Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - PT Angkasa Pura II akan menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada Juni mendatang. Surat utang ini akan digunakan untuk membiayai pengembangan bandara-bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
" Tujuan kami menerbitkan obligasi adalah guna pembiayaan belanja modal untuk mengembangkan bandara-bandara khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Direktur Utama Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi, di Jakarta, dikutip dalam keterangannya, Selasa 26 April 2016.
Budi mengatakan surat utang ini mendapatkan peringkat idAAA dari Pefindo dan AAA (idn) dari Fitch Rating. " Peringkat ini bisa memberikan gambaran kepada calon investor bahwa obligas ini sangat memiliki prospek yang baik untuk investasi," kata dia.
Surat utang ini direncanakan bertenor 5, 7, dan 10 tahun dengan melihat terlebih dahulu kebutuhan belanja modal. Perusahaan pelat merah ini menggunakan laporan keuangan 2015 sebagai dasar penerbitan obligasi. Angkasa Pura II juga mengikutsertakan PT Dareksa dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter).
Sementara itu, Direktur Keuangan Angkas Pura II, Andra Y. Agussalam, mengatakan perusahaan pelat merah ini memerlukan dana pengembangan bandara-bandara di bawah Angkasa Pura II senilai Rp31 triliun. " Salah satu sumber pendanaannya berasal dari penerbitan obligasi pada Juni mendatang," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya