5 Tip Belanja Sembako via Online, Anti Dompet Bocor

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 16 Maret 2020 09:36
5 Tip Belanja Sembako via Online, Anti Dompet Bocor
Biasanya orang takut khilaf saat berbelanja online.

Dream - Para pakar kesehatan memperingatkan uang kertas kotor berpotensi menyebarkan virus corona baru, Covid-19. World Health Organization (WHO) juga mendesak orang-orang untuk bertransaksi tanpa kontak untuk menekan risiko penularan virus.

Membahas transaksi nontunai identik dengan belanja online. Sistem belanja yang satu ini membuka pintu bagi masyarakat untuk transaksi keuangan secara digital.

Sayangnya, ada saja yang enggan bertransaksi secara nontunai karena takut dompet jebol. Biar tidak jebol, berikut ini ada lima tips khusus belanja, terutama belanja sembako, secara online, dikutip dari keterangan tertulis dari Tokopedia, Senin 16 Maret 2020.

Pertama, membuat daftar belanja dan catat pengeluaran. Platform jual-beli online mempermudah masyarakat membuat daftar belanja sekaligus mencatat pengeluaran.

Masyarakat bisa membandingkan harga dengan lebih cepat dan transparan. Catatan pengeluaran pun dapat terekam dengan lebih baik secara digital.

Ke dua, menghindari belanja berlebihan. Pembelian bahan-bahan pokok sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Tujuannya untuk menghindari pengeluaran yang berlebihan dan produk terbuang sia-sia karena tak mampu bertahan lama.

1 dari 6 halaman

Cek Promo sampai Ulasan Produk

Ke tiga, memperbarui beragam promo. Masyarakat bisa menemukan beragam produk di platform-platform digital. Layanan bebas ongkir juga bisa digunakan untuk efisiensi.

Keempat, memilih opsi pengiriman instan. Untuk menjaga kualitas bahan pokok seperti sayuran, daging, ikan, telur, dan sebagainya, masyarakat disarankan untuk memilih opsi pengiriman dalam hari yang sama. Sebelum membeli, ada baiknya bertanya mengenai kesediaan produk dan kesiapan penjual dalam memproses pesanan.

Ke lima, memperhatikan deskripsi dan ulasan produk. Masyarakat sebaiknya selalu memperhatikan deskripsi produk, terutama untuk bahan-bahan pokok.

Hal ini penting untuk mengetahui ketahanan produk dan saran pengiriman atau penyimpanan yang baik dan benar dari penjual. Ulasan produk juga penting diperhatikan untuk menambah informasi sebelum membeli, terutama yang memuat foto.

2 dari 6 halaman

Hati-Hati! Kecanduan Belanja Online Bisa Bikin Gangguan Mental

Dream - Festival belanja online yang menebar promo dan diskon tak hanya membuat dompet jadi kosong. Jika sudah tak bisa dikendalikan, kebiasaan belanja online ternyata bisa membuat seseorang kecanduan dan mengidap gangguan mental.

Dikutip dari World of Buzz, Jumat 15 November 2019, pakar menyebut kecanduan belanja online sebagai buying shopping disorder (BSD). Istilah ini memang terkenal sejak puluhan tahun yang lalu. Tapi, istilah BSD sesuai dengan perkembangan teknologi.

Dikatakan ada 1 dari 20 orang yang bisa terserang BSD. “ Kondisi ini sudah terlalu lama tidak dikenali,” kata psikolog Hanover Medical School di Jerman, Muller.

Dari studi yang dilakukan kepada 122 pasien yang mencari pertolongan untuk menghentikan kecanduan belanja online ditemukan fakta ratusan pasien ini mengidap depresi dan tingkat kecemasan yang lebih tinggi.

 

 © Dream

 

Mereka beralasan maraknya toko online, aplikasi, dan layanan pengiriman barang telah memberikan “ rasa”. Kemajuan internet telah membuat orang semakin mudah berbelanja.

“ Maksud saya, lihatlah betapa gilanya pada hari-hari spesial, seperti 11.11 atau 11.12 di mana semua orang mengakses aplikasi kapan pun sepanjang hari dan membeli beberapa item sekaligus. Ini berarti anak yang lebih muda sekalipun menunjukkan tanda-tanda BSD,” kata dia.

Muller menegaskan bahwa BSD tidak bisa diklasifikasikan sebagain gangguan sendiri. Tapi dia termasuk ke dalam bagian yang disebut gangguan kontrol impulsif spesifik lainnya.

3 dari 6 halaman

Bisa Sebabkan Gangguan Pengendalian Diri dan Tertekan Karena Utang

Para peneliti menjelaskan BSD bisa membuat keinginan untuk membeli barang-barang dan puas saat menghabiskan uang. Tapi, ini juga bisa membuat gangguan dalam pengendalian diri, tekanan ekstrem, masalah kejiwaan lainnya, kesulitan hubungan, serta kekacauan fisik dan utang.

“ Kami berharap bahwa prevalensi belanja oline yang membuat kecanduan, akan mendorong penelitian di masa depan yang membahas karakterisitik fenomologis,fitur, dan konsep perawatan khusus,” kata Muller.

Sekadar informasi kajian ini dipublikasikan dalam jurnal Comprehensive Psychiatry.

4 dari 6 halaman

Stres Istri Belanja Online Rp601 Juta, Suami Nekat Mau Lompat dari Lantai 33

Dream - Pesta belanja online 11.11 telah berakhir. Sahabat Dream sudah mendapatkan barang incaran dan tak sabar menunggu paket itu datang? 

Pesta belanja online tak hanya dilakukan di Indonesia. Di China, pelaku e-Commerce juga menggoda warganya dengan menggelar pesta belanja 11.11 lewat event Single’s Day. Beragam promo membanjiri laman e-Commerce mulai flash sale, penjualan barang dengan harga sangat murah, sampai dengan gratis ongkos kirim.

Event pesta diskon ini bisa membuat banyak orang kalap. Tergiur dengan diskon atau promo yang ditawarkan, banyak orang yang membeli barang yang sebetulnya tak mereka butuhkan. Alhasil, pengeluaran bulanan menjadi membengkak.

Tak hanya kesehatan dompet, mental dan emosi pengguna juga akan terpengaruh. Terlebih lagi para suami.

 

 © Dream

 

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 13 November 2019, seorang pria bernama Wang dari Luzhou, Sichuan, Tiongkok, sangat tertekan setelah mengetahui istrinya, Zhan, boros saat berbelanja di Single’s Day. Saking tertekannya, dia mengaku ingin bunuh diri.

Dilansir dari China Pres, polisi menerima laporan ada seseorang yang berniat lompat dari atap bangunan 33 lantai. Kejadian ini berlangsung pada 10 November 2019 sekitar jam 8 malam waktu setempat.

Polisi menyelamatkan sang pria dan menenangkannya. Terlihat Wang sangat emosional. Polisi mengembalikan pria itu kepada sang istri yang berjanji tidak akan boros berbelanja online.

5 dari 6 halaman

Belanja hingga Rp601 Juta

Belakangan, Wang diketahui stes berat karena istrinya memiliki utang yang besar selama promosi festival 11.11. Zhan membeli barang-barang mewah seperti tas, parfum, pakaian, dan lainnya senilai total 300 ribu yuan (Rp601,13 juta).

Pria ini memutuskan untuk mengakhiri hidup karena tak tahu cara melunasi utang ratusan juta itu.

Wang mengatakan kejadian itu bukan yang pertama kali. Istrinya memang dikenal gemar berbelanja. Namun kebiasaan itu semakin membuat usai istrinya melahirkan anak ketiga setahun yang lalu. 

Saat festival 11.11 tahun lalu, istrinya telah belanja senilai 200 ribu yuan (Rp400,75 juta). Zhan memang berjanji akan mengendalikan diri dalam berbelanja, tapi tahun ini keingannya dilanggar.

Wang mengatakan hanya menghasilkan beberapa ribu yuan per bulan dan menjadi tulang punggung keluarganya. Sementara itu, sang istri dulunya bekerja di perusahaan properti. Setelah menikah dan melahirkan, dia tinggal di rumah untuk mengurus anak-anaknya.

6 dari 6 halaman

Barang-Barang Ini Selalu Laris Manis Saat Pesta Belanja Online

Belakangan, Wang diketahui stes berat karena istrinya memiliki utang yang besar selama promosi festival 11.11. Zhan membeli barang-barang mewah seperti tas, parfum, pakaian, dan lainnya senilai total 300 ribu yuan (Rp601,13 juta).

Pria ini memutuskan untuk mengakhiri hidup karena tak tahu cara melunasi utang ratusan juta itu.

Wang mengatakan kejadian itu bukan yang pertama kali. Istrinya memang dikenal gemar berbelanja. Namun kebiasaan itu semakin membuat usai istrinya melahirkan anak ketiga setahun yang lalu. 

Saat festival 11.11 tahun lalu, istrinya telah belanja senilai 200 ribu yuan (Rp400,75 juta). Zhan memang berjanji akan mengendalikan diri dalam berbelanja, tapi tahun ini keingannya dilanggar.

Wang mengatakan hanya menghasilkan beberapa ribu yuan per bulan dan menjadi tulang punggung keluarganya. Sementara itu, sang istri dulunya bekerja di perusahaan properti. Setelah menikah dan melahirkan, dia tinggal di rumah untuk mengurus anak-anaknya.

Beri Komentar