Tabula Rasa: Tantangan Film Kuliner Nusantara

Reporter : Yusmaisya
Rabu, 10 September 2014 15:15
Tabula Rasa: Tantangan Film Kuliner Nusantara
Film ini mempunyai cerita yang berbeda dan menjadi terobosan baru bagi dunia perfilman Indonesia. Seperti apa filmnya ya?

Dream - Kata Tabula Rasa memang identik dengan rasa. Anda pun pasti berpikir tentang kuliner yang memiliki rasa lezat dan nikmat. Memang, film ini merupakan drama keluarga yang menceritakan tema kuliner nusantara.

Tabula Rasa merupakan film garapan sutradara Adriyanto Dewo dan penulis Tumpal Tampubolon yang diproduseri oleh Sheila Timothy. Film ini mempunyai cerita yang berbeda dan menjadi terobosan baru bagi dunia perfilman Indonesia. Karena film ini menceritakan sebuah keluarga dengan menggunakan kekayaan kuliner Indonesia sebagai cerita utama.

Dikutip dari laman Vemale.com, Sheila Timoty selaku produser film mendapat ide empat tahun lalu. Bermula dari ibunya yang jago masak. Hobinya juga senang acara tv kuliner. dan film kuliner jarang banget dan terinspirasi dari sang ibu.

" Filosofi film ini ada banyak sih sebenarnya, dan yang paling utama tentang beragamnya budaya Indonesia. Dari Barat ada Sumatra Barat dari Timur di Papua, beda warna kulit pasti beda rasa masakannya," tambah Sheila.

Proses pembuatan film kuliner ini berbeda dari film pada umumnya. Itulah yang membuat sutradara tertantang menggarap Tabula Rasa.

Mengalami kesulitan pada saat adegan makan tak hanya dialami Adriyanto sebagai sutradara, akan tetapi para pemain terutama Jimmy juga merasakan susahnya berakting dengan adegan makan.

" Susah ya, apalagi adegan makan terus sambil nangis, itu susah sekali. Karena kita harus nangis kan kalau nggak berhasil take ulang lagi terus makan lagi," kata salah satu pemeran, Jimmy Kobogau.

Menurut Sheila, film Tabula Rasa adalah film Indonesia pertama yang mengangkat tema kuliner. Sehingga film ini benar-benar harus membutuhkan riset dan observasi kehidupan sehari-hari masyarakat Minang dan Papua. Riset yang tepat tidak asal-asalan dalam pembuatannya.

" Film ini dibuat dengan rasa dan cinta serta mempunyai harapan baik agar masyarakat dapat menerima dengan baik film Tabula Rasa," tutup Sheila dengan memberikan harapan.

(Ism, Sumber: Vemale.com)

Beri Komentar