Jangan Tinggalkan Makanan dan Minuman di Mobil!

Reporter : Dwi Ratih
Selasa, 2 Februari 2021 12:13
Jangan Tinggalkan Makanan dan Minuman di Mobil!
Berikut jawaban lengkapnya.

Dream – Perjalanan jarak jauh menggunakan mobil pribadi kini jadi pilihan masyarakat kala pandemi COVID-19 belum usai.

Alih-alih tak ingin berpapasan dengan orang lain dalam satu ruang seperti di dalam pesawat terbang, atau kereta api, di mobil pribadi kamu bisa menjamin kebersihan dan keamanannya sendiri.

Sambil menikmati perjalanan, serta lebih hemat dalam urusan jajan. Bawa makanan dan minuman sendiri jadi hal penting.

Namun ada yang harus kamu perhatikan dalam membawa bekal ketika road trip. Jangan tinggalkan makanan dan minuman di dalam mobil dalam kurun waktu lama.

1 dari 5 halaman

Apa yang akan terjadi?

Untuk menjaga keamanan makanan, kita perlu menghindari kondisi yang memudahkan bakteri cepat untuk tumbuh.

Bakteri akan tumbuh secara cepat pada kisaran suhu antara 4 sampai 60 derajat celcius. Bahkan jumlahnya dapat berlipat ganda hanya dalam waktu 20 menit.

Ilustrasi© Shutterstock

Saat interior kendaraan tertutup pada musim panas, suhu mobil dapat dengan mudah mencapai 60 derajat celcius. Satu bakteri yang membelah setiap setengah jam dapat menghasilkan 17 juta keturunan dalam 12 jam.

Makanan yang mudah busuk dapat disimpan dengan aman dalam lemari es hanya selama dua jam jika suhu udara di bawah 32 derajat celcius dan hanya bertahan selama sejam jika suhu di atas 32 derajat celcius.

2 dari 5 halaman

Bagaimana cara menjaga keamanan makanan di mobil?

Makanan atau minuman yang dingin membutuhkan lebih sedikit waktu untuk dapat bertahan walaupun di dalam mobil dengan pendingin ruangan.

Makanan yang dimasak atau mentah tidak boleh ditinggalkan di dalam mobil.

Berikut cara menjaga makanan tetap aman di makan di dalam mobil.

1. Siapkan pendingin atau cooler bag di dalam mobil untuk barang-barang yang mudah rusak.

Jika perlu beli sekantong es untuk menjaga barang yang dingin tetap dingin dan barang beku tetap membeku dalam perjalanan pulang.

Ilustrasi© Shutterstock

2. Makanan yang tertinggal di dalam kendaraan yang panas, lama kelamaan akan menimbulkan aroma tak sedap. Selain itu, makanan beku seperti es krim akan menjadi encer jika tidak disimpan di kotak pendingin.

Jika mencair, tentu makanan dan minuman dapat mengotori mobil.

(Laporan: Yuni Puspita Dewi, Sumber: Times of India)

3 dari 5 halaman

Pengelompokan Makanan yang Perlu Kamu Ketahui!

Dream – Berdasarkan dokumen yang dikeluarkan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) makanan dikelompokan menjadi beberapa bagian.

Mengapa demikian? Agar masyarakat dapat mengetahui dan memahami makanan apa saja yang baik dikonsumsi dan harus dikurangi pengonsumsiannya.

“ Tim di Brazil mengeluarkan klasifikasi NOVA untuk membantu dan memudahkan kita mengkategorikan makanan dalam 4 kelompok,” tutur Nia Umar Wakil Ketua AIMI, pada konferensi pers Jumat, 29 Januari 2021.

Sistem klasifikasi NOVA adalah klasifikasi makanan yang mengelompokkan makanan menurut tingkat dan tujuan pengolahan makanan, bukan dari segi nutrisinya.

4 dari 5 halaman

Berikut pengelompokkan makanan klasifikasi NOVA:

Kelompok 1

Makanan kelompok 1 adalah makanan yang tidak diproses atau diproses secara minimal, biasanya mirip dengan bentuk aslinya, seperti dari tumbuhan, hewan yang kemudian bisa diolah (direbus, dimasak, dipanggang).

Contoh makanan ini adalah sayur-sayuran hijau, biji-bijian, umbi, daging ayam, daging sapi, daging ikan, dan makan yang diproses secara minimal, seperti nasi kuning, nasi soto, dan semua makanan yang disajikan tanpa diproduksi di pabrik.

Ilustrasi© Shutterstock

Kelompok 2

Makanan kelompok 2 adalah makanan dari bahan pangan olahan industri, biasanya dihasilkan dari proses pembuatan yang menggunakan bahan makanan kelompok 1.

Proses produksinya dilakukan melalui penyulingan, penggerusan, pengeringan dan lain-lain yang menghasilkan cita rasa dalam makanan.

Contoh makanan ini adalah bumbu-bumbu, seperti minyak, gula, garam, rempah bumbu, mentaga, cuka dan lainnya.

5 dari 5 halaman

Kelompok 3

Makanan kelompok 3 adalah makanan olahan melalui serangkai proses, seperti diawetkan, diasinkan, difermentasi atau diasamkan.

Kelompok ini biasanya merupakan makanan olahan penggabungan dari produk kelompok 1 dan 2, hal ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan daya tahan produk atau memodifikasi rasa.

Ilustrasi© Shutterstock

Contoh makanan kelompok ini adalah gula yang menjadi sirup, sayur diasinkan atau diasamkan menjadi acar, kedelai difermentasi, strawberi menjadi selai.

Namun pada kelompok ini perlu diperhatikan kandungan lainnya, terkadang banyak kandungan gula dan garam yang berlebih, menjadi salah satu indikator olahan makanan tersebut sehat atau tidak.

Kelompok 4

Makanan kelompok ini adalah makanan ultra proses, biasanya dibuat di pabrik dan dikemas. Kemudian produk makanan ini akan dipromosikan secara komersil untuk menggantikan konsumsi makanan asli.

Rantai produksi makanan ini prosesnya panjang dan untuk memudahkan identifikasinya dengan melihat komposisi produk.

Biasanya kandungan bahan pangan akan lebih dari 5 dan banyak mengandung zat yang tidak kita jumpai pada bumbu dapur rumah, seperti pengawet, penstabil, kasein, laktosa dan lainnya.

Proses produksi makanan dilakukan dengan pemadatan, karbonasi, pengocokan, penambahan massa, pemipihan dan lainnya.

Contoh makanan ini adalah susuk bubuk, bubur cepat saji, soda, teh botolan, minum beralkohol, sosis cepat saji, ciki, semua makanan fast food dan segala makanan yang kandungan lebih dari 5 serta bahan yang tidak dikenali.

laporan: Josephine Widya

Beri Komentar