10 Profesi Paling Laku 10 Tahun ke Depan

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 5 Maret 2016 15:02
10 Profesi Paling Laku 10 Tahun ke Depan
Bagaimana nasib profesi kamu 10 tahun ke depan? Adakah di daftar ini

Dream - Di tengah ekonomi yang melambat, setiap orang cemas dengan masa depannya. Bahkan kecemasan seperti ini pun dirasakan negara-negara kaya seperti Amerika Serikat (AS).

Perasaan yang sama juga sempat membuat pekerja di Indonesia khawatir. Beberapa bulan lalu sempat muncul kabar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sejumlah pekerja di Tanah Air. 

Masyarakat khususnya generasi muda pun harus pintar memilih jurusan kuliah serta pekerjaan yang akan dilamar. Tujuannya, agar mereka bisa memulai meniti karir dengan perasaan tenang. 

Dari ratusan profesi populer di dunia, 10 pekerjaan berikut adalah yang paling banyak dicari selama dekade terakhir dan diproyeksikan akan terus bertahan ke dekade berikutnya.

Kesepuluh profesi berikut diambil karena menawarkan gaji di atas rata-rata profesi lainnya. Selain itu, profesi-profesi tersebut tidak memerlukan terlalu banyak investasi dalam pendidikannya.

 

1 dari 3 halaman

10 Profesi Paling Laku 10 Tahun ke Depan

10 Profesi Paling Laku 10 Tahun ke Depan © Dream

1. Pengembang Aplikasi

Gaji tahunan seorang pengembang aplikasi mobile bisa mencapai US$ 96,461 atau sekitar Rp 1,2 miliar. Berkembangnya teknologi mobile mendorong tingginya permintaan untuk pengembangan aplikasi baru dari semua jenis. Dari sekitar 411.000 pekerjaan saat ini, profesi di bidang ini diproyeksikan tumbuh 20% pada tahun 2025. Dan pengembang sistem perangkat lunak memperoleh pendapatan rata-rata US$ 103,083 atau sekitar Rp 1,3 miliar per tahun.

Gelar sarjana dari jurusan ilmu komputer, rekayasa perangkat lunak atau bidang terkait adalah persyaratan standar untuk mendapat pekerjaan pengembangan aplikasi. Tapi gelar master bisa memberikan pendapatan yang lebih besar. Tanpa gelar sarjana, Anda masih bisa bekerja di bidang teknologi sebagai pengembang web, profesi yang hanya membutuhkan gelar dari sebuah asosiasi untuk dengan gaji rata-rata sekitar US$ 60,000 atau sekitar Rp 787 juta setahun.

2. Praktisi Perawat

Beda dengan perawat biasa, Praktisi Perawat yang di AS disebut Nurse Practitioner (NP) memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang lebih tinggi. NP mampu memberikan banyak perawatan yang sama seperti dokter, termasuk melakukan pemeriksaan rutin dan menulis resep, dan mereka dapat bekerja secara independen. Kode etik seorang NP bervariasi menurut negara. NP perlu menjadi perawat terdaftar sebelum mengejar gelar master atau doktor.

Selain NP, ada Asisten Dokter atau Physician's Assistant (PA) yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang setara. PA dilatih untuk mendiagnosa dan mengobati pasien dan mampu menulis resep dan melakukan tes laboratorium. Tapi tidak seperti NP, mereka bekerja di bawah pengawasan dokter dan ahli bedah. 

3. Analis Keamanan Sistem Informasi

Semakin meningkatnya jumlah kejahatan cyber, membuat profesi Analis Sistem Informasi menjadi pilihan para organisasi, baik pemerintah atau swasta. Dengan gaji per tahun US$ 89,558 atau setara Rp 1,1 miliar, profesi cukup memerlukan gelar sarjana jurusan ilmu komputer, pemrograman atau teknologi terkait lainnya. Pengalaman sangat diperlukan untuk profesi ini, setidaknya lima tahun menjadi administrator jaringan, misalnya. 

4. Analis Sistem Komputer

Dengan komputerisasi di segala bidang, sehingga tidak ada bisnis yang tidak bergantung pada komputer saat ini. Kondisi ini membuat permintaan terhadap ahli komputer menjadi sangat tinggi. Dan analis sistem komputer memastikan bahwa kebutuhan teknologi organisasi 'terpenuhi dan terus-menerus ditingkatkan sesuai dengan kemajuan dan tuntutan dunia yang semakin terhubung satu sama lain.

