BPJT Ingin Jalan Tol Dibangun dari Pembiayaan Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 22 September 2016 14:44
BPJT Ingin Jalan Tol Dibangun dari Pembiayaan Syariah
Mengeluhkan pola konvensional, pembiayaan syariah justru dinilai cocok untuk proyek jangka panjang.

Dream - Sindikasi bank syariah baru saja menandatangani kerja sama pembiayaan syariah untuk proyek jalan tol Soreang-Pasar Koja. Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyambut baik pendanaan syariah bagi proyek infrastruktur.

" Pembiayaan ini merupakan upaya kita bersama untuk mendukung pembangunan infrastuktur, terutama jalan tol," kata Kepala BPJT, Herry Trisaputra Zuna, dalam acara " Signing Pembiayaan Sindikasi Syariah Jalan Tol Soroja" di Jakarta, Kamis 22 September 2016.

Herry mengatakan selama ini pembiayaan jalan tol senantiasa menggunakan pendanaan dari lembaga keuangan konvensional. Dia mengeluhkan kendala yang ditemui dengan pembiayaan skema konvensional.

" Setelah dicoba, realisasi volume (pembiayaan) tidak memenuhi yang diperjanjikan. Itu sudah masalah," kata dia.

Herry mengatakan skema pembiayaan syariah menjadi solusi bagi pembiayaan infrastruktur yang biasanya merupakan pembiayaan jangka panjang ini. " Dengan skema (syariah) ini, kami melihat permasalahan bisa diatasi. Kami melihat ada kolaborasi, ada keseteraan antara peminjam dengan pemberi pinjaman," kata dia.

Herry bahkan berharap pembangunan jalan tol nantinya bisa menggunakan skema syariah. Bahkan, pembiayaan syariah diharapkan bisa menjadi pembiayaan utama bagi proyek tol.

" Kami mengharapkan bisa dikembangkan dengan skala yang lebih besar dan tidak berhenti di sini," kata dia.

Sekadar informasi, sindikasi bank syariah yang terdiri dari Bank Muamalat Indonesia, Bank Jateng Syariah, Bank DIY Syariah, Bank Sumut Syariah, Bank Kalsel Syariah, dan Bank Sulselbar Syariah. Jumlah pembiayaannya sebesar Rp834 miliar dan tenornya selama 14 tahun.(Sah)

Beri Komentar