Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Sumarna F Abdurrahman menilai Indonesia belum siap menyongsong pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ia menilai pasar Indonesia cenderung lesu tanpa geliat yang menggembirakan.
Sumarna berpendapat Indonesia seharusnya sudah menyiapkan 12 sektor prioritas menghadapi era perdagangan bebas ASEAN yang dimulai beberapa hari ke depan.
Nyatanya, sektor kesehatan, pariwisata, logistik, transportasi udara, komunikasi dan informatika sampai kini belum tergarap dengan baik.
Ketua Komite Syariah World Halal Food Council, Asrorun Ni'am Soleh menambakan produsen asing mulai awal Januari 2016 telah bersiap bersaing masuk ke pasar Indonesia. Mereka yakin dengan perilaku masyarakat Indonesia yang lebih suka membeli produk luar negeri ketimbang lokal.
"Produk asing lebih tinggi dan lebih peka melihat pasar, sementara di Indonesia masih belum," kata Niam.
"Konsumen paling banyak di Indonesia, logisnya mereka akan menerapkan peraturan yang menarik minat konsumen."
Dari semua sektor jasa yang harus bersaiang langsung dengan pesaing dari negara ASEAN, Naim menganggap pariwisata merupakan paling siap menyambut pasar bebas ASEAN. Meski diakui, masih ada kekurangan karena belum mendapat pengakuan sertifikasi halal dari pihak yang berwenang.
Selanjutnya, dari tujuh sektor profesi berbasis produksi, hanya tiga yang memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yaitu Agro, perikanan dan tekstil.
Diakui Niam, kesadaran produsen di Tanah Air untuk menjadikan produk halal sebagai prioritas utama di kalangan pelaku industri masih rendah.
Terbukti banyak pelaku usaha di bidang beverage, restaurant & bakery di Indonesia yang belum tergugah untuk melakukan uji sertifikasi produk ke Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kondisi ini semakin memperparah kesiapan bisnis syariah menghadapi MEA.
"Di Thailand saja, laboratorium halal difasilitas negara. Kemudian untuk menentukan standar sertifikasi halal atau tidaknya basisnya dari kajian hukum Islam," pungkasnya.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari