90% Daging Ayam Supermarket Tidak Bersertifikat Halal?

Reporter : Ramdania
Senin, 12 Mei 2014 13:03
90% Daging Ayam Supermarket Tidak Bersertifikat Halal?
Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia mengaku telah melaporkan dugaan tersebut kepada MUI. Informasi ini diperoleh dari hasil temuan di sejumlah supermarket di kota besar.

Dream - Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) menuding sekitar 90% daging ayam lokal yang dijual di ritel modern tidak bersertifikasi halal. Proses penyembelihan hewan dituding tak dilakukan sesuai hukum Islam.

Ketua Himpuli Ade M Zulkarnain mengungkapkan sertifikasi halal tersebut belum didapat karena syarat penyembelihan dan juru sembelih belum memenuhi persyaratan sesuai hukum Islam.

" Dari sisi syariah, halal itu ketika memotong hewan dalam hal ini ayam, harus mati 3 saluran, yaitu pernapasan, makanan, dan darah, jadi matinya karena terpotong. Tapi kebanyakan dipotong sekenanya lalu langsung dilempar dan dimasukkan ke air panas, jadi bisa matinya karena terlempar atau masuk air panas," ujar Ade saat ditemui di Kantor MUI Jakarta, Senin 12 Mei 2014.

Produksi ayam lokal saat ini mencapai 280 ribu ton per tahun. Dari jumlah itu, sebanyak 40% dipasok ke pasar tradisional, 30% dijual ke restoran-restoran, dan sisanya sebesar 30% dijual ke ritel modern.

" Nah, dari temuan kami di Jabodetabek, Bandung, Makassar, di ritel modern seperti supermarket dan hypermart 90% tidak bersertifikasi halal," ungkapnya.

Produksi ayam lokal tersebut, diketahui hanya 11% di perdagangan ritel modern.

Untuk memenuhi undang-undang dan fatwa MUI terkait kehalalan dan kesehatan produk unggas melalui sertifikasi halal, Himpuli mendesak Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk mengawasi hal ini.

" Jadi jangan buat undang-undang saja tetapi tidak mau mengawasinya," tegas Ade.

Beri Komentar