Mengolah Nasi Untuk Sushi (Foto: Shutterstock)
Dream - Nasi jadi bahan penting dalam hidangan sushi khas Jepang. Bagi Sahabat Dream yang suka dengan sushi pasti bisa membedakan rasa nasi sushi dan nasi biasa. Nasi sushi cenderung lebih lengket dan kaya rasa.
Dalam bahasa Jepang, nasi sushi disebut sushimeshi. Sushi yang sempurna dimulai dengan nasi yang sempurna. Bagaimana cara membuatnya?
Pertama, gunakan beras yang memang diperuntukkan untuk membuat sushi. Beras sushi saat saat dimasak teksturnya seperti ketan agak lengket tapi tak terlalu padat.
Lebih bertepung dan bulat daripada varietas beras yang berbiji panjang. Kamu bisa membelinya secara online.
Siapkan juga cuka beras yang halal. Bahan ini juga banyak yang menjualnya secara online. Untuk lebih jelas, berikut bahan-bahannya
- 3 gelas beras Jepang
- 3 1/4 gelas air
- 1/3 cangkir cuka beras halal
- 3 sendok makan gula
- 1 sendok teh garam

Cara membuat:
- Masukkan beras dalam mangkuk besar dan cuci dengan air dingin. Ulangi mencuci sampai tidak ada lagi pati yang keluar dan air menjadi hampir jernih. Saring airnya sampai benar-benar kering.
- Tempatkan nasi di penanak nasi dan tambahkan air. Biarkan beras terendam dalam air selama setidaknya 30 menit. Pencet tombol cook. Saat nasi matang, biarkan tanak selama sekitar 15 menit.
- Siapkan cuka sushi dengan mencampurkan cuka beras, gula, dan garam dalam wajan kecil. Masak dalam api kecil sampai semuanya larut. Setelah itu, dinginkan.
- Taruh nasi yang telah tanak ke dalam wadah besar, tuang campuran cuka beras dan aduk rata. Nasi pun siap diolah menjadi sushi.
Sumber: The Spruce
Dream - Menikmati sushi langsung di kedainya saat ini bukan pilihan tepat karena pandemi Covid-19, terutama jika membawa anak-anak. Seorang ayah asal Jepang yang memiliki channel Youtube Morikawa Papa, melakukan hal yang sangat kreatif.
Ia membuat 'kedai' sushi di rumahnya, untuk menghibur sang anak. Biasanya, anak-anak suka sekali menyomot sushi di conveyor belt yang terus memutar.

(Foto: Channel Morikawa Papa)
Berada di rumah bukan berarti fitur penyajian khas sushi ini tidak ada. Morikawa Papa justru membuatnya sendiri. Ia memanfaatkan track kereta api mainan yang terus memutar.
Bagian atas kereta ditempel dengan mangkuk kertas. Sushi favorit anaknya kemudian ditaruh di dalam mangkuk tersebut dan bisa langsung disantap.

(Foto: Channel Morikawa Papa)
Ia juga memasak nasi sendiri untuk membuat beberapa menu sushi. Antara lain sushi salmon, kentang dan sushi dengan udang.
Saat sang anak melihat, tentunya kegirangan. Bocah itu dengan semangat mengambil menu sushi dalam mangkuk yang berputar di atas rel.

Super kreatif, bukan? Mungkin kamu bisa membuatnya sendiri di rumah untuk mengobati kerinduan sajian sushi dengan conveyor belt. Lihat video lengkapnya di sini.
Dream - Industri kuliner, khususnya restoran berbintang di masa pandemi saat ini terus berjuang untuk bertahan. Jika sebelumnya menu-menu restoran bergengsi tak bisa dibungkus untuk dibawa pulang, kini justru banyak yang membuat menu khusus.
Salah satunya restoran berbintang tiga Michelin di New York, Masa. Restoran ini biasanya menyajikan menu makanan khas Jepang seperti sushi berkualitas tinggi. Dalam kondisi pandemi seperti sekarang restoran tak bisa buka seperti biasa.

Akhirnya, Masa membuat menu sushi box. Bukan sushi biasa, tapi bertabur kaviar dan harganya selangit. Mencapai US$800 atau sekitar Rp11 juta. Menu ini pun jadi perbincangan di kalangan penyuka sushi di New York.
Tak disangka, meski harganya sangat mahal pembeli harus ikut antrean lewat email yang cukup lama. Pasalnya, restoran ini hanya menjual 20 box sushi per hari secara eksklusif.

Isian di dalamnya antara lain kanpachi, toro, salmon, akami tuna, tai sea bream, dan toro sashimi. Sepertinya banyak orang yang kangen sushi dan rela membayar berapa pun untuk bisa memakannya.
Sumber: Big Seven Travel