BNI Syariah Tunggu Berkah dari Dana Haji

Reporter : Ramdania
Kamis, 8 Mei 2014 17:45
BNI Syariah Tunggu Berkah dari Dana Haji
Transfer dana haji dari bank konvensional diharapkan memacu pertumbuhan dana pihak ketiga perusahaan. Selain itu, pangsa pasar mikro juga akan disasar perusahaan.

Dream - Adanya peraturan penyelenggara ibadah haji untuk menyetorkan dana haji ke bank syariah disambut baik kalangan lembaga keuangan Islami. Dana segar ini diharapkan bisa memacu pertumbuhan perusahaan lebih besar. 

Direktur Bisnis BNI Syariah Imam Teguh Saptono optimistis kebijakan baru ini akan membuat pertumbuhan perusahaan bisa menembus 40% pada tahun ini. Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk ini pun menargetkan mendapatkan laba Rp 130 miliar hingga akhir tahun.

" Sekarang labanya Rp 34 miliar lebih, akhir tahun targetnya Rp 130 miliar," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis 8 Mei 2014.

Menurut Imam, perusahaaan memang tengah mengejar transfer dana haji yang selama disimpan di bank konvensional. Terhitung sejak 1 April lalu, bank-bank konvensional dilarang untuk menerima setoran dana haji. 

Selain dana haji, BNI Syariah juga bakal mengandalkan pertumbuhan dengan mengincar pangsa pasar mikro. Di sektor ini, pertumbuhan bisnis dianggap masih tinggi dengan margin cukup lebar. 

" Kami masuk ke market yang masih tumbuh tinggi dan marginnya lebar yaitu mikro, KPR, produktif tapi low segment di bawah Rp 10 miliar, itu pembiayaan," jelasnya.

Sesuai dengan Pasal 22 ayat (1) UU Penyelenggaraan Ibadah Haji maka Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) harus disetorkan ke rekening menteri melalui bank syariah dan atau bank umum nasional yang ditunjuk oleh menteri.

Setelah melalui proses seleksi, verifikasi, dan visitasi, awal bulan ini Kementerian Agama menetapkan 17 Bank Penerima Setoran (BPS) Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) 2014.

Beri Komentar