Bukalapak Resmi Tercatat di BEI dengan Kode BUKA, Ini Deretan Rekor yang Diukir

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 6 Agustus 2021 10:09
Bukalapak Resmi Tercatat di BEI dengan Kode BUKA, Ini Deretan Rekor yang Diukir
Bukalapak melepas saham perdana di harga Rp850 dan meraih dana Rp21,9 triliun.

Dream - PT Bukalapak.com Tbk resmi mencatatakan saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia hari ini (Jumat, 6 Agustus 2021). Tercatat di papan pengembangan, perusahaan platform e-Commerce ini resmi menjadi emiten baru dengan kode ticker BUKA.

Bukalapak menetapkan harga saham perdana Rp 850 dengan nilai nominal Rp 50 per saham. Dari proses penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) yang sudah berlangsung, Bukalapak memperoleh suntikan dana baru sebesar Rp 21,90 triliun.

Perseroan mencatatkan saham 103.062.019.354 saham atau 103,06 miliar saham. Jumlah saham yang dicatatkan itu terdiri dari 77.296.514.554 atau 77,29 miliar saham yang merupakan saham pendiri. Sementara itu, 25.765.504.800 saham atau 25,76 miliar saham yang dilepas ke publik.

Dengan tercatatnya saham di BEI, Bukalapak menjadi perusahaan tercatat ke-28 pada tahun 2021 ini. Mendapatkan izin efektif menggelar IPO pada 26 Juli 2021, perusahaan telah menggelar masa penawaran umum pada 27-30 Juli 2021.

 

1 dari 3 halaman

Mantap Melantai Meski Baru 10 Tahun

Bukalapak© Bukalapak.com

Komisaris PT Bursa Efek Indonesia, Pandu Sjahrir lewat akun Instagramnya mengapreasiasi langkah Bukalapak yang memutuskan go public. Dia bahkan memuji langkah Bukalapak yang memulai tonggak sejarah masuknya perusahaan teknologi e-Commerce ke lantai bursa.

" Bukalapak dengan market cap yang ada ini, sudah terbukti bisnis modelnya. Jadi, jika Anda ingin mempunyai portofolio perusahaan teknologi, ini salah satunya,” tulis Pandu di akun sosial medianya.

Pandu menjelaskan, langkah IPO yang dilakukan Bukalapak cukup fenomenal karena sudah memutuskan go public di usia perusahaan baru 10 tahun. Keputusan ini dikarenakan kecepatan Bukalapak yang mampu mengubah ekosistem yang ada.

Dia juga menegaskan, langkah IPO bukan strategi keluar dari perusahaan melainkan masuknya dana segara baru ke perusahaan.

“ Jangan lupa, investasi ke perusahaan teknologi itu penggunaannya hanya dua, yaitu penguatan teknologi untuk pelayanan yang lebih baik bagi konsumen dan human capital untuk mencari kandidat terbaik untuk masuk perusahaan tersebut,” Pandu menambahkan.

 

2 dari 3 halaman

Sejumlah Rekor yang Diciptakan Bukalapak

Pada pencatatan perdana di BEI, Bukalakapak mencatat rekor dengan IPO terbesar dan perusahaan unicorn pertama yang melepas saham ke publik. Adapun status unicorn tersebut didapatkan sekitar 2017-2018. Unicorn memiliki valuasi mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun.

Dana IPO yang diperoleh Bukalapak termasuk yang terbesar pernah dicatatkan emiten baru BEI. Sebelumnya PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pada 2008 meraup dana IPO sebesar Rp 12,25 triliun. Selain itu, ada PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang meraih dana IPO sebesar Rp 6,29 triliun pada 2010, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar Rp 5,55 triliun pada 2008.

Rencananya seluruh dana hasil IPO akan dipakai untuk mendanai kebutuhan modal kerja. Rinciannya antara lain 66 persen akan dialokasikan kepada Bukalapak dan 34 persen akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja entitas anak Bukalapak.

Dana IPO untuk entitas anak usaha Bukalapak antara lain 15 persen untuk masing-masing PT Buka Mitra Indonesia (BMI) dan PT Buka Usaha Indonesia (BUI), dan 1 persen untuk masing-masing PT Buka Investasi Bersama (BIB), PT Buka Pengadaan Indonesia (BPI), Bukalapak Pte. Ltd., dan PT Five Jack.

Bukalapak© Bukalapak.com

3 dari 3 halaman

Pemegang Saham Lock-Up 8 Bulan

Dalam prospektus perusahaan seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI juga disebutkan ketentuan terkait lock up saham. Lock up saham ini berarti surat berharga atau saham tidak boleh diperjual belikan dalam kurun waktu tertentu.

Bukalapak akan mengalokasikan sebanyak 14.027.500 saham biasa kepada karyawan atas nama untuk program alokasi saham kepada karyawan (employee stock allocation/ESA). Bagi pegawai yang diikutsertakan dalam program ini akan diberikan lock-up period selama tiga bulan.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 25/POJK.04/2017 tentang pembatasan atas saham yang diterbitkan sebelum penawaran umum (POJK Nomor 25/2017), terdapat 48.084.730.269 saham perseroan yang dimiliki oleh pihak yang memperoleh saham perseroan dengan harga pelaksanaan di bawah harga penawaran umum perdana dalam jangka waktu enam bulan, sebelum penyampaian pendaftaran ke OJK (para pemegang saham wajib lock-up) yang dilarang untuk dialihkan baik sebagian maupun seluruhnya sampai dengan delapan bulan setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

Selain itu, para pemegang saham perseroan selain dari para pemegang saham wajib lock up dan RDPT Batavia Prospektif sektoral I (para pemegang saham lock-up sukarela) telah sepakat untuk tidak menjual atau mengalihkan 90 persen sahamnya dalam perseroan dengan jumlah 25.717.604.104 saham, hingga delapan bulan setelah pernyataan pendaftaran sehubungan dengan penawaran umum perdana menjadi efektif berdasarkan perjanjian yang ditandatangani antara masing-masing dari para pemegang saham lock-up sukarela dengan perseroan, kecuali memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari perseroan.

Dengan demikian, sejumlah pemegang saham tidak boleh menjual sahamnya atau lock-up selama delapan bulan.

Beri Komentar