4 Sayuran Termahal di Dunia, Pernah Coba?

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 12 Juni 2020 11:12
4 Sayuran Termahal di Dunia, Pernah Coba?
Selama ini sayuran identik berharga murah, tapi siapa sangka kalau ada juga yang harganya selangit.

Dream - Harga sayuran di Indonesia yang termasuk negara tropis, sangat terjangkau. Kita bisa makan sayuran segara dengan harga yang cukup murah. Seperti kangkung, bayam, buncis, wortel dan masih banyak lagi.

Selama ini sayuran identik berharga murah, tapi siapa sangka kalau ada juga yang harganya selangit. Tak heran kalau sayuran ini tak begitu populer, karena hanya kalangan tertentu saja yang bisa mengonsumsinya.

Sayuran apa saja? Mungkin Sahabat Dream pernah mencicipinya.

Jamur Taiwan

Jamur Taiwan

Ada jenis jamur Taiwan yang harganya mencapai Rp15 juta per buah. Ini merupakan jamur liar yang hanya tumbuh di daerah tertentu. Rasanya sangat khas dan dipercaya sangat baik untuk kesehatan. Keberadaannya sangat langka, tak heran kalau harganya sangat mahal.

Kacang Polong Mange

Kacang polong


Merupakan jenis kacang polong yang agak pipih, karena dipanen saat masih muda. Merupakan hidangan favorit di restoran-restoran barat. Kacang polong jenis ini kabarnya 100 gram dijual seharga £2.00 atau Rp3,2 juta

 

1 dari 5 halaman

Bayam dan Akar

Bayam Yamashita

Bayam

Sayur bayam di Indonesia harganya sangat murah, hanya Rp3.000 per ikat. Namun ada bayam yang harganya US $13 atau Rp234 ribu per 16 ons. Bayam ini tumbuh di Prancis dan kabarnya hanya dijual kepada 7 klien, yang semua merupakan koki pemegang gelar Michelin

Akar Wasabi 

Akar wasabi


Banyak yang kaget dengan harga akar wasabi asli. Pasalnya kita lebih sering mengonsumsi dalam bentuk bubuk yang sudah dimodifikasi. Harga akar wasabi di pasar global mencapai US $73 per 16 ons atau Rp1 juta rupiah.

Sumber: Times of India

2 dari 5 halaman

Sayur Lodeh, Hidangan Penuh Doa dan Harapan Bagi Warga Yogyakarta

Dream - Sahabat Dream termasuk penyuka sayur lodeh? Jika iya, pasti sudah tak asing dengan hidangan berkuah santan nan gurih ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, sayur lodeh bukan sekadar hidangan untuk memanjakan lidah dan perut.

Sayur Lodeh, Hidangan Penuh Doa dan Harapan Bagi Warga Yogyakarta

Dalam hidangan ini juga berisi harapan dan doa. Warga Yogyakarta percaya kalau sayur lodeh merupakan sayur tolak bala. Sayur ini selalu dibuat ketika seseorang ingin membuat acara besar, syukuran atau ketika bencana datang.

“ Tujuannya untuk tolak bala, disebut lodeh tujuh macam atau tujuh rupa,” ujar Kamaluddin Purnomo, takmir Masjid Pathok Negoro Plosokuning Sleman, dikutip dari Liputan6.com.

 

3 dari 5 halaman

Melawan Kesialan

Ia menuturkan dalam Islam hal ini disebut tafaul yang berarti atau mengambil tanda baik atau melawan yang dianggap sial. Masyarakat Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman pun sudah terbiasa dengan tradisi ini.

Lodeh 7 Rupa

Switzy Sabandar/ Liputan6

Biasanya, para ibu memasak lodeh tujuh rupa yang dimakan bersama-sama dengan warga. Sesuai sebutannya, sayur lodeh tujuh rupa ini terdiri dari tujuh bahan, meliputi, kluwih, cang gleyor, terung, kulit melinjo, waluh, godhong (daun) so, dan tempe.

 

4 dari 5 halaman

Filosofi

Bahan-bahan itu ternyata memiliki filosofi masing-masing. Berikut makna dari tujuh bahan lodeh.

1. Kluwih: kaluwargo luwihono anggone gulowentah gatekne (keluarga dilebihkan dalam memberi nasihat dan perhatian)

2. Cang gleyorcancangen awakmu ojo lungo-lungo (ikatlah badanmu, jangan pergi-pergi)

Ibu Hamil Disarankan Makan Terong, Ini Alasanny

3. Terong: terusno anggone olehe manembah Gusti ojo datnyeng, mung yen iling tok (lanjutkan tingkatkan dalam beribadah, jangan hanya jika ingat saja)

4. Kulit melinjoojo mung ngerti njobone ning kudu reti njerone babakan pagebluk (jangan hanya paham akibatnya saja, tapi harus paham secara mendalam penyebab wabah)

 

 

5 dari 5 halaman

Bahan Selanjutnya

5. Waluh: uwalono ilangono ngeluh gersulo (hilangkan keluhan dan rasa galau –harus tetap semangat-)

6. Godong sogolong gilig donga kumpul wong sholeh sugeh kaweruh babakan agomo lan pagebluk (bersatu padu berdoa bersama orang yang saleh, pandai soal agama, juga wabah penyakit)

7. Tempe: temenono olehe dedepe nyuwun pitulungane Gusti Allah (benar-benar fokus mohon pertolongan kepada Tuhan)

Menurut Kamal, upaya melawan Corona dilakukan secara lahir dan batin. Selain optimisme yang disimbolkan dalam lodeh tujuh rupa, warga juga menjaga kebersihan sesuai dengan anjuran serta selalu berdoa.

“ Masyarakat Jawa kaya filosofi dalam menyikapi banyak hal, salah satunya lodeh tujuh rupa ini,” ucapnya.

Laporan: Switzy Sabandar/ Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar