Rekor, Bocah 10 Tahun Masak 33 Menu dalam 1 Jam

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 23 Oktober 2020 09:02
Rekor, Bocah 10 Tahun Masak 33 Menu dalam 1 Jam
Sejak kecil Saanvi selalu terlibat di dapur bersama ibu dan neneknya saat menyiapkan masakan.

Dream - Mengolah bahan makanan menjadi masakan merupakan keterampilan hidup yang penting dimiliki setiap orang. Ada yang menjadikannya sekadar sebagai 'modal'dasar untuk hidup namun ada juga yang memiliki talenta memasak luar biasa sejak kecil.

Saanvi M Prajit, 10 tahun, seorang bocah perempuan dari Ernakulam, Kerala, membuktikan kalau keahlian memasak sudah mengalir dalam dirinya. Ia baru saja masuk dalam " The Asia Book of Records" pada awal Oktober 2020 lalu karena berhasil memasakan 33 menu hanya dalam waktu kurang dari 1 jam.

Hidangan yang ia siapkan dalam waktu kurang dari 60 menit sangat beragam. Antara lain Idli, Waffle, Corn Fritters, Jamur Tikka, Uttapam, Sandwich, Papdi Chaat, nasi Goreng, ayam panggang, pancake dan masih banyak lagi.

 

1 dari 5 halaman

" Otoritas Asia Book of Records menyaksikan secara online acara memasak yang diselenggarakan di kediaman di Visakhapatnam. Selain itu, dua petugas resmi menyaksikan memasak 33 menu dalam satu jam oleh Saanvi," kata ibu Saanvi, dikutip dari Times of India.

Menu buatan Saanvi© Times of India

Rupanya Saanvi sejak kecil memang sangat suka memasak. Ia selalu dilibatkan ibu dan neneknya saat mengolah masakan untuk anggota keluarga. Bocah cantik ini juga memiliki saluran YouTube sendiri yang menampilkan berbagai masakan dan resep buatannya.

2 dari 5 halaman

Sumpit Jepang, Korea dan China Ternyata Tak Sama, Apa Bedanya?

Dream - Cina, Jepang, dan Korea adalah tiga negara yang mayoritas penduduknya menggunakan sumpit untuk makan sehari-hari. Mereka juga terbiasa menggunakan sumpit untuk memasak.

Sumpit jadi alat makan yang wajib ada di tiap rumah dan kedai serta restoran berkelas di tiga negara tersebut. Banyak yang tak tahu kalau detail sumpit dari Jepang, Cina dan Korea berbeda. Apa bedanya?

Sumpit Jepang, Korea dan China Ternyata Tak Sama, Apa Bedanya?© MEN

Sebelum mengetahui perbedannya, simak dulu sejarah sumpit. Alat makan ini diperkirakan berusia lebih dari 5.000 tahun. Berasal dari China, alat makan ini lalu mulai menyebar ke Jepang dan Korea pada 500 Masehi.

Pada zaman kuno, sumpit dibuat dari pohon atau bambu. Awalnya, sumpit digunakan sebagai alat untuk mengambil makanan yang dimasak dalam pot atau dari api. Karena kekurangan bahan bakar, makanan dipotong menjadi bagian yang sangat kecil sebelum dimasak, menghilangkan kebutuhan akan pisau.

Ketahui perbedaan sumpit di tiap negara berikut.

 

3 dari 5 halaman

Cina

Sumpit Jadi Alat Makan Utama Warga Jepang dan China, Ini Ceritanya© MEN

Masyarakat Cina adalah orang pertama yang menemukan sumpit lebih dari 5000 tahun yang lalu. Dikatakan bahwa sumpit dianggap sebagai perpanjangan jari, yang tidak bisa memegang hidangan dingin atau panas ekstrem. Sumpit sebagian besar terbuat dari kayu yang belum selesai dan memiliki bentuk persegi panjang dengan ujung tumpul. Sumpit Cina lebih panjang dan lebih tebal dari model Korea dan Jepang.

Sumpit ini sudah lama digunakan sejak makanan Cina sering disajikan dalam restoran berkelas. Mejanya lebih besar sehingga membutuhkan sumpit yang lebih panjang ekstra untuk meraih hidangan yang agak jauh. Sumpit Cina juga tidak meruncing di ujungnya sebanyak sumpit Jepang dan Korea.

 

4 dari 5 halaman

Jepang

Sumpit© Pixabay

Orang Jepang mengembangkan jenis sumpit yang khas. Jepang memiliki banyak model sumpit yang digunakan untuk tujuan yang berbeda, termasuk penggunaan memasak, makan makanan tertentu, mengambil permen, dan selama pemakaman. Orang Jepang menggunakan sejumlah bahan dalam pembuatan sumpit mereka. Kayu dan plastik adalah bahan utama yang digunakan saat ini.

Sumpit Jepang juga terbuat dari tulang, logam, dan bahkan gading (ini biasanya disediakan untuk acara khusus). Sumpit Jepang umumnya bulat di ujungnya dan lebih pendek dari model Cina. Sumpitnya juga lebih berwarna dan dirancang dengan banyak detail.

 

5 dari 5 halaman

Korea

Sumpit© Pixabay

Sumpit Korea lebih banyak menggunakan stainless steel, sedangkan yang digunakan di Jepang dan Cina terbuat dari bahan alami. Karena logam bisa licin, sumpit ini dibuat kasar di ujungnya untuk mengurangi licin.

Alasan lainnya adalah karena latar sejarah. Dulu, sumpit perak murni banyak digunakan oleh Raja Korea. Bahan perak akan berubah warna jika ada yang berusaha meracuni makanan Raja. Perbedaan mencolok lainnya adalah sumpit di Korea tidak sepanjang yang digunakan di Jepang dan Cina.


Sumber: Pogogi

Beri Komentar