Bukalapak Dorong Pelaku UMKM `Go Digital`

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 18 Januari 2019 18:41
Bukalapak Dorong Pelaku UMKM `Go Digital`
Salah satunya adalah pelaku UMKM di Kepulauan Bangka Belitung.

Dream – Bukalapak mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk go digital. Hal ini dikatakan oleh Cofounder dan President Bukalapak, Fajrin Rasyid.

“ Bukalapak terus berkomitmen untuk mengembangkan potensi dari usaha mikro, kecil dan menengah yang ada di Indonesia untuk semakin berkembang bersama Bukalapak,” kata Fajrin dalam penandatanganan kerja sama pengembangan potensi UMKM dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Belitung Timur, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Jumat 18 Januari 2019.

Kepulauan Bangka Belitung memiliki 200 ribu pelaku UMKM dan 6 ribu di antaranya telah bergabung sebagai pelapak. Ada ratusan pengusaha warung tradisional yang mendaftarkan warung sebagai mitra Bukalapak.

Jumlah pelapak dan mitra e-commerce ini akan terus ditingkatkan dengan melakukan edukasi kepada pelaku UMKM.

“ Kami berharap dapat menaikkan kelas para pelaku usaha dan penetrasi digital di kalangan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung akan semakin menyeluruh. Di samping itu, kami juga akan mewujudkan Digital Province dalam berbagai aspek di pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” kata dia.

Fajrin mengharapkan pelapak di Kepulauan Bangka Belitung menjadi penggerak perekonomian setempat dan memperkenalkan produk komoditas unggulan daerah, seperti lada putih.

Pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada pelaku usaha melalui pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan. Ke dedannya, e-commerce ini akan menyediakan halaman khusus untuk pelapak di Kepulauan Bangka Belitung di situs Bukalapak.

“ Kami sangat terbuka untuk berbagai kesempatan kerjasama dengan pemerintah provinsi dari seluruh Indonesia. Hal ini kami lakukan dengan tujuan agar dapat menaik kelaskan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk lebih optimal dalam berbisnis secara online. Dengan demikian masyarakat Indonesia yang berbasis digital akan segera terwujud,” kata dia.

(ism)

1 dari 3 halaman

Bukalapak Raih Investasi Baru US$50 Juta dari Mirae Asset-Naver

Dream – Bukalapak mendapatkan suntikan dana dari Mirae Asset dan Naver senilai US$50 juta. Jika menggunakan kurs saat ini, dana segar yang diperoleh platform e-Commerce itu mendapat dana Rp706,57 miliar.

Dikutip dari Deal Streets Asia, Kamis 16 Januari 2019, Mirae Asset dan portal situs Korea Selatan, Naver Corp, memutuskan untuk berinvestasi ke Bukalapak. Mirae Asset adalah perusahaan keuangan dan investasi di Korea Selatan.

“ Pendanaan yang dipimpin Mirae Asset Daewoo, akan menanamkan modal sebesar US$50 juta di startup e-commerce Indonesia, Bukalapak,” kata Mirae Asset.

Dikutip dari keterangan tertulis Bukalapak yang diterima Dream, Head of New Growth Investment Mirae Asset Capital, Jikwa Chung mengatakan investasi kali ini merupakan bentuk kerja sama co-investment fund antara perusahaan finansial dengan startup yang berkembang pesat di Asia Tenggara.

“ Melalui beragam kolaborasi strategis, kami akan mendukung Bukalapak agar dapat terus berkembang,” kata Chung.

Dalam beberapa tahun terakhir, Chung melihat penggunaan mobile internet di Indonesia tersebar dengan cepat, begitu pula dengan e-Commerce. Antara tahun 2014 hingga 2017 industri ini mengalami peningkatan rata-rata 35 persen per tahun dan sedang memasuki fase pertumbuhan yang tinggi.

Cofounder dan President Bukalapak, Fajrin Rasyid, mengharapkan suntikan modal dari Mirae Asset-Naver bisa mempercepat langkah e-commerce ini dalam mendorong UKM di Indonesia. 

