Berawal dari Niat Mulia, Aplikasi Ini Majukan Dunia Pendidikan

Reporter : Ayu Siti Rachma
Senin, 11 Desember 2017 17:16
Berawal dari Niat Mulia, Aplikasi Ini Majukan Dunia Pendidikan
Tak mengherankan apabila mereka layak mendapat gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa.

Dream - Pendidikan menjadi faktor terpenting dalam pengembangan mental generasi muda sebuah bangsa. Maka dari itu, dalam hal ini para pengajar memiliki peran yang begitu luar biasa dan nggak boleh disepelekan. Tak mengherankan apabila mereka layak mendapat gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Luar biasanya, kini talenta berbakat tanah air telah menciptakan beragam terobosan inovatif di bidang pendidikan.

Hal tersebut tampak dari kerennya buah tangan pemuda-pemudi pertiwi yang turut andil dalam kompetisi inspiratif bernama The NextDEV 2017! Turnamen keren persembahan Telkomsel ini mewadahi generasi muda tanah air untuk berkreasi menciptakan aplikasi dalam empat bidang, yakni pendidikan, agrikultur, kesehatan, dan transportasi.

Dari bidang pendidikan, terpilihlah aplikasi bernama Squline yang dibikin oleh dua pemudi cantik nan berbakat, Margarita dan Elita. Tengok kelebihan aplikasi yang satu itu dan beberapa finalis The NextDEV 2017 lainnya di bidang edukasi, yuk!

Squline

The NextDEV 2017

Squline ini aplikasi pendidikan berbasis website yang luar biasa banget. Buah tangan Margarita dan Elita asal Jakarta ini menawarkan jasa guru asing profesional dengan pembelajaran yang terpercaya dan berkualitas. Selain itu, Squline pun menyediakan metode edukasi yang mampu mempercepat proses belajar bahasa dan memperkuat interaksi penggunanya dengan guru.

Kapiler

Kapiler dibuat oleh pemuda asal Depok bernama Rizki Saputro. Aplikasi platform yang satu ini dapat menghubungkan panti asuhan dengan agen perubahan, lembaga swadaya masyarakat, program CSR, pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan panti asuhan. Nggak cuma itu saja, Kapiler pun menyediakan kegiatan pemberdayaan anak-anak panti asuhan dan dapat diikuti oleh siapa pun tanpa terkecuali.

Edubraille

The NextDEV 2017

Edubraille ini adalah masterpiece seorang Rahmat Wahyuari asal Surabaya. Masih dari namanya saja, alat teknologi ini dapat membantu orang buta untuk melihat secara visual melalui integrasi hardware dan software. Dengan begitu, mereka bakalan memperoleh kesempatan buat memperoleh akses pendidikan seperti orang normal lainnya. Keren, kan?

Qeedee

The NextDEV 2017

Dua pemudi, Fadilah dan Catya, sepertinya amat memahami kebutuhan guru PAUD. Maka dari itu, mereka telah menciptakan Qeedee! Ini dia aplikasi software manajemen dan akademik PAUD berbasis web yang dapat diakses para pengajar untuk memberikan laporan otomatis pada orang tua lewat smartphone.

Keren-keren kan, aplikasi bikinan finalis The NextDEV 2017 di bidang edukasi ini? Intip buah karya selengkapnya dari finalis lain di sini, yuk!

 

Beri Komentar