177 Orang Sukses dari Keringat Sendiri Benci Satu Sifat Ini

Reporter : Syahid Latif
Senin, 28 Maret 2016 07:09
177 Orang Sukses dari Keringat Sendiri Benci Satu Sifat Ini
Sifat inilah yang membuat banyak orang tak menggapai sukses di karir dan keuangan.

Dream - Seorang pria yang menghabiskan 5 tahun mempelajari hidup jutawan mandiri menemukan kebiasaan sehari-hari yang membuat Anda tidak juga menjadi kaya.

Setelah mempelajari kebiasaan sehari-hari dari 177 jutawan mandiri selama lima tahun, Thomas C. Corley menemukan bahwa mereka menghindari satu kebiasaan buruk. Menunda-nunda.

" Sifat ini mencegah seseorang, bahkan yang paling berbakat sekalipun, dari mewujudkan keberhasilan dalam hidup," tulis Corley dalam buku terbarunya, Change Your Habits, Change Your Life.

Temuan Corley itu saling mendukung dengan pernyataan penulis Napoleon Hill bahwa orang-orang terkaya juga orang-orang yang berani.

Dari 500 jutawan yang Hill pelajari di awal abad 20, dia menyatakan, " Setiap orang dari mereka memiliki kebiasaan membuat keputusan segera."

Temuan tersebut ditulis Hill pada tahun 1937 lewat  karya klasiknya Think and Grow Rich.

Corley mengatakan salah satu penyebab utama orang menunda-nunda adalah kurangnya gairah. " Kita hanya ingin melakukan hal-hal yang kita ingin lakukan dan kita menunda hal-hal yang kita tidak ingin lakukan."

Jika gairah dan kekayaan terkait, tak mengherankan bahwa sangat sedikit dari kita kekurangan gairah ketika meniti karier.

" Menurut Gallup, hanya 13 persen dari karyawan 'terlibat' dalam pekerjaan mereka, atau secara emosional ikut andil dalam pekerjaan mereka," tulis Corley.

" Apakah Anda menyadarinya atau tidak, penundaan adalah alasan besar mengapa Anda susah secara finansial. Ini merusak kredibilitas Anda di hadapan atasan dan sesama rekan di tempat kerja. Hal ini juga memengaruhi kualitas pekerjaan Anda dan juga memengaruhi bisnis yang Anda atau majikan Anda terima dari pelanggan, klien, dan rekan bisnis."

Kabar baiknya adalah bahwa siapa pun dapat mengatasi penundaan. Bahkan solusinya lebih sederhana daripada yang dikira. Ia juga mencatat bahwa 'kata penundaan juga terngiang keras dan jelas di benak orang-orang yang sukses dalam kehidupan mereka'.

Namun bagaimana mereka membungkamnya? Mereka mengandalkan to-do list atau daftar prioritas untuk menyelesaikan sesuatu. Mereka membuat tenggat waktu, dan mereka bertemu dengan 'mitra yang bisa dipercaya' untuk memastikan mereka berpegang teguh pada tujuan dan tenggat waktu mereka.

Hampir semua orang rentan terhadap penundaan. Tapi melawan penundaan bakal membuat banyak perbedaan. Perubahan yang sangat besar

(Sumber: Businessinsider)

1 dari 5 halaman

1.200 Orang Kaya Dunia Hindari Satu Pola Pikir Ini

Dream - Orang kaya cenderung memiliki pemikiran yang berbeda dari kebanyakan orang. Mereka punya mentalitas dalam setiap tindakan; mereka berpikir tentang uang secara logis dan mereka melihat uang sebagai teman.

Itulah yang ditemukan Steve Siebold, jutawan mandiri dan penulis " How Rich People Think," setelah mempelajari lebih dari 1.200 orang terkaya di dunia selama 30 tahun terakhir.

Kendari memiliki pemikiran berbeda, penelitian Siebold menunjuka jika ada satu pola pikir dari 1.200 orang kaya yang sama. Mereka cenderung menghindari nostalgia.

Di saat kebanyakan orang terlena dengan manisnya masa lalu, orang-orang kaya bermimpi untuk masa depan dan selalu optimis tentang segala sesuatu yang akan datang.