“ Kami berharap dengan adanya dukungan kemitraan ini dapat semakin mempercepat langkah untuk berinovasi melalui teknologi untuk mendorong usaha kecil di Indonesia semakin naik kelas,” kata Fajrin.

Sekadar informasi, Bukalapak didukung oleh beberapa pemegang saham utama, seperti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTEK), Ant Financial, dan Government of Singapore Investment Corporation. E-commerce ini ingin mendorong UKM di Indonesia untuk naik kelas dengan teknologi.

Di Bukalapak setiap harinya terdapat sekitar lebih dari 2 juta transaksi dan tentunya angka ini akan terus meningkat. Perkembangan pesat ini dibuktikan dengan jumlah pendapatan transaksi pada kuartal ke-4 2018 yang berhasil melampaui pendapatan selama satu tahun pada periode 2017.

Saat ini, Bukalapak juga telah memberdayakan 4 juta usaha kecil di seluruh Indonesia, dan 500 ribu warung yang tergabung di Mitra Bukalapak, 700 ribu pelaku usaha mandiri, dengan jumlah pengguna sebanyak 50 juta pengguna di seluruh Indonesia.(Sah)

2 dari 3 halaman

Jokowi Ingin Bukalapak Ajak 52 Juta UMKM Bergabung

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta platform e-commerce, Bukalapak, untuk membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa berkembang. Dia mengharapkan Bukalapak bisa membangun ekosistmen online supaya terhubung dengan UMKM.

“ Artinya, seluruh UMKM yang ada di negara kita bisa masuk semuanya ke Bukalapak,” kata Jokowi saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-9 dan Peluncuran Mitra Bukalapak di Jakarta, dikutip dari setkab.go.id, Jumat 11 Januari 2019.

Menurut Jokowi jumlah pelapak di Bukalapak yang mencapai 4 juta orang memang sudang sangat banyak. Namun jika dibandingkan dengan jumlah 56 juta UMKM, e-commerce yang digawangi oleh Ahmad Zaky, masih punya pekerjaan yang besar. Masih ada 52 juta UMKM yang belum masuk ke Bukalapak.

“ Ini juga tugas pemerintah, menteri-menteri yang ada. Agar semuanya itu masuk, 56 juta itu masuk semuanya ke Bukalapak,” kata dia.

Jokowi juga senang ada 70-80 persen pelapak merupakan UMKM. Dia mengatakan marketplace itu akan diseleksi oleh pemerintah sebagai salah satu penyalur kredit UKM, yaitu Kredit UMi—kredit Ultra Mikro.

“ Ini saya kira sangat bagus. Instrumen kredit akan sangat bermanfaat bagi usaha-usaha mikro yang kita miliki,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Apresiasi Keberanian Zaky

Jokowi juga mengapresiasi Zaky yang berani mendirikan Bukalapak dengan modal Rp80 ribu. Upayanya dalam mempertahankan e-commerce ini dinilai sebagai inspirasi. Jokowi berharap unicorn seperti Bukalapak tidak hanya mengeksploitasi pertumbuhan ekonomi digital, tapi juga memiliki hati, yang memiliki jiwa, punya misi sosial, jauh di luar hanya sekadar mengejar profit dan keuntungan.

“ Nah, inilah saya kira yang menjadi contoh, menjadi teladan kita agar semua pelaku ekonomi digital kita ini meniru dan memiliki semangat yang sama,” kata dia.

Diakhir pidatonya Presiden didampingi Achmad Zaky, Menkominfo, dan Kepala Bekraf menekan tombol virtual sebagai tanda peluncuran Mitra Bukalapak. Selain itu, Presiden Joko Widodo juga menerima potongan tumpeng yang diberikan oleh Achmad Zaky.

Tampak hadir dalam kesempatan itu antara lain Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky. Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukota, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjnegoro, Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, Menkominfo, Rudiantara, Kepala Bekraf, Triawan Munaf.

Beri Komentar