Seniman Ini Menjual Trofinya Sebesar Rp4,87 Juta. (Foto: Korea Daily Us)
Dream – Dunia hiburan tak selamanya menjamin hidup bergelimang harta dan menikmati hari tua dengan tenang. Pengalaman miris ini dirasakan penyanyi sekaligus penulis lagu ternama Korea Selatan, Lang Lee.
Sang artis sebetulnya telah menorehkan prestasi dengan menyabet penghargaan The Best Folk Song Award di Korean Music Awards. Namun, ketiadaan uang membuatnya terpaksa menjual piala yang menjadi bukti talentanya.
Dilansir dari Korea Daily Us, Selasa 7 Maret 2017, Korean Music Awards menggelar anugerah musik pada 28 Februari 2017. Sejumlah musisi papan atas seperti Wonder Girls, Jay Park, BeWHY, dan Bolbbalgan4, yang merilis albumnya Desember 2015-November 2016 mendapatkan penghargaan ini.
Lang Lee juga mendapatkan penghargaan dalam ajang ini. Seketika mata hadirin tertuju pada wanita ini bukan karena kemenangannya melainkan reaksinya ketika mendapatkan penghargaan.
Ketika diberikan kesempatan untuk berbicara, Lang Lee mengatakan dia akan melelang trofinya.
“ Sama seperti yang saya bagikan di Twitter, pendapatan saya pada Januari hanya 420 ribu won (Rp4,87 juta). Itu bukan dari penjualan musik, tetapi seluruh pendapatan saya,” kata dia, “ Syukurlah pada Februari, saya menghasilkan 960 ribu won (Rp11,14 juta) pada Februari 2017.”
Sebagai seorang seniman, Lang Lee mengatakan kehidupannya sulit. Dia menyebut, lebih baik jika penghargaan itu datang dengan hadiah uang.
“ Tapi, kini tidak ada. Jadi, saya pikir saya akan menjualnya,” kata dia.
Lang Lee mengatakan trofi Korean Music Awards ini memiliki desain yang apik dan terbuat dari bahan metal. Di piala tersebut, terukir sebuah kalimat “ Lang Lee, Playing God”. Dikatakan bahwa piala tersebut makan biaya yang tinggi.
“ Tapi saya tidak tahu (biayanya), tetapi biaya sewa saya itu 500 ribu won (Rp5,08 juta). Jadi, saya akan mulai melelang dari situ,” kata dia.
Salah satu hadirin di sana langsung menawar 500 ribu won dan Lang Lee langsung menjualnya.
“ Terima kasih. Hari ini saya akan pulang ke rumah dengan uang dan ketenaran. Semua orang makan dan hidup dengan baik. Saya akan melakukannya sendiri,” kata dia.
Tentu saja pidatonya membuat penonton bingung. Tapi, apa yang dilakukannya menyiratkan lebih dari suatu hiburan. Lang Lee mengkritik kesulitan musisi yang terkenal dan mengkritisi distribusi musik Korea yang terstruktur. Dia pun juga membagikan pemikirannya di Twitter dan esainya pada tahun lalu.
“ Wawancara majalah atau pengambilan foto terlihat keren, tapi mereka tidak membayar saya. Saya tidak mendapatkan upah. Orang-orang tidak tahu bahwa ini adalah masalah serius. Saya bisa mati kelaparan dengan foto keren di majalah,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Hidupkan Ramadanmu, Teh Celup Sosro Hadirkan Kehangatan Berbuka

OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%


Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia

Rayakan 20 Tahun, Tsubaki Hadirkan Pengalaman Hair Treatment Kualitas Salon Jepang di Indonesia


OVO Ungkap Pergeseran Ritme Digital Ramadan, Aktivitas Sahur Meningkat 79%