3 Asupan yang Dianjurkan Ahli Gizi untuk Redakan Keluhan Haid

Reporter : Mutia Nugraheni
Sabtu, 13 Agustus 2022 06:00
3 Asupan yang Dianjurkan Ahli Gizi untuk Redakan Keluhan Haid
"Pada dasarnya ketidakseimbangan hormon dapat disebabkan estrogen yang tinggi atau produksi progesteron yang rendah. Bisa juga keduanya," ujar Chopra.

Dream - Pekerjaan atau tugas kuliah sedang menumpuk, lalu haid datang. Rasanya pasti sangat tidak nyaman. Pegal, sakit kepala, tubuh yang nyeri ketika datang bulan ditambah kesibukan yang padat pastinya membuat berantakan.

Simrun Chopra, seorang ahli gizi, sangat menganjurkan para kaum hawa agar mengonsumsi asupan tertentu untuk mengurangi keluhan saat haid. " Pada dasarnya ketidakseimbangan hormon dapat disebabkan estrogen yang tinggi atau produksi progesteron yang rendah. Bisa juga keduanya," ujar Chopra.

Keseimbangan dua hormon tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan di masa menstruasi. Chopra memberikan tiga hal yang bisa diterapkan pada asupan harian ketika menstruasi datang agar tubuh dan mood terasa lebih baik.

1. Makanan berserat tinggi
Penting untuk makan banyak serat sepanjang hari. Sertakan buah-buahan berserat, sayuran dan biji-bijian dalam diet harian. Bisa menyantap buah potong yang dingin atau sayuran hijau.

" Konsumsi setidaknya 2 porsi besar sayuran dan setidaknya satu buah sehari," ujarnya, dikutip dari FoodNdtv.

 

1 dari 5 halaman

2. Asupan Lemak Omega 3

Perbanyak juga asupan lemak yang kaya omega 3. Seperti ikan laut, telur, kacang-kacangan atau kerang. Semuanya sangat baik untuk memastikan tubuh tak kekurangan vitamin B. Pasalnya saat haid, banyak darah yang keluar dan tubuh akan terasa lemas. Asupan kaya lemak baik tersebut akan membantu fisik lebih fit dan mood stabil.

3. Vitamin D
Satu hal yang sering dilupakan adalah asupan vitamin D. Penting bagi perempuan untuk mengonsumsi vitamin D secara rutin terutama ketika datang bulan.

" Kekurangan vitamin D berhubungan langsung dengan ketidakseimbangan hormon," kata Simrun Chopra.

Hal yang sangat dianjurkan adalah berjemur pada pagi hari. Perbanyak juga konsumsi makanan kaya vitamin D, seperti kuning telur, minyak ikan, jamur, keju.

Sumber: FoodNDTV

2 dari 5 halaman

Sebaiknya Hindari Minum Teh Saat Haid, Ini Alasannya

Dream - Teh termasuk minuman favorit untuk memulai dan menutup hari. Bisa diminum hangat atau pun dingin sebagai penyuntik semangat. Manfaatnya bagi kesehatan pun cukup banyak, tapi ternyata tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang haid.

Bagi Sahabat Dream yang rutin minum teh, ketika datang bulan sebaiknya hindari dulu untuk mengonsumsinya. Ada beberapa alasan yang mungkin selama ini tak kamu ketahui. Berikut beberapa sebabnya, dikutip dari KlikDokter.com.

© Dream

1. Anemia
Darah yang keluar saat haid perlu diganti alias diproduksi ulang oleh tubuh. Satu-satunya cara agar tubuh mampu memproduksi sel darah merah adalah dengan memenuhi kebutuhan zat besi harian.

Jika kamu minum teh saat haid, penyerapan zat besi dari makanan ke tubuh akan terganggu akibat zat tanin di dalamnya. Akibatnya, pembentukan sel darah merah yang baru pun ikut terganggu. Apabila dibiarkan, risiko kamu terkena anemia atau kurang darah akan meningkat.

 

3 dari 5 halaman

2. Gangguan Suasana Hati

Teh mengandung kafein yang cukup tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi kafein saat haid dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, stres, dan gelisah. Dengan kata lain, konsumsi teh saat haid malah bikin suasana hati atau mood kamu semakin berantakan.

Tak Banyak Orang Tahu, Ini Bahaya Minum Teh Saat Perut Kosong© MEN

3. Perut Kembung
Kadar hormon yang naik turun saat haid dapat menyebabkan perut kembung dan mual. Ini karena hormon estrogen yang meningkat turut mempengaruhi reseptor estrogen di perut, sehingga menghasilkan banyak gas. Minum teh dapat memperparah kondisi tersebut.

4. Mual
Jika kamu minum teh saat haid, kandungan tanin di dalamnya dapat mengiritasi jaringan saluran pencernaan. Alhasil, rasa tidak nyaman di perut akan semakin bertambah. Selain itu, minum teh saat haid juga bisa keluhan mual. Bila terjadi mual dan tetap minum teh, malah bisa semakin parah.

Penjelasan selengkapnya baca di sini.

4 dari 5 halaman

Darah Haid Mengalir Deras, Bisa Jadi Ada Masalah Kesehatan

Dream - Setiap 25-28 hari, normalnya setiap perempuan akan mengalami haid atau menstruasi. Sel telur yang tak dibuahi akan keluar secara alami berupa darah. Pada beberapa kondisi, darah yang keluar begitu deras hingga membuat lemas.

Tak hanya itu, durasi haid pun jadi lebih lama. Normalnya 7 hari, tapi haid bisa sampai 10 hari dengan kondisi darah yang banyak. Sahabat Dream pernah mengalaminya?

Kondisi keluar darah yang begitu banyak saat haid, dalam istilah medis dikenal dengan sebutan menorrhagia. Menorrhagia terjadi ketika menstruasi yang memanjang dan mengeluarkan darah lebih banyak dari biasanya.

Dikutip dari KlikDokter, dalam keadaan normal, darah yang keluar saat menstruasi adalah sekitar 30–40 mililiter (sekitar 2–3 sendok makan) selama 4–5 hari. Sementara pada kondisi menoragia, darah yang keluar dapat mencapai 80 mililiter.

Menorrhagia dapat disebabkan karena berbagai hal. Apa saja?
- Ketidakseimbangan hormonal pada wanita yang baru saja mulai menstruasi atau menjelang menopause
- Disfungsi ovarium
- Mioma rahim
- Polip di rahim
- Adenomiosis
- Adanya alat k0ntrasepsi dalam rahim (AKDR)
- Penyakit radang panggul
- Kelainan darah
- Penyakit tiroid, gangguan hati, atau gangguan ginjal

 

5 dari 5 halaman

Gejala yang Sering Muncul

Ada gejala khas dari menorrhagia, yang penting untuk diketahui Sahabat Dream. Gejala tersebut yaitu, perdarahan dari vagina yang sangat banyak saat haid (ganti pembalut setiap 1–3 jam sekali). Tanda lainnya, haid berlangsung selama lebih dari satu minggu, aktivitas sehari-hari terganggu, mudah lelah, lemas, dan sesak napas.

Sakit perut© Shutterstock

Bila mengalami hal tersebut cukup sering, jangan anggap sepele. Segera konsultasikan dengan dokter obstetri dan ginekologi untuk mendapat perawatan yang tepat. Penjelasan selengkapnya baca di sini.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More