Gelar sarjana di bidang teknologi informasi (salah satu jurusan kuliah yang terbaik untuk karier yang menguntungkan) atau bidang khusus lainnya yang berhubungan dengan komputer dibutuhkan untuk pekerjaan ini. 

 

2 dari 3 halaman

10 Profesi Paling Laku 10 Tahun ke Depan

10 Profesi Paling Laku 10 Tahun ke Depan © Dream

5. Ahli Terapi Fisik

Generasi baby boomer yang semakin menua menjadi keuntungan bagi mereka yang bekerja di bidang terapi fisik. Lebih banyak ahli terapi fisik yang akan dibutuhkan untuk merawat para manula yang kena serangan jantung dan stroke, termasuk membimbing mereka menjalani rehabilitasi. Dan dengan kemajuan teknologi pengobatan, lebih banyak orang akan bertahan dari trauma tersebut dan membutuhkan layanan yang bersifat rehabilitatif. Selain gelar doktor, Anda akan membutuhkan lisensi untuk menjadi ahli terapi fisik. 

6. Ahli Riset Pasar

Ahli riset pasar membantu perusahaan menavigasi lanskap bisnis yang semakin kompetitif dengan angka-angka dan mempelajari kondisi pasar dan perilaku konsumen. Dengan analisis mereka, perusahaan dapat mengembangkan strategi pemasaran yang efektif, mulai dari pengaturan harga yang tepat dan memilih lokasi toko menguntungkan.

Gaji seorang ahli riset pasar US$ 62,226 atau sekitar Rp 817 juta setahun. Sebenarnya gelar sarjana statistik atau matematika sudah cukup untuk menjadi ahli riset pasar. Namun jika Anda punya gelar doktor akan sangat menguntungkan dari segi karier dan penghasilan. Pengalaman dan latar belakang di bidang statistik atau analis data akan menjadi nilai tambah. 

7. Ahli Sonografi

Di AS ada jurusan khusus bagi mereka yang ingin menjadi ahli sonografi. Mereka biasanya menempuh program gelar asosiasi di perguruan tinggi teknik selama dua tahun. Jika ingin menempuh gelar sarjana, mereka hanya perlu menambah waktu dua tahun di perguruan tinggi yang sama atau perguruan tinggi lainnya. Ahli sonografi mengoperasikan alat pencitraan khusus untuk melihat ke dalam tubuh pasien dan membantu dokter dalam menilai kondisi medis seorang pasien. Gaji seorang ahli sonografi bisa mencapai US$ 68,886 atau sekitar Rp 900 juta per tahunnya. 

3 dari 3 halaman

10 Profesi Paling Laku 10 Tahun ke Depan

10 Profesi Paling Laku 10 Tahun ke Depan © Dream

8. Ahli Kesehatan Gigi

Orang-orang yang bekerja di lingkungan kesehatan gigi pasti akan tersenyum senang. Masalahnya, permintaan untuk seorang ahli kesehatan gigi selalu meningkat. Selain itu, profesi asisten dokter gigi juga mengalami peningkatan permintaan. Jika ahli kesehatan gigi pertumbuhannya diperkirakan 21,8%, dokter gigi dan asisten dokter gigi masing-masing mengalami pertumbuhan 12,7% dan 16% dalam 10 tahun mendatang.

9. Analis Riset Operasional

Bisnis selalu berada di bawah tekanan konstan untuk melakukan hal-hal yang lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. Maka hadirlah analis riset operasional. Profesi ini sangat membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi, menekan biaya dan menaikkan profit, menggunakan metode matematis dan analitis. Dan dengan kemajuan teknologi, memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan lebih banyak data tentang bisnis dan pelanggan mereka. Anda dapat menduduki posisi analis riset operasional entry-level dengan memiliki gelar sarjana di bidang teknik, analisis atau matematika.

10. Manajer Layanan Kesehatan

Populasi yang semakin bertambah menuntut peningkatan pelayanan medis, serta orang-orang yang bisa mengelola layanan tersebut. Karena itulah dibutuhkan manajer layanan kesehatan yang akan mengawasi fungsi atau fasilitas medis secara keseluruhan. Mereka bisa menjadi administrator rumah jompo atau manajer rumah sakit. Gelar sarjana di bidang administrasi kesehatan adalah tiket menuju profesi ini. Tapi gelar master dalam pelayanan kesehatan, administrastor perawatan atau kesehatan masyarakat juga umum di antara para profesi ini. Anda mungkin perlu lisensi untuk menjalankan beberapa jenis fasilitas medis, seperti rumah jompo.

Beri Komentar