7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ilustrasi
Dream - Bank Indonesia (BI) mengakui masyarakat yang belum terakses jasa keuangan formal masih cukup besar. Tak kurang dari 32 persen penduduk Indonesia tak memiliki tabungan dan masuk dalam kategori financially excluded.
Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah dalam Seminar Nasional Financial Inclusion mengatakan kondisi ini memerlukan perhatian khusus karena terdapat potensi besar untuk peningkatan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi.
" BI yakin keuangan inklusif yang perlu dilakukan sevara nasional," kata Halim di sela Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2014, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 7 November 2014.
Menurut Halim, setidaknya ada enam alasan mengapa akses masyarakat kepada perbankan dan lembaga keuangan masih sangat minim. Tak hanya akses kredit, akses ke perbankan juga masih sulit.
Keenam alasan itu yakni jarak yang jauh dari tempat tinggal ke bank, produk yang ditawarkan tak sesuai, dan informasi produk yang tak dipahami. Alasan lain karena masyarakat masih memiliki pendapatan rendah, dokumen identitas yang tak ada, serta adanya persepsi bahwa bank atau lembaga keuangan bukan untuk masyarakat kecil.
Tak hanya dari sisi masyarakat, persoalan juga muncul dari perbankan itu sendiri. Bank selama ini mengakui kesulitan mendirikan bank cabang dengan segmentasi unbankable people. kondisi ini terjadi karena bank membutuhkan biaya yang cukup mahal.
" Akhirnya bank lebih memilih nasabah besar yang dapat memenuhi persyaratan," katanya. (Ism)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?