Ikan Bawal Bakar (Foto: Shutterstock)
Dream - Selama di rumah dalam masa social distancing (menjaga jarak sosial) banyak hal yang bisa Sahabat Dream. Salah satunya beraksi di dapur. Mungkin kamu kangen dengan hidangan ikan bakar favorit di restoran langganan.
Demi kesehatan, kurangi dulu bepergian, apalagi ke tempat yang banyak orang. Untuk mengobati kerinduan akan ikan bakar, bikin saja sendiri di rumah. Menu yang cukup mudah diolah adalah ikan bawal. Bahannya sangat sederhana
Ikan satu ini sangat gurih, apalagi saat dilumuri rempah dan kecap lalu dibakar. Seperti apa cara membuatnya? Simak resepnya.
Bahan:
- 4 ekor ikan bawal
- 1 buah jeruk nipis
Bumbu oles:
- 4 sdm kecap manis
- 1 sdm margarin
- garam secukupnya
- 2 siung bawang putih
- 5 siung bawang merah
- 1 ruas kunyit
- 2 butir kemiri

Cara membuat:
- Bersihkan ikan bawal dan lumuri dengan jeruk nipis. Biarkan kurang lebih 15 menit, bilas bersih
- Tumis bumbu halus hingga matang, matikan api. Tuang ke dalam wadah dan campurkan dengan kecap manis
- Oleskan bumbu pada ikan secara merata. Panggang ikan hingga matang sambil sesekali dibalik dan dioles lagi dengan bumbu
- Sajikan ikan bawal bakar dengan sayur dan sambal favorit
Laporan Feby Anindya/ Sumber: Fimela
Dream - Nangka muda dengan warna cokelat kehitaman disajikan di kuali tanah liat. Begitu legit saat digigit. Disajikan dengan suwiran ayam, telur pindang dan kerecek. Membayangkan sajian gudeg memang bisa langsung memantik selera makan.

Menu gudeg kini bisa dengan mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia, meskipun yang otentik berada di Yogyakarta. Sahabat Dream pernah berpikir mengapa menu tersebut dinamakan gudeg?
Jawabannya harus menelusuri sejarah Mataram. Konon, makanan yang menjadi ikon Kota Yogyakarta ini sudah ditemukan pada masa Kesultanan Mataram Islam pertama. Jauh lebih dulu sebelum nama kota Yogyakarta digaungkan.
Saat Kesultanan Mataram Islam hendak didirikan, Panembahan Senopati harus 'babat alas' Alas Mentaok atau membuka hutan belantara untuk memperluas wilayah. Panembahan Senopati memerintah prajurit Mataram dan semua kaum pekerja untuk 'babat alas' yang kelak bernama Yogyakarta ini.
Ternyata, di Alas Mentaok tersebut terdapat banyak pohon nangka dan kelapa. Pada saat itu, nangka yang sudah matang langsung dimakan dan kelapa muda juga dijadikan minuman. Nangka muda dan kepala tua tentunya sayang dibiarkan begitu saja.

Akhirnya nangka muda dan santan yang dihasilkan dari kelapa dimasak dan dijadikan santapan bersama. Banyaknya prajurit dan pekerja pada saat itu, mengharuskan memasak dalam jumlah yang banyak.
Dimasaklah nangka muda dengan santan dari kelapa ditambah gula aren, berbagai macam bumbu, serta rempah-rempah, di dalam kuali besar.
Baca kelanjutan kisah gudeg di Diadona.id
Dream - Lee Seung Gi, selebritas asal Korea Selatan rupanya sedang ada di Indonesia. Tak ada informasi sebelumnya kalau aktor tampan itu bakal mengunjungi kota Gudeg.

Seung Gi datang Yogyakarta ternyata bukan untuk menemui para penggemar atau menggelar konser. Ada pekerjaan yang harus dilakukannya, yaitu syuting variety show berjudul " 2 Man Trip" .
Tak sendirian, Seung Gi juga bersama seleb Taiwan, Jasper Liu. Selama di Yogyakarta, dua pria ini menyempatkan cicipi cenil lupis ternama seantero dunia bikinan Mbah Satinem.
Mbah Satinem, sang pembuat sekaligus penjual cenil, memang sangat populer bukan hanya di Indonesia, tapi juga berbagai negara. Dagangannya jadi incaran turis asing saat datang Yogyakarta.
•kdm• Lee seung gi lagi di jogja donggg ðŸ˜ðŸ˜ pic.twitter.com/sTTVRPEBWW
— K-Drama Menfess // RULES CEK LIKES (@kdrama_menfess)September 3, 2019
Hal ini lantaran serial Netflix berjudul 'Street Food' yang mengulas lupis buatannya yang begitu melegenda di Yogyakarta. Ada potongan video yang tersebar di Twitter, saat Seung Gi sedang membeli lupis Mbah Satinem.