7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi Petani (Foto: Shutterstock)
Dream - Petani menjadi salah satu profesi yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan, petani tak lagi bebas menjual hasil tani mereka terkendala kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan di beberapa daerah.
Tentu hal ini menyebabkan terputusnya rantai logistik dari desa ke kota. Belum lagi adanya ancaman penyebaran virus corona yang membuat daya beli masyarakat menurut.
Melihat fenomena ini, diperkukan dukungan dari berbagai pihak untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani.
Salah satunya program yang diluncurkan Bango. Bango secara khusus menciptakan program 'Bango Pangan Lestari', untuk mengajak masyarakat bersama-sama melindungi kesejahteraan pertani dengan membeli bahan pangan langsung dari para petani.
" Spesifik dalam hal diversifikasi produksi pangan, Unilever berkomitmen untuk membangun fondasi yang kuat bagi Praktik Pertanian Berkelanjutan, sehingga dapat mempersembahkan makanan yang sehat dari planet yang sehat pula ke seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia," kata Hernie Raharja selaku Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk dalam jumpa pers virtual, Senin 25 Agustus 2020.
Lebih lanjut Herni menjelaskan, program 'Bango Pangan Lestari' akan mengajak masyarakat untuk membeli bahan pangan langsung dari petani melalui platform digital Sayurbox dan TaniHub Group melalui website Bango Pangan Lestari.
Kolaborasi ini, diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mengakses hasil tani langsung dari para petani dan meningkatan permintaan hasil tani.
" Melalui kolaborasi ini, kami akan memperluas jaringan mitra petani yang melakukan transaksi dengan TaniHub maupun yang dibantu pendanaannya oleh TaniFund, sehingga lebih banyak petani di Indonesia yang terbantu kesejahteraannya," kata Aria Alifie Nurfikry, Vice President of Marketing TaniHub Group.
Selain program peningkatan pembelian hasil tani, program 'Bango Pangan Lestari' akan menggelar berbagai pelatihan kepada 500 petani.
Pelatihan tersebut mencakup cara pembuatan pupuk organik cair, pelatihan analisis usaha tani dan menghidupkan kembali regenerasi petani Indonesial.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?