560 Sertifikat Halal Sudah Terbit, Mayoritas Diajukan UKM

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 24 September 2020 15:35
560 Sertifikat Halal Sudah Terbit, Mayoritas Diajukan UKM
Jumlah ini akan terus bertambah.

Dream - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah menerbitkan 560 sertifikat halal sejak 17 Oktober 2019 hingga sekarang. Sertifikat diberikan kepada pengusaha yang produknya sudah diajukan dan diperiksa kehalalannya.

Kepala BPJPH, Sukoso, mengatakan, jumlah ini akan terus bertambah. Sebab, proses sertifikasi halal terus berjalan di tingkat pusat maupun provinsi.

" Dengan diterapkannya Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014, kita memasuki era baru sertifikasi halal di Indonesia, dan sejak 17 Oktober 2019, BPJPH mulai memberikan layanan sertifikasi halal yang dalam pelaksanaannya bekerja sama dengan MUI dan LPH," kata Sukoso.

Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH, Mastuki HS, mengatakan dari 560 sertifikat halal yang tersebut, sebagian besar untuk produk UMKM. Porsinya mencapai 80 persen dari seluruh sertifikat yang terbit.

" Berdasarkan Pasal 42 UU JPH, sertifikat halal berlaku selama empat tahun sejak diterbitkan BPJPH. Kecuali jika terdapat perubahan komposisi baan dalam proses produksi yang dilakukan oleh pelaku usaha," kata Mastuki.

1 dari 1 halaman

Permohonan Sertifikasi Menurun Sejak Pandemi Covid-19

Saat ini, kata Mastuki, pihaknya setidaknya menerima 6.203 pengajuan permohonan sertifikasi halal dari para pelaku usaha. Baik itu diajukan di pusat maupun lewat Satuan Tugas Layanan Halal di setiap provinsi.

Sejak pandemi Covid-19, terjadi penurunan signifikan pengajuan sertifikasi halal. Menurut dia, hal ini terutama terjadi pada sektor Usaha Mikro dan Kecil yang memang menjadi sektor paling terdampak.

" Jumlah pengajuan permohonan sertifikasi halal yang diajukan oleh pelaku usaha ke kami mengalami penurunan signifikan sejak munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya dari sektor UMK," kata Mastuki.

Sumber: Kemenag

Beri Komentar