Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Di tengah ekonomi yang semakin berkembang, beragam produk investasi banyak ditawarkan di tengah masyaraat. Namun perkembangan ini juga diikuti dengan tumbuhnya beragam produk riba.
Perencana Keuangan Ahmad Gozali seperti dikutip dari LAZ Al Azhar Peduli Ummat, menjelaskan orang pemakan riba ibarat orang gila kesetanan.
Penjelasan ini mengutip penjelasan Alquran Surat ayat 275. Surat itu menegangkan, " Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba."
Menurut Gozali, 6 contoh riba dan transaksi tidak halal dalam produk keuangan modern yang beredar saat ini muncul dalam bentuk kredit bank, tabungan/deposito bank, asuransi, penjualan ijon, saham dan pertukaran uang/emas.
Gozali mengimbau, agar masyaraat muslim mulai memberikan pilihan pada produk halal seperti reksadana syariah, bank syariah, BPR Syariah, asuransi syariah, toko emas dan listing properti.
" Jika ada kebiasaan praktek riba yang sudah terlanjur berkembang di masyarakat, maka jangan dibenarkan. Ubah dan ganti ke sistem yang syar’i karena Allah sangat memurkai riba," katanya.
Sementara Direktur Eksekutif LAZ APU, Sigit Iko Sugondo, mengajak umat Islam agar meninggalkan riba dan meningkat sedekah. Seraya mengingatkan jika estafet kemisinan saat ini sudah mulai menjalar di tanah air.
" Ekonomi Islam harus menjadi solusi karena estafet kemiskinan harus dihentikan. Akidah dibangun, ukhuwah dikuatkan baru kemudian muamalah dijalankan," katanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya