Waste4Change: Cara Baru Selamatkan Bumi Lewat 'Plastic Neutral'

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 29 Juli 2021 06:35
Waste4Change: Cara Baru Selamatkan Bumi Lewat 'Plastic Neutral'
Seperti apa 'plastic neutral' itu?

Dream– Isu lingkungan terus mengemuka seiring kondisi bumi yang semakin mengkhawatirkan akibat pemanasan global. Salah satu yang jadi perhatian adalah tumpukan sampah plastik yang masih menggunung dan bisa menjadi bencana karena sulit terurai secara alami.

Kampanye ‘no plastic’ sudah banyak digencarkan minimarket maupun butik ternama dunia untuk mengurang penggunaan plastik. Namun upaya tersebut belum cukup untuk menyelamatkan bumi lebih cepat.

Ilustrasi© shutterstock

Bertepatan dengan Hari Sungai Nasional yang jatuh pada Selasa, 27 Juli 2021 kemarin, PT Wasteforchange Alam Indonesia (Waste4Change) bersama Better Nature menyelenggarakan webinar Plastic Neutral for Sustainable Food Industry.

Menghadirkan Co-Founder Better Nature, Amadeus Driando Ahnan Winarno, dan Head of Recycling Business Waste4Change, Rizky Ambardi, webinar ini membahas penerapan plastic neutral untuk mengurangi timbulan sampah plastik yang mencemari lingkungan dan mendorong laju peningkatan emisi karbon penyebab global warming.

Waste4Change juga memperkenalkan layanan Waste Credit yang bisa diterapkan untuk mendukung sustainability program para pelaku bisnis di industri makanan dan minuman di Indonesia dan mencapai target Plastic Neutral mereka.

1 dari 3 halaman

Konsep baru untuk pelaku bisnis industri kuliner

Merujuk laporan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA) dari Amerika Serikat, karbon dioksida telah menyebabkan peningkatan panas bumi di atmosfer mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, yaitu 419 part permillion (ppm) pada Mei 2021.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk mendorong penerapan bisnis berkelanjutan dan melakukan transisi gaya hidup ramah lingkungan. Program Plastic neutral diklaim bisa diterapkan pelaku bisnis kuliner, kemasan, serta industri lainnya untuk membantu mengurangi emisi karbon dunia.

Plastic neutral merupakan program dimana produsen atau perusahaan membeli plastic credit dan mendanai proyek daur ulang dengan target volume setara dengan kilogram jejak plastik yang dihasilkan.

Co-founder Better Nature, Amadeus Driando Ahnan Winarno, memaparkan bahwa sebagai produsen tempe yang menjual produknya di Inggris dan Eropa, Better Nature mengakui masih memerlukan kemasan plastik untuk memastikan keamanan dan kualitas produk yang layak untuk dikonsumsi.

2 dari 3 halaman

Bagaimana prosesnya?

“ Sebagai startup yang berkedudukan di Inggris, kami bekerja sama dengan rePurpose Global dan Waste 4Change melalui layanan Waste Credit, untuk membiayai pengumpulan sampah plastik (oleh) Waste4Change dengan target 1.300 kilogram sampah plastik terkumpul setiap tahunnya,” papar Amadeus Driando.

Hingga saat ini, Better Nature telah berhasil mengumpulkan sebanyak 1,918 kilogram sampah plastik yang berasal dari perairan dan lingkungan lainnya.

Webinar Waste4Change & Better Nature© Waste4Change

Sementara itu, Head of Recycling Business Waste4Change, Rizky Ambardi, menjelaskan layanan Waste Credit Waste4Change bisa menjadi alternatif pelaku industri kuliner serta produsen FMCG untuk aktif berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah yang tidak terkelola dengan baik.

Melalui layanan Waste Credit, Waste4Change nantinya akan membantu mengumpulkan material atau jenis sampah tertentu secara spesifik seperti multilayer plastic (MLP), used beverage cartonused cooking oil (minyak jelantah), paper box, dan sebagainya. Sampah plastik itu dikumpulkan sesuai permintaan dan target perusahaan klien untuk mengurangi sampah yang biasanya hanya berakhir ke tempat pemrosesan akhir (TPA)

Layanan Waste Credit juga memungkinkan perusahaan terlibat aktif dalam usaha membersihkan sungai dan pantai kemudian mendaur ulang sampahnya.

 

3 dari 3 halaman

Sampah yang berhasil terkumpul kemudian akan dipilah ulang dan diproses di fasilitas Rumah Pemulihan Material (RPM) Waste4Change. Selanjutnya, sampah didistribusikan ke mitra daur ulang Waste4Change juga mitra pengolah sampah.

Sampah-sampah yang sulit didaur ulang contohnya styrofoam bisa dijadikan bahan baku refuse-derived fuel di pabrik semen.

Layanan Waste Credit Waste4Change dirancang untuk mendukung produsen dan perusahaan untuk dapat memberikan dampak positif yang nyata dan berkelanjutan bagi lingkungan.

Konsumen juga dapat turut berperan aktif dalam usaha mengurangi sampah menggunakan metode pengiriman sampah anorganik melalui jasa ekspedisi dan pengangkutan sampah langsung dari gerai klien yang didukung platform w4c.id/wastecredit.

Beri Komentar