Minim Pesaing, Divisi Turbin PT Barata Indonesia Spin Off di 2020

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 15 November 2019 12:49
Minim Pesaing, Divisi Turbin PT Barata Indonesia Spin Off di 2020
Pelepasan divisi perusahaan ini bertujuan untuk mewujudkan nilai kontrak dua digit.

Dream - PT Barata Indonesia (Persero) mengincar nilai kontrak senilai Rp10 triliun. Untuk mencapai target, perusahaan pelat merah ini berencana membentuk satu anak usaha yang bergerak di bidang energi pada 2020.

Finance and Human Resource Barata, Rahman Sadikin, mengatakan perusahaan menargetkan kontrak senilai Rp10 triliun dengan penjualan Rp7 triliun. Dari operasional tersebut, perusahaan pelat merah ini berharap bisa mengeruk laba bersih Rp350 miliar.

“ Ini adalah peluang kerja sama, tidak hanya EPC (engineering procurement construction), tetapi juga investasi,” kata Rahman di Muamlat Tower, Jakarta, ditulis Jumat 15 November 2019.

Guna memuluskan target tersebut, Barata Indonesia berniat untuk memisahkan usaha divisi produsen komponen turbin menjadi anak usaha.

Divisi pabrikasi komponen turbin ini dianggap berpotensi menjadi anak usaha karena telah menyumbang 50 persen dari total pendapatan yang didapat perusahaan.

Pertimbangan kedua spin off divisi pabrikasi turbin ini adalah para pemainnya di sektor ini terbilang masih sedikit.

“ Kami mencoba spin off menjadi subsidiary,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Bergerak di Sektor Energi

Rahman mengatakan kemungkinan anak usahanya ini bernama Barata Energy. Bisnisnya bergerak di sektor energi, sesuai namanya.

“ Kami akan menjadi investor (di sana). Kalau jadi kontraktor, sangat susah dapat harga bagus,” kata dia.

Selanjutnya, kata Rahman, perusahaan ini akan menargetkan IPO pada 2021. “ Diharapkan ini menjadi peluang untuk dikerjasamakan dengan Bank Muamalat. Banyak mitra Barata beralih ke syariah,” kata dia.

Beri Komentar
Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting