10 Tanda Kondisi Keuangan Anda dalam Bahaya

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 24 September 2014 08:30
10 Tanda Kondisi Keuangan Anda dalam Bahaya
Punya gaji besar namun utang masih terus menumpuk? Jangan-jangan Anda tengah berjalan ke dalam lubang bahaya.

Dream - Meski menyandang status negara kaya, tak menjamin penduduk Amerika Serikat bebas dari lilitan utang. Munculnya ancaman resesi ekonomi ternyata tak membuat penduduk ini menyiapkan tabungan untuk menghadapi situasi terburuk.

Survei terbaru NeighborWorks America Survey, organisasi pengembangan masyarakat dan perumahan yang dikelola para profesional di Washington DC, AS menemukan gaya hidup warga AS justru tak berubah meski menghadapi resesi.

Bahkan hampir seperempat dari penduduk AS diperkirakan kehabisan uang dalam 30 hari ke depan.

Hasil survei juga menemukan 40 konsumen AS mengaku dana darurat yang dimiliki hanya mampu bertahan tiga bulan. Sementara 28 persen lainnya yakin dana darurat masih bisa membuat hidupnya bertahan paling tidak setahun ke depan.

Lampu merah kondisi keuangan memang tak hanya menjadi persoalan penduduk AS. Setiap manusia di dunia akan menghadapi persoalan serupa jika tak mengenai tanda-tanda bahaya.

Mengutip mainstreet.com, berikut 10 tanda-tanda kondisi keuangan Anda dalam bahaya:

1. Tidak mengetahui nilai utang pada kartu kredit

Langkah pertama adalah mengetahui berapa banyak Anda berutang pada setiap kartu kredit yang Anda punya saat ini. Jika Anda tidak mengetahuinya, maka Anda sudah menjalankan keuangan Anda secara salah.

2. Skor kredit di bawah batas minimal

Selalu memeriksa kembali laporan dan skor kredit dalam 12 bulan terakhir memungkinkan Anda bisa melihat kesalahan atau error yang bisa diperdebatkan dengan mudah. Pastikan skor kredit Anda di atas batas minimal agar memudahkan Anda mendapat kredit rumah atau mobil atau kredit lainnya dengan bunga yang lebih rendah.

3. Berada di ambang batas limit maksimal kartu kredit

Indikator lain yang menunjukkan seseorang sedang dalam masalah keuangan adalah berada di ambang batas limit maksimal kartu kredit yang dimilikinya. Jika Anda berpikir bisa mengatasi limit maksimal kartu kredit Anda saat ini dengan membuka kartu kredit baru, itu akan menambah buruk situasi keuangan Anda. Sebaiknya Anda mencari tahu mengapa Anda begitu tergantung kartu kredit dalam menopang gaya hidup Anda.

Biasanya batas maksimal penggunaan kartu kredit adalah tak lebih dari 35 persen. Jika di atas batas itu, utang Anda dianggap tinggi dan menjadi tanda peringatan bahwa Anda mungkin akan hidup di luar kemampuan finansial Anda dan dapat berdampak pada skor kredit Anda.

4. Membeli mobil secara kredit

Konsumen yang membeli mobil saat ini (cash) mereka selangkah lebih maju dari yang membeli secara kredit. Jika Anda sedang dalam krisis finansial, sebaiknya buat prioritas untuk membayar cicilan, entah itu cicilan rumah, mobil atau lainnya.

5. Belanja dengan rekening kosong

Indikator lain bahwa Anda memiliki masalah keuangan serius adalah tabungan Anda tekor lebih dari dua kali dalam 12 bulan terakhir. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah biaya overdraft-nya. Sudah umum bahwa bank mengizinkan nasabahnya yang memiliki kartu kredit untuk berbelanja meski dana dalam tabungannya kosong. Sebagai ganti, bank akan menarik biaya komisi atas pemakaian dana di atas limit (overdraft).

6. Tidak punya tabungan darurat

Jika Anda tidak memiliki rekening tabungan darurat, Anda bakal mengalami kesulitan. Mungkin saja Anda mengalami masalah dengan mobil, kehilangan pekerjaan atau mengalami kecelakaan kecil sehingga Anda tidak bisa bekerja. Menurut survei Bankrate.com, hanya 51% orang Amerika yang memiliki tabungan darurat daripada utang kartu kredit, sementara 17% tidak mempunyai kedua-duanya.

Sejak resesi, orang mengakui betapa pentingnya tabungan darurat. Mereka sudah kurang tertarik lagi untuk memiliki utang kartu kredit.

7. Mendapat panggilan tagihan

Menerima panggilan dan pemberitahuan tagihan merupakan tanda lain bahwa Anda hidup tidak sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Belanja konsumen dapat dengan mudah berakhir menjadi utang yang buruk. Utang yang digunakan untuk membeli barang konsumsi yang memiliki sedikit atau tidak ada nilai dalam jangka panjang. Contoh utang buruk adalah menggunakan utang kartu kredit untuk memenuhi standar hidup yang melebihi penghasilan seseorang.

8. Berutang gaji atau dana pensiun

Jika Anda sudah mulai berani mengotak-atik dana pensiun atau berutang gaji, maka itu tandanya keuangan Anda perlu dievaluasi lagi. Menambahkan utang di atas utang yang lama merupakan jebakan yang mematikan. Meski saldo tumbuh tapi Anda akan membayar bunga di atas bunga.

9. Anda menghabiskan lebih dari 28% dari gaji kotor untuk sewa rumah atau hipotek

Jika Anda menghabiskan lebih dari 28% dari gaji untuk membayar sewa atau hipotek maka itu akan menghambat kemampuan Anda untuk mempertahankan standar hidup yang moderat. Beberapa kreditur menyetujui hipotek bagi pemilik rumah untuk meminjam hingga 35% dari pendapatan mereka selama dekade terakhir, namun para ahli menyarankan agar tidak mendekati ambang batas tersebut. Batas 28% adalah aturan yang baik, tapi itu mungkin berbeda tergantung di mana dan bagaimana Anda menjalani hidup.

10. Menggunakan kartu kredit sebagai gaya hidup

Mampu mempertahankan gaya hidup Anda saat ini tanpa menggunakan kartu kredit Anda adalah pertanda yang baik. Sudah saatnya konsumen dapat dan harus menabung pendapatan pribadi mereka daripada memupuk utang. Paling tidak, mereka bisa menyisihkan 10% dari pendapatannya untuk ditabung.

Hidup sesuai kemampuan Anda setiap hari dan menggunakan kartu kredit hanya dalam keadaan darurat merupakan pilihan terbaik. Selain itu, tidak memiliki utang kartu kredit itu sendiri merupakan jaminan finansial yang bagus. Namun itu akan membutuhkan disiplin yang ketat dan butuh revisi tentang tujuan hidup Anda.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam