Berasal dari Garut, Begini Sejarah Manis Silver Queen

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 15 Februari 2020 12:00
Berasal dari Garut, Begini Sejarah Manis Silver Queen
Berawal dari Garut dan dipuji kelezatannya oleh presiden Ir Soekarno, kini perusahaan ini memiliki bisnis sampai ke Eropa.

Dream - Silver Queen tentu sudah tidak asing di telinga kita. Merek cokelat ini termasuk salah satu yang digemari masyarakat, terutama kawula muda. Tapi, tahukah kamu bahwa Silver Queen ini sebenarnya asli dari Indonesia?

Dikutip dari akun Twitter pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, Azmi Abubakar, @Azmiabubakar12, Jumat 14 Februari 2020, Azmi mengungkapkan bahwa produk tersebut merupakan milik keluarga Chuang dari Garut, Jawa Barat. Pada tahun 1955, pabriknya dipindahkan ke Bandung karena ada pemesanan dalam jumlah besar. Kala itu, sedang berlangsung Konferensi Asia Afrika.

" Bung Karno begitu menyukai kelezatan cokelat buatan keluarga Chuang tersebut, boleh jadi beliau telah mencicipinya sebelum KAA sehingga Chuang mendapatkan order besar untuk perhelatan besar yang menjadi kebanggaan Indonesia itu," cuit Azmi.

Yang menarik, Chuang tak pernah melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan, kecuali meninggal dan mencuri. Keputusan pria ini memang bukanlah hal yang mudah. Bisnis akan mengalami naik dan turun, terutama pada awal berusaha.

" Inilah kunci kesuksesan, yakni dicintai oleh karyawannya. Salut! Bermula dari Garut, saat ini perusahaan cokelat tersebut menjadi satu di antara yang 'Terbesar di Dunia!' Silver Queen, Kebanggaan Indonesia! Sumber: Majalah Liberal, 7-2-1959. Koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa," cuit Azmi.

1 dari 7 halaman

Akuisisi Perusahaan Cokelat Belanda

Dikutip dari laman Petra Foods, perusahaan ini didirikan oleh keluarga Chuang di Indoensia pada 1950-an. Tak hanya memproduksi Silver Queen, Petra juga memproduksi cokelat meises Ceres.

Sebelum bernama Petra Food, pabrik Chuang ini merupakan perusahaan cokelat milik orang Belanda, NV Ceres. Pada 1942 ketika Jepang menjajah Indonesia, sang pemilik (orang Belanda) berusaha untuk kabur meninggalkan Garut dan mencual aset perusahaan cokelatnya degan harga yang murah, dilansir dari Finansialku.

Peluang ini dimanfaatkan oleh Ming Chee Chuang seorang pria asal Burma yang menetap di Bandung pada zaman kolonial. Dia membeli perusahaan cokelat NV Ceres tersebut dan mengganti namanya menjadi PT Perusahaan Industri Ceres.

Cokelat Silver Queen diproduksi dengan campuran cokleat dengan kacang mete dan di tahun 1950, cokelat ini diproduksi dalam bentuk batangan. Inovasi ini muncul karena membuat cokelat batangan di negara tropis tak mungkin, apalagi belum ada teknologi yang mendukung.

Chuang kemudian mencari jalan keluar. Dia mencampur adonan cokelat dengan kacang mete yang membuat coklat Silver Queen terlihat kuat. Berdasarkan komposisinya, cokelat Silver Queen diproduksi dengan beberapa bahan dasar pilihan berkualitas, seperti kacang mete, minyak nabati, kakao massa, bubuk kakao, dan suus bubuk.

Pada 1984, perusahaan ini pindah ke Singapura sebagai Petra Foods Pte. Ltd. Kini, Petra Foods tak hanya memproduksi Silver Queen, tetapi juga Ceres dan Delfi. Merek-merek ini menjadi pemimpin pasar cokelat di Indonesia.

2 dari 7 halaman

Ditemukan, Teknik Olah Cokelat Tak Perlu Tambahan Gula

Dream - Cokelat batangan yang banyak dijual di pasaran rasanya memang sangat nikmat.

