15 Tahun Cuti Sakit, Karyawan Ini Gugat Perusahaan karena Merasa Honornya Kurang dan Tak Pernah Naik

Reporter : Nabila Hanum
Jumat, 19 Mei 2023 18:45
15 Tahun Cuti Sakit, Karyawan Ini Gugat Perusahaan karena Merasa Honornya Kurang dan Tak Pernah Naik
Sejak mengambil cuti selama 15 tahun, pria tersebut tidak melakukan pekerjaan apapun.

Dream - Perusahaan biasanya punya aturan tersendiri bagi pegawai yang mengambil cuti. Ada yang tetap menerima setengah gajinya, tetapi ada juga yang tidak sama sekali sampai kembali bekerja.

Namun, baru-baru ini seorang pekerja IT yang mengambil cuti sakit sejak tahun 2008 menuntut perusahaan karena tidak diberi kenaikan gaji.

Dikutip dari Oddity Central, pria bernama Ian Clifford sebenarnya dibayar setiap tahun senilai Rp100 juta.

1 dari 6 halaman

Sejak mengambil cuti selama 15 tahun, pria tersebut tidak melakukan pekerjaan apapun. Meski begitu perusahaan tetap membayar gaji tahunannya.

Namun, Clifford menilai perusahaannya telah melakukan diskriminasi terhadap ‘disabilitas’. Dirinya mengklaim gajinya itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari sehingga ia mengajukan tuntutan kenaikan gaji ke pengadilan.

Shutterstock© Shutterstock

Diketahui Clifford mulai bekerja di perusahaan perangkat lunak Amerika, Lotus Development pada 2008. Sebelumnya ia juga pernah mengajukan keluhan tentang gaji cutinya lima tahun yang lalu.

2 dari 6 halaman

Perusahaan itu pun akhirnya menawarkan perjanjian dengan gaji terjamin dan tidak diwajibkan untuk bekerja sampai pemulihan, pensiun dan kematian.

Berdasarkan kesepakatan tersebut ia sudah dibayar 75% dari gajinya selama 15 tahun terakhir. Hakim yang menangani tuntutannya menilai bahwa pria itu sebenarnya sudah banyak menerima keuntungan dari kebijakan perusahaan sehingga kasus itu dibatalkan.

“ Pernyataan ini tidak berkelanjutan karena hanya penyandang disabilitas yang dapat memperoleh manfaat dari rencana tersebut. Ini bukan diskriminasi kecacatan, bahkan perusahaan sudah sangat bermurah hati. Bahkan jika nilai Rp 700 juta berkurang setengahnya selama 30 tahun, itu masih merupakan keuntungan yang sangat besar,” kata hakim ketenagakerjaan Paul.

3 dari 6 halaman

Jangan Iri! Pegawai Hoki Dapat Hadiah Cuti 365 Hari dan Tetap Terima Gaji

Dream - Seorang karyawan di China membuat iri banyak pekerja di kantornya. Bukan karena promosi jabatan atau naik gaji, pegawai ini baru memenangkan undian 365 hari cuti berbayar yang diadakan perusahaannya. Artinya, pegawai ini bisa berlibur dari pekerjaannya selama setahun.

Keberuntungan pegawai ini diketahui dari sebuah video viral yang memperlihatkan seorang pria yang tidak diketahui namanya itu, tengah memegang banner bertuliskan " 365 hari cuti berbayar" . 

Dia mendapatkannya saat jamuan makan malam tahunan perusahaan, yang diketahui beroperasi di Shenzhen, Cina. 

Makan malam tahunan perusahaan itu tidak diadakan selama tiga tahun karena pandemi, menurut media China, dan undian berhadiah diadakan kali ini untuk memberikan kelegaan kepada karyawannya dari stres kerja.

4 dari 6 halaman

Ditawarkan Cairkan Dana atau Cuti

Seorang karyawan administrasi di perusahaan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Ms Chen, mengatakan bahwa perusahaan akan berdiskusi dengan pemenang jika dia lebih memilih untuk mencairkan atau menikmati cuti berbayarnya.

Media lokal melaporkan bahwa pria pemenang tersebut sering bepergian sebagai bagian dari tanggung jawab pekerjaannya.

Berita tentang hadiah besar yang banyak diimpikan para pekerja itu telah menimbulkan kecemburuan di kalangan netizen Tiongkok, dengan beberapa orang bertanya-tanya tentang lowongan di perusahaan tersebut.

5 dari 6 halaman

Bukan Kali Pertama

Tetapi sifat hadiah yang tidak biasa membuat orang lain mendiskusikan kepraktisannya.

Seorang komentator di Douyin, aplikasi kembaran TikTok di China, berkata: “ Beranikah dia menerima hadiahnya? Setelah satu tahun, dia mungkin kembali untuk menemukan orang lain dalam perannya.”

Ini bukan pertama kalinya sebuah perusahaan China menawarkan cuti berbayar selama satu tahun sebagai hadiah utama undian berhadiah.

Pada Januari 2022, seorang karyawan penjualan dari perusahaan lain di Shenzhen, juga mendapatkan jackpot berupa cuti berbayar selama 365 hari.

Karyawan tersebut akhirnya mengubah sebagian dari penghargaannya menjadi uang tunai dan juga menyumbangkan sebagian darinya ke badan amal setempat, lapor media China.

Sumber: The Strait Times

6 dari 6 halaman
Beri Komentar