Puasa dan Mitos `Nasi Kemarin` Penderita Diabetes

Reporter : Ayik
Kamis, 4 Juni 2015 13:16
Puasa dan Mitos `Nasi Kemarin` Penderita Diabetes
Gandum memiliki serat yang dapat menghambat pelepasan gula ke dalam aliran darah sehingga kadar gula dapat tetap stabil.

Dream - Menjalani ibadah puasa merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim yang memiliki jiwa dan raga yang sehat. Namun hal tersebut terkadang memunculkan ketakutan tersendiri bagi penyandang diabetes.

Adanya keinginan yang besar untuk menjalani ibadah puasa sama seperti umat muslim lainnya, para penyandang diabetes juga mengoptimalkan agar dapat memenuhi kewajibannya di bulan ramadhan.

Asupan makanan sehat bagi penderita diabetes baiknya sesuai dengan takaran yang lebih sedikit, namun tidak mengurangi nutrisi serta gizi yang dibutuhkan tubuh.

Banyak mitos atau kabar yang berkembang dikalangan masyarakat mengenai " nasi kemarin" yang disinyalir baik untuk penderita diabetes.

Ternyata tak ada kaitannya dengan makanan yang baik untuk penederita diabetes. Kandungan gula yang terdapat pada nasi kemarin memang lebih sedikit namun hal tersebut lebih dikarena orang tersebut malas mengkonsumsi atau sedikit mengkonsumsi nasi kemarin.

Gandum atau havermut bisa lebih baik menggantikan nasi bagi penderita diabetes. Karena kandungan gandum memiliki serat yang dapat menghambat pelepasan gula ke dalam aliran darah.

" Sehingga kadar gula dapat tetap stabil," kata ahli kemoterapi, Hery Nursetiyanto di acara Indahnya Ibadah Puasa Bagi Penyandang Diabetes bersama Novo Disk, Jakarta, kemarin.

Pradana Soewondo, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI menambahkan, selama puasa, terjadi perubahan pola makan. Kondisi ini tentu memiliki dampak bagi umat Muslim penyandang diabetes yang ingin menunaikan ibadah puasa. " Sehingga perlu dikontrol," ujar Pradana. 

Bahkan seorang pemuda yang didiagnosis mengalami diabetes sejak usia 16 tahun mengaku mengalami kendala saat menjalankan ibadah puasa. Namun hal tersebut ia imbangi dengan makanan yang sehat serta minum obat secara teratur.

" Saya selalu mempersiapkan diri sebelum memulai ibadah puasa sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya hipoglikemi," Adrifaza Baraka yang kini berusia 24 tahun. (Ism) 

 

Beri Komentar
Summer Style 2019