Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Perempuan Di India Memprotes Rencana Pemerintah Memajaki Suatu Barang Yang Dibutuhkan Wanita. (Foto: Shutterstock)
Dream – Baru-baru ini, masyarakat India memprotes kebijakan pemerintah. Sebab, pemerintah India berencana memberi pajak yang sangat tinggi terhadap pembalut, barang yang sangat dibutuhkan perempuan.
Dikutip dari CNN Money, Jumat 26 Mei 2017, pemerintah India hendak mengenakan pajak 12 persen terhadap pembalut wanita. Tentu saja perempuan di India memprotes rencana ini.
Para perempuan di Negeri Hindustan itu menilai, seharusnya barang kebutuhan mereka ini bebas pajak. Selain itu, kaum Hawa di India merasa didiskriminasi karena barang-barang, seperti alat kontrasepsi, tidak dikenakan pajak.
Seorang pakar hukum, Sushmita Dev, membuat petisi penolakan pajak untuk pembalut. Petisi ini sudah telah ditandatangani oleh 300 ribu orang.
Kelompok antidiskriminasi terhadap wanita, SheSays, juga mengutarakan hal serupa. Mereka ingin perbedaan terhadap perempuan dihapuskan, terutama pengenaan pajak terhadap pembalut wanita.
“Hak perempuan untuk mendapatkan akses pembalut itu absolut. Perempuan tidak boleh mendapatkan diskriminasi,” kata pendiri SheSays, Trisha Shetty.
Kementerian Keuangan India pun tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan ini.
Sekadar informasi, saat ini, harga pembalut di India sebesar 5 rupee-12 rupee (Rp1.063-Rp2.659) perpotong. Harga ini berbeda-beda di setiap wilayah. Di area tertentu, pajaknya bisa mencapai 14,5 persen.
Tidak hanya itu, masih sedikit wanita di India yang memakai produk ini. Studi Nielsen pada 2011 menunjukkan bahwa 12 persen wanita India yang menggunakan pembalut wanita.
Sisanya menggunakan barang-barang lain, seperti kain, lap, dan dedaunan. Benda-benda ini bisa menyebabkan infeksi pada perempuan.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari