6 Cara Aman Memanaskan Makanan untuk Sahur

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Rabu, 13 Mei 2020 06:33
6 Cara Aman Memanaskan Makanan untuk Sahur
patut dicoba bagi ibu ibu di rumah

Dream - Agenda sahur di bulan Ramadhan menjadi salah satu kegiatan yang cukup berat bagi sebagian orang.

Bangun di tengah malam dan menyiapkan menu untuk sahur kerap kali jadi hambatan. Bahkan, ada saja yang akhirnya melewatkan waktu sahur dan bablas ketiduran. Wah, jangan sampai begitu ya.

Sahur memang merupakan sunah yang biasa dilakukan di bulan Ramadhan. Sahur dimaksudkan untuk mempersiapkan tubuh untuk menjalankan puasa selama berjam-jam lamanya. Dengan makanan sahur yang tepat, tubuh bisa tetap sehat dan bugar, meski saat puasa.

Bagi para ibu di rumah, tentu memasak hidangan sahur menjadi tugas penting. Terkadang, para ibu harus bangun lebih awal untuk menyajikan makanan sahur.

Nah, sebenarnya untuk memudahkan, bisa dengan memanaskan makanan yang sudah matang bisa jadi pilihan. Namun, ingat ada cara yang harus diperhatikan agar makanan yang dipanaskan tetap terjaga gizinya.

Dilansir dari Liputan6, berikut 6 cara memanaskan makanan untuk sahur. Yuk dicoba di rumah: 

1 dari 6 halaman

Siapkan Makanan dengan Menyimpan Pada Suhu yang Tepat

Stok Makanan Beku Aman, Perhatikan Kondisi Kulkas© MEN

Cara aman memanaskan makanan untuk sahur yang pertama adalah dengan menyimpan makanan yang akan dipanaskan pada suhu yang tepat.

Makanan yang akan dipanaskan saat sahur, tidak boleh dibiarkan pada suhu ruang lebih dari dua jam. Jika melebihi waktu, dikhawatirkan makanan akan cepat rusak.

Untuk mencegahnya, kamu bisa menyimpannya pada wadah tertutup atau menggunakan plastik wrap untuk mencegah kontaminasi bakteri.

Hindari juga untuk membiarkan makanan pada danger zone. Lebih baik simpan makanan pada suhu lemari pendingin atau meletakkannya pada wadah dengan penghangat dengan suhu di atas 60 derajat celsius. Hal ini digunakan sebagai antisipasi untuk mencegah terpaparnya bakteri.

Menyimpan makanan dalam lemari pendingin juga akan memperkuat masa konsumsinya, bisa bertahan hingga lima hari ke depan. Namun, sebelum menyimpannya dalam lemari pendingin, tetap pastikan makanan sudah dalam kondisi dingin, sehingga bakteri tidak mudah berkembang biak dan merusak makanan.

2 dari 6 halaman

Mencairkan Makanan Beku dengan Tepat

Kedua, cara aman memanaskan makanan untuk sahur adalah dengan mencairkannya pada suhu yang tepat.

Jika kamu hendak memilih makanan beku siap saji untuk sahur, sebaiknya sebelum tidur mencairkannya terlebih dahulu di dalam lemari pendingin. Bukan mengeluarkannya pada suhu ruang atau meletakkan di bawah air mengalir.

Mencairkan makanan beku dalam suhu kulkas akan membuat makanan lebih terjaga kualitasnya. Makanan pun bisa terhindar dari bakteri.

USDA menyebutkan bahwa memanasakan makanan beku yang telah matang sebelumnya, tanpa mencairkannya terlebih dahulu aman untuk dilakukan. Contohnya seperti memanaskan makanan matang yang dibekukan. 

3 dari 6 halaman

Suhu Pemanasan Tidak Terlalu Tinggi dan Tidak Dipanaskan Terlalu Lama

ilustrasi masak© Shutterstock

Cara selanjutnya untuk memanaskan makanan untuk sahur adalah dengan memanaskan kembali makanan pada kisaran suhu antara 70-100 derajat celsius. 

Jika suhu lebih tinggi, panas tersebut akan merusak berbagai nutrisi yang terkandung pada makanan. Meski demikian, untuk makanan yang berkuah tetap harus memanaskannya sampai mendidih agar tidak cepat basi.

Pada umumnya, masakan yang sudah matang tidak perlu dipanaskan hingga sangat mendidih. Karena memanaskan makanan terlalu lama juga akan memengaruhi kandungan gizi, tekstur hingga rasa masakan.

Oleh karena itu, pastikan masakan telah mencapai suhu pemanasan yang dianjurkan sehingga efektif mencegah masakan dipanasakan terlalu lama. Hal ini juga akan mendukung terjaganya kandungan gizi dan membuat cita rasa masakan tetap nikmat disantap.

4 dari 6 halaman

Jangan Memanaskan Makanan Lebih dari Satu Kali

Terkadang, ada beberapa orang yang memasak untuk jangka waktu dua hingga tiga hari. Sehingga makanan akan disimpan dalam lemari pendingin dan dihangatkan terus-menerus sebelum dikonsumsi.

Cara aman memanaskan makanan untuk sahur selanjutnya adalah dengan tidak menghangatkan makanan lebih dari satu kali.

Hal ini juga berlaku ketika ingin menyimpan makanan dalam lemari pendingin, sebaiknya diamkan selama dua hingga tiga jam terlebih dahulu.

Hal ini dilakukan untuk menghindari munculnya bakteri dalam makanan. Khusus untuk makanan hewani, seperti daging sapi atau ayam, sebaiknya disimpan dalam freezer.

5 dari 6 halaman

Masak Makanan dengan Api Kecil

Coba 5 Trik Memangkas Waktu Saat Memasak© MEN

Proses pemanasan makanan yang dilakukan berulang-ulang akan menimbulkan kerusakan nutrisi. Bahkan, ada beberapa jenis sayuran yang justru mengeluarkan senyawa buruk akibat dimasak berulangkali.

Cara aman memanaskan makanan selanjutnya adalah dengan memasak makanan pada api kecil, Dengan api yang kecil, makanan tidak overcook. Memasak terlalu lama akan menyebabkan vitamin dan mineral yang terkandung dalam makanan cepat rusak.

Untuk menjaga nutrisi makanan, lebih baik panaskan dengan api yang kecil agar suhunya tidak terlalu panas. Dengan suhu yang tidak terlalu tinggi tentu akan membantu menjaga rasa dari makanan tersebut.

6 dari 6 halaman

Perhatikan Jenis Makanan

Cara aman memanaskan makanan untuk sahur yang terakhir adalah dengan memerhatikan jenis makanan. Dengan begitu, kita bisa mengantisipasi bahan makanan yang justru beracun jika dipanaskan.

Salah satunya adalah bayam. Jika dimasak lebih dari satu kali, kandungan nitrat pada bayam akan berubah menjadi nitrit yang bersifat karsinogenik. Dan senyawa ini merupakan salah satu pemicu kanker.

Kemudian makanan yang tinggi akan kandungan lemak. Lemak tak jenuh yang terdapat pada makanan akan berubah menjadi lemak jahat yang justru membahayakan kesehatan tubuh hingga memicu penyakit kronis seperti obesitas dan jantung. Di sini pentingnya untuk lebih memerhatikan jenis makanan yang akan dipanaskan kembali.

Beri Komentar