Daftar Terbaru 10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia 2022, Ada Jakarta?

Reporter : Okti Nur Alifia
Selasa, 6 Desember 2022 15:45
Daftar Terbaru 10 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia 2022, Ada Jakarta?
Data ini diungkap oleh Economist Intelligence Unit (EIU). Kota mana saja?

Dream - Di mana kota termahal di dunia untuk ditinggali saat ini? Jawabannya adalah Singapura. Setelah Singapura, disusul New York, Amerika Serikat.

Data ini diungkap oleh Economist Intelligence Unit (EIU). Singapura menduduki puncak daftar kota dengan biaya hidup termahal untuk ke delapan kalinya dalam 10 tahun.

Menurut laporan EIU dalam survei Worldwide Cost of Living yang baru di 172 kota, Singapura dan New York tahun lalu menurunkan Tel Aviv ke posisi ke tiga berkat inflasi yang lebih tinggi dan mata uang yang lebih kuat.

Menurut survei itu, harga rata-rata barang dalam nilai uang lokal kedua kota tersebut melonjak 8,1 persen tahun ini.

1 dari 5 halaman

Kepala Worldwide Cost of Living di EIU, Upasana Dutt, mengatakan bahwa alasan utama inflasi tinggi di New York dan Singapura adalah gangguan rantai pasokan dari kebijakan nol-Covid-19 di China serta perang Rusia-Ukraina.

" Gabungan keduanya memberi lebih banyak tekanan pada akses ke barang dan ketersediaan produk yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dan keduanya bersama-sama, kemudian mendorong inflasi di seluruh dunia," katanya.

Perusahaan riset dan analisis itu juga menemukan bahwa kenaikan harga paling tajam adalah bensin atau Bahan Bakar Minyak (BBM). Rata-rata, harga bensin di kedua kota itu naik hingga 22 persen dari tahun sebelumnya.

2 dari 5 halaman

Federal Reserve atau The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 375 basis poin sepanjang tahun ini mengingat inflasi yang terus-menerus tinggi, dan kenaikan suku bunga yang lebih kecil dapat terjadi pada bulan Desember 2022.

Kenaikan itu berdampak pada dolar AS, yang membuat harga barang lebih mahal.

" New York muncul di daftar ini untuk pertama kalinya. Jadi untuk dolar AS menguat begitu banyak dan sampai ke tempatnya sekarang, itu sangat tidak biasa," kata Dutt.

Dilansir CNBC, berikut ini adalah kota-kota termahal di dunia untuk ditinggali, menurut survei EIU Worldwide Cost of Living tahun 2022 : 

- Singapura

- New York

- Tel Aviv

- Hong Kong

- Los Angeles

- Zurich

- Jenewa

- San Francisco

- Paris

- Copenhagen

- Sydney

3 dari 5 halaman

New York Geser Hong Kong Jadi Pusat Perbelanjaan Termahal di Dunia

Dream - New York, Amerika Serikat (AS), menggeser Hong Kong sebagai distrik perbelanjaan termahal di dunia tahun 2022. Pergeseran titel ini terjadi di tengah perlambatan ekonomi dan kurangnya pengunjung internasional ke Hong Kong karena Covid-19.  

Distrik Tsim Sha Tsui Hong Kong yang berada di peringkat pertama sejak 2019, tergeser ke posisi dua oleh distrik Fifth Avenue di Manhattan.

Menurut laman SCMP, perusahaan real estate global Cushman & Wakefield menyebut harga sewa di distrik Tsim Sha Tsui turun 41 persen mejadi US$1.436 dolar atau sekitar Rp22,5 juta per kaki persegi pada periode yang sama.

Sementara itu, sewa rata-rata di Fifth Avenue atas sendiri melonjak 14 persen jadi US$2.000 dua atau sekitar Rp31,3 juta per kaki persegi pada kuartal ke tiga, dibandingkan dengan tingkat pra-pandemi.

4 dari 5 halaman

Sewa di distrik perbelanjaan utama Hong Kong lainnya, Causeway Bay, turun tujuh persen selama setahun terakhir dan 49 persen sejak sebelum pandemi menjadi US$1.292 dolar atau sekitar Rp20,2 juta per kaki persegi. 

Direktur eksekutif dan kepala layanan ritel Cushman di Hong Kong, Kevin Lam, berkata, " Toko-toko kosong mendominasi di dua distrik perbelanjaan tradisional Hong Kong karena kedatangan turis daratan di Hong Kong masih pada tingkat yang sangat rendah."

" Dengan latar belakang, kami telah melihat perubahan bauran perdagangan di lokasi ritel utama," tambah Lam, mengutip transisi di Causeway Bay dari pengecer mewah ke toko yang melayani kebutuhan gaya hidup dan pengeluaran lokal.

5 dari 5 halaman

Hong Kong juga telah melonggarkan kebijakan perbatasan mereka pada bulan ini. Aturan terbaru sementara hanya berlaku untuk wisatawan turis asing yang masuk ke negara itu. 

Freddy Yip Hing-ning, presiden Asosiasi Pemilik Agen Perjalanan Hong Kong, menyoroti belum ada kelompok wisata yang datang ke kota itu. 

" Butuh satu atau dua bulan untuk melihat hasilnya, karena negara-negara lain telah melonggarkan pembatasan bagi wisatawan," katanya. 

Ketua TIC Gianna Hsu Wong Mei-lun berharap melihat tur kelompok yang lebih kecil, masing-masing sekitar 10 hingga 20 anggota, dari negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand, Filipina, Singapura dan Malaysia, ketika pengaturan baru pertama kali dimulai. (Liputan6.com)

Laporan: Rena Safira

Beri Komentar