Artis Korea Bikin Heboh Gara-gara Kaos Ini...

Reporter : Kusmiyati
Rabu, 26 Oktober 2016 06:33
Artis Korea Bikin Heboh Gara-gara Kaos Ini...
G-Dragon kenakan kaos partai membuat netizen heboh..

Dream - Personil boyband 'Big Bang', Kwon Ji-yong atau lebih dikenal dengan panggilan G-Dragon menghebohkan netizen Indonesia. Pria kelahiran Korea, 18 Agustus 1988 ini mengenakan kaos bergambar mirip logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). 

Kaos turtleneck lengan panjang mirip lambang PDIP itu digunakan G-Dragon saat berlibur di pantai Lanikai, Hawaii.

Unggahan G-Dragon© Instagram G-Dragon

G-Dragon pun mengunggah fotonya saat mengenakan kaos tersebut di akun instagram miliknya @xxxibgdrgn. Sontak netizen asal Indonesia pun tertawa melihat unggahan itu.

Instagram G-Dragon© Instagram G-Dragon

" Kader PDIP nyangsang di Big Bang, cetar kali," kata akun Wintersun.

" Kok jadi ngakak ya, PDIP coy ternyata dia," kata akun Sabrins.

" Gagal fokus sama kaosnya. Diendorse parta yah," papar akun Dewi. (Ism) 

1 dari 3 halaman

Pakai Baju Mirip Batik, Artis Korea Bikin Heboh

Dream - Personil boyband asal Korea 'Teen Top', L.Joe menghebohkan jagat maya lantaran mengenakan pakaian yang mirip dengan batik. Pemilik nama Lee Byung Hun ini mengunggah foto dengan pose berpakaian mirip batik yang membuat hati netizen meleleh. 

Unggahan foto pria kelahiran 23 November 1993 ini pun mencuri perhatian lebih dari 23 ribu akun netizen dan 954 komentar. Tidak sedikit dari mereka yang berharap L.Joe bisa datang ke Indonesia dan menyapa langsung para penggemarnya.

Unggahan L.Joe© Instagram L.Joe

L.Joe sendiri semakin dikenal saat tampil di drama 'Entertainer'. Dan saat ini, L.Joe sedang disibukan mempromosikan film Jepang berjudul 'Trumpet of the Cliff'.

" Makin ganteng pakai batik gitu, apakah ini tanda L.Joe akan datang ke Indonesia,"  kata akunFinia.

L.Joe© Instagram L.Joe

" Bajunya mirip banget batik anak sekolahan di Indonesia, keren. Datang yah ke Indonesia,"  ujar akun Tiara.

" L.Joe pakai batik makin cute, duh meleleh bang hati adek. Besok dibawain rendang deh kalau ke Indonesia,"  kata akun Ica.

2 dari 3 halaman

Sandal Jepit Indonesia Mendadak Populer Gara-gara Artis Korea

Dream - Gara-gara salah seorang personel boyband Korea Selatan EXO, Sehun, sandal jepit merek swallow Indonesia mendadak populer di dunia maya. Bahkan kini harganya melonjak naik lebih 10 kali lipat dari harga normal.

Awalnya, Sehun tertangkap kamera mengenakan sandal jepit berwarna putih hijau di bandaraSoekarno Hatta saat akan bertolak ke Korea Selatan, usai mengadakan konser 'The Lost Planet' di Gelora Bung Karno, Sabtu 6 September 2014.

Sehun memilih menggunakan sadal jepit lantaran jempol kaki terluka saat menjalani konser. Dia juga mengenakan sandal jepit saat mengunjungi China.

Rupanya, foto-foto ini dimanfaatkan beberapa penjual produk online untuk kembali menjual sandal jepit dengan merek serupa, namun harga lebih tinggi. Targetnya tentu saja para penggemar fanatik EXO di luar negeri.

Seorang pedagang dadakan membuka lapaknya di Facebook menjual sandal jepit swallow seharga 5000 won atau sekitar Rp 58 ribu. Sebuah gambar tak terkonfirmasi juga beredar di media sosial, bahkan menjual sepasang sandal jepit swallow seharga US$20 atau sekitar Rp 239 ribu. Entah, benar atau tidak.

3 dari 3 halaman

Saat Demam K-Pop Landa Jazirah Arab

Dream - Kini semakin banyak saja anak-anak muda Arab Saudi yang menonton serial televisi Korea dan acara musik di internet, daripada hiburan tradisional yang diproduksi di Turki.

Mereka biasanya mendownload atau melakukan streaming lagu atau klip video dari berbagai sumber di internet. Bahkan ada tren di kalangan muda Saudi untuk belajar dasar-dasar Bahasa Korea.

Khaled Jalban, konsultan keluarga dan masyarakat, mengatakan semakin populernya acara dari budaya Barat dan lainnya, menjadi indikasi pemuda Arab telah kehilangan kontak dengan budaya mereka sendiri.

" Kami tidak menentang pembelajaran bahasa asing, tapi kami menentang kebiasaan Barat dan tradisi yang bisa mengancam kebudayaan yang menjadi bagian hidup kami," katanya. Jalban percaya para pemuda ini tidak memiliki rasa percaya diri.

Dia memuji upaya beberapa organisasi untuk mempromosikan budaya lokal di kalangan anak muda, yang akan membantu mencegah mereka dari kehilangan identitas Islam dan Arab mereka.

Budaya Meksiko, Turki dan Korea dapat mempengaruhi pemuda Saudi dan menciptakan sebuah penghalang antara mereka dan komunitas mereka di negara ini.

Seorang guru Hana Al-Saidi mengatakan bahwa banyak dari murid-muridnya adalah penggemar hiburan Korea. " Ada beberapa gadis yang sedang belajar menulis nama mereka dalam bahasa Korea. Mereka juga bercakap-cakap dalam Bahasa Korea."

Hind Muhammad, seorang mahasiswa, mengatakan dia suka film Korea karena mereka beragam dan tidak berulang-ulang. Dia juga suka lagu-lagu Korea dan mengikuti berita tentang selebriti Korea.

Sementara Renim Al-Arawi mengatakan sebagian besar film Korea bercerita tentang asmara, hal lumrah yang disukai pria dan wanita muda. Ada juga banyak yang meniru gaya berpakaian dan kebiasaan idola mereka.

Al-Arawi mengatakan grup-grup musik seperti T-Max dan Wondergirls populer di kalangan mahasiswa. " Banyak teman-teman saya menonton serial ini dan suka musik dan gaya menari mereka," katanya.

Latifah Salman, seorang psikolog di Rumah Sakit Jiwa di Asir, mengatakan komunikasi modern dan teknologi informasi telah mengantarkan pemuda Saudi menemukan ide-ide terbaru dan berbeda. " Ide-ide ini memperluas cakrawala pengetahuan, budaya dan peningkatan gaya hidup mereka," ujarnya.

Dia tidak percaya bahwa menonton film dari negara-negara lain akan mempengaruhikepribadian dan identitas anak muda Saudi.

" Ini adalah kesempatan bagi pertukaran budaya yang akan memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan intelektual pemuda dan kami mendukung pembangunan sosial dan ekonomi mereka," kata dia.

(Ism, Sumber: albawaba.com)

Beri Komentar