" Orang-orang yang hanya memikirkan hari-hari terbaik di belakang mereka jarang mendapatkan kaya, dan sering mendapatkan ketidakbahagiaan dan depresi," Siebold menulis dalam bukunya.

Baca Juga : Pesan Mengharukan Krisdayanti Untuk Anak-Anaknya

Siebold menambahkan jutawan mandiri menjadi kaya karena mereka bersedia untuk bertaruh tentang diri mereka sendiri, termasuk tentang impian, tujuan, dan ide-ide mereka di masa depan yang mungkin penuh risiko.

Pola pikir yang berorientasi masa depan ini tidak berarti mereka benar-benar mengabaikan masa lalu, Siebold menekankan. " Mereka menghargai dan belajar dari masa lalu saat berada di masa sekarang dan memimpikan masa depan."

Tak hanya bermimpi, Siebold mengatakan orang-orang kaya yang sukses menghabiskan waktu tanpa kenal lelah dan bersabar untuk merencanakan serta mewujudkan impian mereka.

Kemampuan untuk menghindari nostalgia dan melihat ke arah masa depan yang tidak diketahui arahnya itu telah membentuk keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Bahkan mereka sangat berharap bisa keluar dari zona nyaman dan mendapat tantangan di masa depan.

" Selalu ada harga yang harus dibayar untuk menjadi kaya, tetapi jika mereka memiliki ketangguhan mental untuk menahan rasa sakit sementara, mereka dapat menuai hasil kekayaan melimpah selama sisa hidup mereka," ujar Siebold.

2 dari 5 halaman

Anak dari 1.200 Orang Kaya Diajaran Hal Ini

Dream - Orang kaya melakukan sesuatu yang berbeda dari orang kebanyakan. Mereka terus mendidik diri mereka sendiri, tidak terbuai oleh sukses di masa lalu, dan cenderung untuk merangkul keegoisan.

Tidak mengherankan, mereka juga memiliki pendapat yang berbeda tentang peran sebagai orang tua.

Jutawan Steve Siebold, yang mewawancarai lebih dari 1.200 orang terkaya di dunia dan menyusunnya menjadi sebuah penelitian berjudul 'How Rich People Think' juga menemukan jika orang-orang biasa mengajar anak-anaknya untuk bertahan hidup.

Sebaliknya, 1.200 orang kaya yang diwawancarai Siebold justru mengajarkan anak-anak mereka untuk menjadi kaya.

" Keluarga biasa secara tidak sadar mewariskan keyakinan terbatas yang sama tentang uang dari generasi ke generasi," Siebold menulis seperti dikutip Dream dari laman Businessinsider, Selasa, 8 September 2015.

" Keyakinan terbatas tersebut telah disimpan keluarga dengan tingkat keberhasilan keuangan yang sama untuk puluhan, jika bukan ratusan, tahun," ujarnya.

Di sisi lain, orang kaya tidak hanya mengajarkan anak-anak mereka tentang kebiasaan cerdas mengelola uang. Tetapi juga mengajarkan bahwa siapa pun boleh menjadi kaya, dan kekayaan bisa menjadi milik mereka yang berpikir besar.

Bagi orang kaya hidup adalah permainan....

 

3 dari 5 halaman

Cara Pikir 1.200 Orang Kaya: Hidup Adalah Permainan

" Sementara orang-orang biasa puas bermain aman, mencari kenyamanan, dan menghindari rasa sakit. Orang-orang besar hidup besar dan mengajar anak-anak mereka untuk melakukan hal yang sama," kata Siebold. " Bagi orang kaya, hidup adalah sebuah permainan yang akan dimainkan dengan berani dan tanpa rasa takut, dan mereka selalu memberikan contoh bagi anak-anak mereka."

Siebold menekankan bahwa orang kaya mendidik anak-anak mereka tentang bagaimana membuat uang dengan memecahkan masalah dan meningkatkan kualitas hidup orang lain.

Dengan cara ini anak belajar untuk melihat uang sebagai kekuatan positif dan produktif untuk tujuan baik, bukannya senjata untuk menghadapi banyak orang.

" Mereka melihat uang sebagai teman, sementara orang biasa melihat uang sebagai musuh."

Banyak orang yang berpendapat bahwa Siebold mendukung gagasan elitisme, pemikiran yang mendorong sekelompok orang untuk merasa memiliki status sosial-politik yang lebih tinggi daripada orang-orang lain. Tetapi ia tidak setuju.

" Seperti orang tua yang mengajarkan anak-anak mereka untuk melihat ke bawah saat mereka miskin. Ini tidak benar," tulisnya. " Apa yang mereka ajarkan kepada anak-anak adalah untuk melihat dunia melalui mata realitas objektif - bagaimana masyarakat sebenarnya."

4 dari 5 halaman

Sombongnya Anak Miliarder: Lap Sepatu Pakai Uang!

Dream - Kehidupan orang-orang kaya dan terkenal selalu menuai decak kagum. Namun tak jarang pula gaya hidup glamor mereka menimbulkan sensasi hingga membuat orang-orang yang melihatnya merasa sebal.

Baru-baru ini sebuah akun Instagram bernama Rich Kids of London dibuat untuk menunjukkan tingkah menyebalkan dari anak-anak miliarder London.

Foto-foto yang diunggah, yang sebagian juga diambil dari profil Snapchat anak-anak miliarder London, menampilkan kemewahan berupa pesawat pribadi, mobil sport, hingga tumpukan uang yang dijejalkan di tempat tissue.

Sebuah foto memperlihatkan seorang pria sedang membersihkan sepatunya dengan lembaran 50 pound sterling. Yang menyebalkan, di bawah foto tersebut tertulis, " (Ini yang dilakukan) Jika orang miskin menyentuh sepatu."

Ada juga foto tumpukan uang dibiarkan bertebaran di meja, sementara keterangan di bawahnya berbunyi, " Ibu sedang bersih-bersih isi tas tangannya."

Foto lainnya menampilkan kerumunan orang berdiri di luar toko pakaian terkenal di Inggris Primark dengan keterangan: " Orang-orang miskin sedang berbaris untuk masuk Primark."

Saat ini follower akun @richkidslondon di Instagram telah mencapai lebih dari 50 ribu.

(Sumber: mirror.co.uk)

5 dari 5 halaman

5 Tahun Jadi Miliarder Termuda, Sekarang Bangkrut

Dream - Nama Nathan Tikler mungkin begitu terkenal di Australia. Di usia 35 tahun, dia didaulat menjadi miliarder termuda Negeri Kanguru itu.

Sekarang, Tikler berusia 40 tahun. Tetapi, kondisinya berbeda. Pria berlimpah harta itu dinyatakan bangkrut oleh pengadilan lantaran gagal membayar jet pribadi.

Kisah kebangkrutan itu datang 10 tahun lalu. Mantan teknisi listrik pertambangan tersebut menghabiskan depositonya sebesar US$ 1 juta, setara Rp 13 miliar untuk mengelola tambang batubara kumuh dan mendapat keuntungan US$ 442 juta, setara Rp 5,7 triliun, 18 bulan kemudian.

Keuntungan tersebut dia habiskan untuk membiayai tim olahraga, kuda balap, dan sebuah rumah di Hawaii. Tidak lupa, Tikler juga membeli satu unit pesawat jet pribadi Dassault Falcon 900C seharga 2,25 juta dolar, setara Rp29,4 miliar dengan cara utang.

Harga batubara anjlok memaksa Tikler menjual semua asetnya. Itu termasuk kepemilikan saham pada tim sepakbola dan kuda balapnya.

Alhasil, dia tidak bisa melunasi utangnya untuk membeli jet pribadi tersebut.

" Sejujurnya, tidak terlalu banyak aset untuk membayarnya," ujar juru sita kebangkrutan John Melluish. " Tidak butuh terlalu banyak," lanjur dia.

Oktober tahun lalu, Tikler menjadi Chief Executive pada Australian Pacific Coal dan telah menyetujui rencana akuisisi sejumlah tambang batubara dari kawasan Anglo Amerika. Dia dipaksa mundur empat bulan lalu oleh aturan Australia yang melarang seseorang yang bangkrut untuk memimpin perusahaan.

Sumber: emirates247.com

Beri Komentar