Dream - PT Bank BNI Syariah mencetak laba sebesar Rp75,18 miliar pada triwulan I 2016. Capaian laba ini meningkat 64,62 persen dibandingkan triwulan I 2015 sebesar Rp45,67 miliar.
" Alhamdulillah, kami masih diberikan kemampuan oleh Allah (untuk mencapai) di atas laba Rp75 miliar," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama BNI Syariah, Imam T Saptono, dalam acara 'Kinerja BNI Syariah Triwulan I dan Program Ibu Guru Hasanah' di kantor BNI Syariah, Tempo Pavilion I, Jakarta, Rabu, 20 April 2016.
Imam mengatakan BNI Syariah memiliki aset sebesar Rp24,67 triliun pada Maret 2016. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 20,35 persen dari aset Maret 2015 sebesar Rp20,5 triliun, didorong oleh pertumbuhan pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Pada Maret 2016, total pembiayaan BNI Syariah sebesar Rp18,04 triliun atau tumbuh sebesar 14,95 persen dari Maret 2015 yang sebesar Rp15,69 triliun.
Capaian ini terdiri atas pembiayaan konsumtif sebesar 53,18 persen, sektor UKM sebesar 22,2 persen, sektor komersial sebesar 16,75 persen, sektor mikro sebesar 5,69 persen, dan pembiayaan kartu Hasanah Credit 2,15 persen.
Untuk pembiayaan sektor konsumtif, sebagian besar portofolionya berasal dari BNI Griya iB, yaitu sebesar 85,99 persen. " Ada 85 persen itu KPR," kata Imam.
Sementara angka Non Performing Financing (NPF) BNI Syariah hingga Maret 2016 sebesar 2,77 persen. Angka pinjaman bermasalah ini naik dari 2,53 persen pada Maret 2015, namun masih bisa ditangani.
" Kenaikan ini disebabkan oleh keterlambatan pembayaran beberapa nasabah besar, misalnya menunggu pencairan anggaran, sehingga lewat di posisi Maretnya," kata dia.
Sementara itu, DPK mengalami peningkatan sebesar Rp3,49 triliun menjadi atau 20,1 persen menjadi Rp20,91 triliun pada Maret 2016. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada bulan yang sama tahun lalu sebesar Rp17,42 triliun. Sementara rasio tabungan dan giro (CASA) sebesar 45,06 persen. (Ism)
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global