Telur Sebaiknya Disimpan di Lemari Es, Ini Alasannya

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 12 September 2022 06:01
Telur Sebaiknya Disimpan di Lemari Es, Ini Alasannya
Terpapar salmonella adalah risiko utama jika mengonsumsi telur yang tidak didinginkan

Dream - Kandungannya yang sangat kaya protein menjadikan telur salah satu bahan makanan favorit banyak orang. Rasanya yang lezat dan bisa diolah menjadi beragam hidangan, membuat telur selalu distok di rumah.

Bagi sebagian orang, lemari es menjadi tempat andalan penyimpanan telur. Sebenarnya, apakah tepat menyimpan telur dalam kulkas?

Britanny Saunier, Director of the Partnership for Food Safety Education, mengatakan sangat penting untuk menyimpan telur di lemari es karena suhunya cenderung stabil dan konsisten.

Terpapar salmonella adalah risiko utama jika mengonsumsi telur yang tidak didinginkan. “ Antara 40 dan 140 derajat, bakteri dapat tumbuh dengan cepat—itulah yang kami sebut 'zona bahaya'. Sebagian besar lemari es disetel pada suhu 40 derajat atau lebih rendah, dan itu membuat segalanya lebih aman karena menyediakan lingkungan yang konsisten dan menghentikan pertumbuhan bakteri,” kata Saunier, dikutip dari RD.com.

Strain bakteri paling umum yang terkait dengan telur adalah salmonella enteritidis. Bukan hanya menyebabkan diare, efek jangka panjangnya bisa menyebabkan gagal ginjal atau bahkan kematian.

 

1 dari 5 halaman

Cara menyimpan telur yang benar

Menurut Jaydee Hanson, direktur kebijakan untuk The Center for Food Safety, telur harus disimpan di lemari es dengan suhu setidaknya 40 derajat atau lebih dingin. “ Jika menyimpan telur pada suhu yang tepat, itu tidak akan membahayakan,” katanya.

Tren Telur Vegan, Terbuat dari Bahan Nabati

Saunier merekomendasikan untuk menyimpan telur di rak lemari es daripada di pintu. Hal itu karena suhu di pintu cenderung tak stabil dan sering dibuka tutup. Dia juga merekomendasikan untuk menyimpan telur di dalam karton atau wadah tertutup untuk meminimalkan kontaminasi silang oleh produk makanan lainnya.

Cara lain untuk mengurangi risiko sakit akibat telur adalah dengan memasaknya sampai benar-benar matang. Jika kamu suka mengkonsumsi telur setengah matang atau makanan yang mengandung telur mentah, disarankan untuk menggunakan telur pasteurisasi.


Laporan: Meisya Harsa Dwipuspita/ Sumber: Reader's Digest

2 dari 5 halaman

4 Telur Unggas yang Termasuk Paling Mahal di Dunia

Dream - Telur ayam termasuk hidangan yang sangat kaya protein. Selalu jadi andalan untuk membuat menu sarapan karena praktis dan kaya gizi. Sebenarnya bukan hanya telur ayam yang bisa disantap, tapi ada juga telur dari unggas lain yang dikenal nikmat.

Bukan hanya karena rasa, telur-telur unggas ini juga diketahui memiliki harga yang cukup mahal. Sahabat Dream mungkin penasaran atau malah bisa jadi pernah menyantapnya. Telur apa saja? Yuk simak.

Telur Camar

Telur camar

Para keluarga bangsawan Inggris suka sekali menyantap telur burung camar. Permintaannya begitu tinggi di Inggris, tapi pasokannya sangat langka. Telur burung camar termasuk langka dan hanya tersedia hanya selama 4 minggu dalam setahun. Tak heran kalau telur ini harganya cukup mahal, sekitar Rp150 ribu per butir. Telur burung camar biasa diolah dengan cara direbus.

 

3 dari 5 halaman

Telur Emu

Telur emu

Telur yang dihasilkan burung Emu sangat besar. Saking besarnya, satu telur emu setara dengan selusin atau sekitar 15 telur ayam. Biasa disajikan dengan cara didadar kemudian disantap bersama-sama. Warnanya sangat berbeda dari telur unggas pada umumnya. Harganya diketahui sekitar Rp374 ribu per butir.

 

4 dari 5 halaman

Telur Kalkun

Telur kalkun

Telur burung kalkun memang jarang dijual secara komersial karena kalkun membutuhkan waktu lama untuk bertelur. Bila bertelur hanya beberapa butir tiap minggu. Telur kalkun merupakan makanan lezat dan rasanya mirip dengan telur ayam. Harganya sendiri sekitar Rp561 ribu per lusin.

 

5 dari 5 halaman

Telur Puyuh

Telur puyuh

Bagi orang Indonesia, telur puyuh termasuk terjangkau, tetapi di luar negeri harganya sangat mahal. Jumlah burung puyuh memang tak sebanyak di Indonesia, sehingga harganya tinggi. Bila dibandingkan telur ayam, telur puyuh meskipun berukuran kecil tapi harganya lebih mahal.

Sumber: Times of India

Beri Komentar