehatan 3M yakni mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer atau alkohol minimal 70%, menjaga jarak minimal 1 meter satu sama lain, dan memakai masker berstandar SNI.

" Pandemi ini belum berakhir meskipun kita sudah bosan dan lelah dengan semua ini. Kalau semuanya kompak dalam kesadaran ini, Insya Allah Indonesia bisa keluar sebagai pemenang melawan pandemi,” tutup Vivi.

 

Beri Komentar