6 Penguasa Bisnis Digital ASEAN, Indonesia Nomor Wahid!

Reporter : Syahid Latif
Senin, 7 Oktober 2019 15:47
6 Penguasa Bisnis Digital ASEAN, Indonesia Nomor Wahid!
Dalam 2025, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia jauh melesat meninggalkan pesaing terdekatnya, Thailand.

Dream - Industri ekonomi digital Indonesia mendadak menjadi bisnis seksi bagi kalangan investor dunia. Beberapa investor besar berani menaruh uang di sejumlah starup yang menyasar konsumen di Tanah Air.

Tren ini tak lepas dari pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang ternyata sudah bernilai triliunan rupiah.

Laporan Temasek, perusahaan investasi asal Singapura, menyebutkan ekonomi Indonesia tahun ini mencetak uang hingga US$ 40 miliar atau sekitar Rp556,6 triliun.

Dibandingkan negara tetangga di Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang tertinggi.

Ekonomi digital Thailand ditaksir baru mencapai US$ 16 miliar, Singapura US$ 12 miliar, Vietnam US$ miliar, Malaysia US$ 11 miliar, dan Filipina sebesar US$ 7 miliar.

" Kami melihat banyak potensi dalam ekonomi digital Indonesia. Populasi anak muda digital native yang sangat aktif menjadi faktor kunci dalam perkembangan ekonomi mereka," ujar Rohit Sipahimalani, Joint Head, Investment Group, Temasek di Google Indonesia, Jakarta, dikutip Dream dari Liputan6.com, Senin, 7 Oktober 2019.

 

1 dari 2 halaman

Indonesia Tinggalkan Pesaing di 2025

Dalam enam tahun ke depan, atau tahun 2025, ekonomi digital Indonesia akan terus meroket hingga US$ 133 miliar. Angka itu meninggalkan pesaing terdekatnya, Thailand dengan ekonomi digital sebesar US$ 50 miliar.

Pertumbuhan sektor ekonomi digital Indonesia ditopang oleh e-commerce yang dalam empat tahun tumbuh 12,3 kali lipat menjadi US$ 21 miliar. Pada tahun 2025 pertumbuhannya bisa mencapai US$ 82 miliar.

Pertumbuhan pesat juga terjadi di bisnis ride-hailing yang pada tahun 2015 nilainya masih US$ 900 juta tetapi tahun ini mencapai US$ 6 miliar. Pada tahun 2025 diprediksi akan menjadi USD 18 miliar.

" E-commerce dan ride-hailing terutama memberikan daya yang kuat, ditambah dengan adanya kompetisi antara pemain Indonesia dan regional. Semua sektor juga mendapat untung dari tumbuhnya adopsi pembayaran digital," tulis laporan e-Conomy SEA 2019 yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company.

 Dari Mana E-Commerce Dapat Pemasukan?

2 dari 2 halaman

Selain dua bisnis tersebut, Temasek juga mencatat pertumbuhan signifikan dari sektor online travel yang tumbuh dua kali lipat pada empat tahun terakhir menjadi US$ 10 miliar.

Online travel juga diprediksi tumbuh 2,5 kali lipat menjadi US$ 25 miliar.

Sementara Online media di Indonesia, seperti iklan digital, game, serta langganan musik dan video, diperkirakan masih akan menguat.

Tahun ini online media tumbuh menjadi US$ 10 miliar dan akan makin kuat menjadi US$ 25 miliar pada tahun 2025.(Sah, Liputan6.com)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone