Banchan/ Foto: Shutterstock
Dream - Bagi Sahabat Dream penyuka hidangan Korea, mungkin sudah familiar dengan banchan. Merupakan makanan pendamping yang biasanya disajikan di samping makanan utama dan nasi.
Banchan ini jenisnya cukup banyak dan disajikan dalam piring kecil. Untuk variannya, tergantung dari kebiasaan dan kultur daerah yang menyajikan. Biasanya, tiap daerah di Korea Selatan memiliki hidangan banchan yang khas.
Ada lima banchan yang cukup umum. Mungkin bisa jadi panduan saat kamu menikmati hidangan Korea yang lengkap.
Kimchi

Merupakan makanan fermentasi yang dibuat dengan mengasinkan sayuran dan mencampurnya dengan bubuk cabai merah, bawang putih, dan ikan asin. Campuran tersebut lalu disimpan dalam wadah tertutup.
Didiamkan selama beberapa hari hingga terjadi fermentasi. Dalam penyajiannya, banchan kimchi akan disajikan dalam piring kecil.
Sukju Namul (Tauge Bumbu)

Tauge adalah salah satu banchan yang menyegarkan. Tauge panjang dan agak berserabut jadi favorit saat musim panas di Korsel. Tauge segar, dicampur dengan bawang putih yang dihaluskan, kecap asin, minyak wijen dan bubuk cabai Korea serta garam.
Yeongeun jorim (Akar Teratai)

Merupakan akar teratai yang dipotong tipis kemudian direbus. Diolah dengan jahe lalu ditumis dengan paprika dan jamur, dengan sedikit gula. Rasanya merupakan perpaduan gurih dan manis. Untuk memperkaya rasa biasanya ditaburi dengan biji wijen. Orang Korea kerap memakannya dengan nasi putih hangat.
Mu Saengchae (Salad Lobak Pedas)

Lobak Korea umumnya akan muncul di meja dalam beberapa bentuk. Ada yang dipotong dadu, diparut, diiris tipis atau seperti mi yang sikenal dengan Mu Saengchae. Variasi ini sekaligus renyah namun tetap mengenyangkan meski tidak melalui proses fermentasi seperti kimchi tradisional. Banchan ini paling cocok dengan hidangan daging atau bibimbap
Myulchi Bokkeum (Teri Tumis)

Aromanya agak sedikit amis, teksturnya renyah, dan perpaduan rasanya asin dengan sedikit manis. Merupakan ikan teri yang diolah dengan bumbu khas. Teri kering digoreng dengan kecap, sirup beras, dan minyak wijen, dengan tambahan kacang untuk menambah kerenyahan. Bisa dimakan dengan nasi atau dijadikan camilan sebelum menu utama dihidangkan.
Sumber: Kimchimari