Perpaduan antara rasa pahit, manis dan legitnya susu. Produk tersebut biasanya mengandung kadar gula yang sangat tinggi.

© Dream

 

Saat ini sedang dikembangkan produk cokelat tanpa gula tambahan. Produk tersebut, seperti dikutip dari CNN, dikembangkan oleh Nestle.

Yaitu dengan mengandalkan bahan sisa dari tanaman kakao untuk pemanis karena konsumen kini banyak mencari pemanis alami dan sehat.

3 dari 7 halaman

Teknik Olah Cokelat: Gunakan Teknik Khusus

Perusahaan makanan ini menggunakan teknik yang dipatenkan untuk mengubah lapisan putih atau pulp yang menutupi biji kakao menjadi bubuk. Secara alami, lapisan tersebut sudah mengandung pemanis.

Cokelat© Pixabay

4 dari 7 halaman

Teknik Olah Cokelat: Lebih Sehat

Pengembangan ini dilakukan karena konsumen kini semakin kritis dengan apa yang dikonsumsi. Kesadaran akan kesehatan semakin tinggi. Konsumsi gula yang tinggi jadi salah satu pemicu penyakit berbahaya.

Sweet And Salty: Cokelat Lokal Resep Belgia© MEN

" Kini konsumen lebih menaruh perhatian pada karakteristik kesehatan pada makanan yang dikonsumsi, termasuk pada lingkungan dan sosial," kata Gustavo Setrini dari New York University's Steinhardt School of Culture, Education and Human Development.

Nestle mengklaim, cokelat yang mereka produksi tanpa gula tambahan ini rasanya akan sama nikmat dengan produk cokelat dengan gula pada umumnya. Penasaran mencicipinya, Sahabat Dream?

5 dari 7 halaman

Toko Unik, Bikin Cokelat Kemasan 'Naik Kelas'

Dream - Mengonsumsi cokelat dipercaya bisa membuat seseorang menjadi senang dan bahagia. Apalagi jika cokelat yang dimakan bisa dibuat sesuai selera.

Sebuah toko cokelat unik di Osaka, Jepang baru saja dibuka Oktober 2018. Toko ini bakal memanjakan para pecinta cokelat.

Toko Ini Bikin Cokelat Kemasan Jadi 'Naik Kelas'© MEN

Toko tersebut yaitu KitKat Chocolatory. Ya, toko ini memang diperuntukkan bagi mereka penggila KitKat.

Pengunjung bukan hanya bisa menikmati beragam rasa KitKat yang unik tapi juga dengan berbagai topping atau taburan.

6 dari 7 halaman

Layar Sentuh

Untuk memudahkan pengunjung, pengelola toko menyiapkan sebuah layar sentuh yang bisa dipakai untuk memesan cokelat sesuai dengan keinginan. Pengunjung tinggal memilih dari lima jenis cokelat sebagai dasarnya, seperti cokelat susu, matcha atau cokelat putih rasa stroberi.

Cokelat Kitkat Termahal, Sebatangnya Rp 331 Ribu© MEN

Tak hanya itu, ada sembilan topping yang bisa dipilih seperti marshmallow, nanas, cranberry, mangga, kismis hijau, almond, jambu mete, macadamia dan kelapa parut.

Bingung untuk memilih? Cobalah pilihan koki, di mana chocolatier menunjukkan topping yang sempurna untuk dipasangkan dengan cokelat pilihan kamu.

7 dari 7 halaman

Banyak Topping

Misalnya, jika suka cokelat matcha, koki mungkin merekomendasikan marshmallow, cranberry dan kelapa sebagai topping. Bahkan ada versi ultra-luxe " all topping"  di mana pengunjung dapat mencoba semua sembilan topping yang ditawarkan dengan harga US $18 atau sekitar Rp267 ribu.

KitKat Chocolatier juga menyediakan es krim dengan nitrogen cair yang diberi nama " flash-freeze" . Pengunjung tidak hanya bisa menikmati cokelat KitKat di toko, namun bisa juga membungkusnya sebagai souvenir.

(Laporan Mega Rasmiyati/ Sumber: CNN)

Beri Komentar