Sekolah Termahal Sejagat, Iuran SPP-nya Bikin Jantungan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 5 Juli 2017 10:15
Sekolah Termahal Sejagat, Iuran SPP-nya Bikin Jantungan
Murid-muridnya saja para raja dan pangeran.

Dream – Apakah Anda membayangkan Oxford, Harvard, Sorbonne, sebagai sekolah termahal? Jika iya, maka dugaan Anda keliru.

Ada satu sekolah yang termahal di dunia. Namanya Institute Le Rosey.

Dilansir Business Insider, sekolah yang terletak di Swiss ini memiliki biaya yang cukup tinggi yaitu 108.900 france Swiss atau 87 ribu poundsterling (Rp1,5 miliar) per tahun. Sekolah ini memiliki dua kampus, satu di Chateu du Rosey untuk kampus musim panas dan dan satu di Gstaad untuk kampus musim dingin, yang dekat dengan tempat bermain ski.

Tercatat Raja Belgia Albert II, Shah Iran, Pangeran Rainier dari Monako, dan Raja Farouk dari Mesir pernah menjadi siswa sekolah tersebut.

“ Kami ini adalah sekolah asrama internasional yang tertua di Swiss. Kami memiliki ‘nama’ yang berkualitas,” kata juru bicara yang sekaligus alumni Le Rosey, Felipe Laurent.

Laurent mengatakan keluarga-keluarga kaya menyekolahkan anaknya di sini. Tujuannya agar anak-anak mereka bisa mewarisi kekayaan dan bisnis keluarga.

Seperti apa, sih, kemewahan sekolah termahal di dunia ini?

 

1 dari 2 halaman

Ganti Kampus Tiap Musim Berubah

Laurent mengatakan biaya pendidikan sebesar Rp1,5 miliar per tahun ini tidak termasuk karya wisata. Tetapi, biaya itu termasuk uang saku bagi pelajar. Besaran biaya pendidikannya pun bervariasi, tergantung pada usia peserta didik.

Dia mengatakan pelajar berganti kampus setiap musim panas dan musim dingin supaya bisa lebih fresh. Misalnya, saat musim dingin, mereka pindah ke kampus Gstaad selama 8-9 minggu.

Dengan begitu, mereka bisa belajar sambil berolah raga di musim dingin, seperti ski dan hoki pada Maret. Lalu, pada April-Juni mereka baru pindah ke kampus Le Rosey.

salju© Business Insider

“ Sangat penting untuk beristirahat dan kembali ke kampus yang berbeda dengan pikiran yang segar untuk melanjutkan tahun ajaran baru. Lalu, pada akhir Juni, mereka libur musim panas.

 

2 dari 2 halaman

Bahasa Swahili pun Diajarkan

Sekadar informasi, Institut Le Rosey ini memiliki 400 siswa berusia 8-18 tahun. Mereka datang dari 67 negara dan bisa mempelajari empat bahasa sekaligus, termasuk bahasa Swahili.

Di sekolah itu, pakaian kasual seperti jaket denim, pakaian olah raga, sepatu hak tinggi, bahkan T-shirt dilarang saat kegiatan belajar-mengajar dan makan malam. Mereka boleh mengenakannya di luar dua agenda itu.

belajar© Business Insider

“ Kami mencari murid yang pintar secara akademis, tetapi juga merupakan anak yang menyenangkan. Kami berpikir mereka punya potensi, baik menjadi pemimpin maupun olahragawan,” kata Laurent.

Beri Komentar