Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Pradana Soewondo, Luki Mulia, Adrifaza Baraka Dan Herry Nursetiyanto (Foto:Syarifah Aulia/Dream.co.id)
Dream - Menjalani ibadah puasa merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim yang memiliki jiwa dan raga yang sehat. Namun hal tersebut terkadang memunculkan ketakutan tersendiri bagi penyandang diabetes.
Adanya keinginan yang besar untuk menjalani ibadah puasa sama seperti umat muslim lainnya, para penyandang diabetes juga mengoptimalkan agar dapat memenuhi kewajibannya di bulan ramadhan.
Asupan makanan sehat bagi penderita diabetes baiknya sesuai dengan takaran yang lebih sedikit, namun tidak mengurangi nutrisi serta gizi yang dibutuhkan tubuh.
Banyak mitos atau kabar yang berkembang dikalangan masyarakat mengenai "nasi kemarin" yang disinyalir baik untuk penderita diabetes.
Ternyata tak ada kaitannya dengan makanan yang baik untuk penederita diabetes. Kandungan gula yang terdapat pada nasi kemarin memang lebih sedikit namun hal tersebut lebih dikarena orang tersebut malas mengkonsumsi atau sedikit mengkonsumsi nasi kemarin.
Gandum atau havermut bisa lebih baik menggantikan nasi bagi penderita diabetes. Karena kandungan gandum memiliki serat yang dapat menghambat pelepasan gula ke dalam aliran darah.
"Sehingga kadar gula dapat tetap stabil," kata ahli kemoterapi, Hery Nursetiyanto di acara Indahnya Ibadah Puasa Bagi Penyandang Diabetes bersama Novo Disk, Jakarta, kemarin.
Pradana Soewondo, Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI menambahkan, selama puasa, terjadi perubahan pola makan. Kondisi ini tentu memiliki dampak bagi umat Muslim penyandang diabetes yang ingin menunaikan ibadah puasa. "Sehingga perlu dikontrol," ujar Pradana.
Bahkan seorang pemuda yang didiagnosis mengalami diabetes sejak usia 16 tahun mengaku mengalami kendala saat menjalankan ibadah puasa. Namun hal tersebut ia imbangi dengan makanan yang sehat serta minum obat secara teratur.
"Saya selalu mempersiapkan diri sebelum memulai ibadah puasa sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya hipoglikemi," Adrifaza Baraka yang kini berusia 24 tahun. (Ism)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
