7 Informasi yang Wajib Ada di Kontrak Kerja Pegawai

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 11 Desember 2019 15:48
7 Informasi yang Wajib Ada di Kontrak Kerja Pegawai
Jangan sampai salah satunya terlewat, ya.

Dream - Kontrak kerja merupakan dokumen kerja bagi setiap pekerja yang masuk ke dunia profesional. Meski penting, banyak pencari kerja khususnya fresh graduate kesulitan mengetahui standar kontrak kerja yang ada.

Aturan soal kontrak kerja sebetulnya sudah diatur dalam Undang-Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003. Di pasal 54 dari beleid tersebut, pemerintah sudah mengatur ketentuan apa saja yang harus tertuang dalam kontrak kerja tersebut. 

Nah biar kamu tak tertipu, mengutip laman Karir.com, Rabu 11 Desember 2019, berikut adalah tujuh ketentuan yang harus tertuang dalam dokumen kontrak kerja:

Pertama, identitas perusahaan. Dalam kontrak kerja, identitas perusahaan harus dijelaskan secara utuh. Biasanya perusahaan akan menjadi pihak pertama yang menjelaskan identitas perusahaan secara mendetail, mulai dari nama perusahaan, jenis usaha, dan alamat kantor.

Kedua, identitas pekerja. Sebagai pihak kedua, identitas dari pekerja juga biasanya harus termuat jelas mulai dari nama, usia, alamat serta berbagai aspek identitas lainnya.

Ketiga, jabatan pekerjaan atau jenis pekerjaan. Kontrak kerja harus memuat jabatan dan fungsi pekerjaan yang akan diemban oleh karyawan. Biasanya di bagian ini dijelaskan siapa yang akan mengawasi pekerja

Keempat, lokasi penempatan kerja. Kontrak kerja juga harus membahas lokasi atau penempatan unit kerja. Ini sangat penting jika perusahaan itu punya banyak cabang atau unit usaha.

1 dari 7 halaman

Perhatikan Juga Masalah Gaji

Kelima, upah. Besar upah dalam kontrak kerja biasanya disebutkan beserta cara pembayarannya. Biasanya ini sepaket dengan tunjangan yang diterima oleh pekerja, mulai dari bonus sampai asuransi kesehatan.

Keenam, hak dan kewajiban perusahaan dan pekerja. Tentunya dalam perjanjian kerja harus menjelaskan mengenai hak dan kewajiban dari masing-masing pihak. Selain itu di bagian ini juga  memuat informasi mengenai sanksi yang diberikan jika terjadi pelanggaran atau wanprestasi dari kedua belah pihak.

Ketujuh, mulai dan jangka waktu berlakunya perjanjian kerja. Di bagian ini, tertera kapan harus mengetahui dan mulai berjalannya perjanjian kedua belah pihak. Hal ini sangat berpengaruh dengan masalah penggajian dan administrasi karyawan.

2 dari 7 halaman

Kemungkinan Wanita Dipanggil Interview 30 Persen Lebih Rendah dari Pria

Dream – Kesenjangan gender mungkin mengecil atau tertutup sama sekali di dunia karier. Tapi, penelitian menunjukkan perempuan harus menempuh jalan panjang agar setara dengan pria untuk masalah karier.

Dikutip dari studyfinds.org, Minggu 21 April 2019, penelitian di University of Pompeau Fabra di Spanyol, mengirim resume fiktif dengan usia orang rata-rata 37 tahun dan 39 tahun ke 1.372 tawaran pekerjaan nyata di Madrid dan Barcelona, Spanyol. Resume ini dikirimkan ke 18 sektor pekerjaan yang berbeda sesuai dengan kualifikasi.

 

 

Para penulis mengirim resume yang sama untuk setiap posisi, yaitu 1 kandidat untuk pria dan 1 untuk wanita.

Hasilnya, ada 10,9 persen laki-laki yang mendapatkan panggilan untuk wawancara kerja. Sebaliknya, ada 7,7 persen wanita yang mendapatkan panggilan untuk interview.

Menurut penghitungan peneliti, dalam kondisi yang sama, kemungkinan wanita mendapatkan panggilan wawancara 30 persen lebih rendah daripada pria.

3 dari 7 halaman

Inikah Penyebabnya?

Salah satu penghambat wanita bisa mendapatkan pekerjaan adalah anak-anak. Studi ini menunjukkan potensi dipanggil wawancara bagi wanita tanpa anak itu 23,5 persen lebih kecil daripada pria. Sedangkan yang punya anak, 35,9 persen lebih sedikit daripada pria.

Dari sini, peneliti menyimpulkan bahwa yang menjadi bias gender bukanlah prasangka, melainkan produktivitas.

Selain itu, ada yang dicatatkan oleh para peneliti, yaitu pengalaman dan keterampilan. Ini penting bagi pria dan wanita agar bisa mendapatkan panggilan wawancara.

Studi ini diterbitkan dalam European Sociological Review.

4 dari 7 halaman

Jangan Ajukan 3 Pertanyaan Ini ketika Interview Awal

Dream – Wawancara kerja merupakan proses yang harus dijalani oleh para pencari kerja. Jika lolos tahap ini, harapan untuk mendapatkan pekerjaan impian semakin terbuka lebar.

Tahap wawancara memang proses yang menentukan diterima atau tidaknya seorang kandidat pada sebuah pekerjaan. Di proses ini pula, pelamar bisa menggali informasi tentang perusahaan yang dilamar yang mungkin tidak bisa diketahui orang banyak. 

 

 

Dalam prosesnya, wawancara biasanya terbagi  menjadi beberapa tahapan. Pelamar bisa melakukan interview awal dengan pihak HRD, wawancara lanjutan dengan user, atau bila memang dibutuhkan dengan pimpinan perusahaan.

Apabila kamu adalah seorang fresh graduate, sangat wajar kalau kamu memiliki banyak pertanyaan saat melakukan proses interview dengan sebuah perusahaan. Tapi jangan sembarangan bertanya ya.

Mengutip Karir.com, Jumat 9 November 2018, ada tiga pertanyaan yang tak boleh ditanyakan pada proses interview awal. Apa saja pertanyaannya?

5 dari 7 halaman

Gaji

Ketika wawancara berlangsung, kita kadang-kadang penasaran dengan gaji dan manfaat yang diterima dari perusahaan. Akan tetapi, sebaiknya, pertanyaan ini disimpan dulu sampai nanti benar-benar sudah ada dalam penawaran kontrak kerja.

Bertanya mengenai hal ini sebenarnya bukan hal yang salah atau dilarang. Tapi, kita belum pasti benar-benar akan bekerja di sana. Untuk informasi gaji, kita bisa menggalinya dari internet.

Selain itu, masih ada tahap negosiasi pada saat penawaran kontrak antara perusahaan dan juga pegawai. Pada tahap ini akan lebih sesuai bila kamu ingin bertanya mengenai besaran gaji dan juga benefit yang akan kamu terima.

6 dari 7 halaman

Gambaran Pekerjaan

Bertanya mengenai hal ini bisa merupakan sebuah hal yang cukup berbahaya. Sebaiknya, tidak dilakukan karena bisa berdampak penilaian yang tidak baik bagi kamu sendiri.

Setiap perusahaan biasanya sudah menjelaskan mengenai job description dari pekerjaan yang ditawarkan. Seharusnya kamu sudah memahami cakupan pekerjaan yang diiklankan sehingga kamu tertarik untuk mendaftar untuk lowongan tersebut.

Tentunya kamu bisa tetap mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan yang kamu lamar, tetapi tidak bertanya secara langsung pada saat interview.

7 dari 7 halaman

Kepastian Masuk Kerja

Tenang, masih banyak proses setelah interview awal sebelum kamu benar-benar bisa bekerja dalam sebuah perusahaan. Pertanyaan ini terkadang muncul karena kandidat merasa sangat bersemangat untuk mulai bekerja dalam sebuah perusahaan.

Akan tetapi, pertanyaan ini tidak perlu kamu ungkapkan ketika tahap interview awal. Tunggu saja hingga kamu benar-benar sudah diberikan kontrak oleh perusahaan.

Tiga pertanyaan tadi merupakan contoh yang sering terjadi pada kandidat yang baru melakukan interview kerja dengan perusahaan. Secara umum, jika kita memang ingin bertanya, pastikan pertanyaan tersebut memang penting dan juga berkaitan dengan peran kita terhadap perusahaan.

Cobalah untuk menggali informasi lain yang tidak bisa kita dapatkan dari luar seperti budaya kerja, nilai perusahaan dan juga visi perusahaan nantinya.

Beri Komentar
Bikin Geleng-geleng Kepala, 3 Mobil Ini Sukses Terjang Banjir