Bukan Main! Hanya Jualan 3 Jam Sehari Pakai Gerobak Sederhana, Pedagang Mendoan Ini Raup Rp24 Juta Perbulan

Reporter : Sugiono
Sabtu, 29 Januari 2022 15:00
Bukan Main! Hanya Jualan 3 Jam Sehari Pakai Gerobak Sederhana, Pedagang Mendoan Ini Raup Rp24 Juta Perbulan
"Pokoknya lakukan dengan ikhlas, semangat terus, jangan sampai patah semangat, sabar ya," tutur Wawan.

Dream - Jangan pernah meremehkan usaha kecil di pinggir jalan, sebab bisa jadi omzet pedagang kaki lima itu bisa mencapai puluhan juta rupiah dalam sebulan. Pendapatan mereka bisa jauh lebih tinggi dari upah minimum orang kantoran di Jakarta sekalipun.

Lihatlah Wawan, pedagang mendoan yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan di Bogor, Jawa Barat. Dalam tayangan YouTube JAJAN RANGER, dia mengaku memiliki omzet hingga Rp24 juta dalam sebulan.

Wawan membanderol mendoannya Rp12.500 untuk satu porsinya berisi lima buah tempe. Dulu, dia hanya mampu menjual 60 tempe, kadang kurang. Namun setelah ramai, kini mampu menjual 75 bungkus.

" Sekarang ada kenaikan, alhamdulillah 75 bungkus. Satu bungkusnya isi 5 ini. Kalau beli satu porsi dapat 5, harganya Rp12.500. Kalau beli satuan ya jadi Rp2.500," tutur Wawan.

1 dari 4 halaman

Dia menyediakan beberapa varian sambal cocolan. Ada sambal kacang, saus, hingga cabai. Pilihan cocolan yang beragam tersebut agar pelanggan bisa memilih dan tidak bosan.

" Di sini mah komplitlah. Ditaruh beginian biar variasi, enggak bosan orang yang mau beli. Tergantung orangnya, kalau cuma ingin saus saja. Ya saya kasih saus semua," terang Wawan.

Tempat jualan Wawan cukup sederhana. Bukan kios permanen, melainkan hanya gerobak dorong. Meski demikian, pelanggannya terus mengalir hingga mampu meraup omzet Rp24 juta perbulan. Apalagi saat akhir pekan.

" Kalau Sabtu, Minggu, sebenarnya biasa, cuma lebih cepat saja (jualannya). Alhamdulillah adonan selesai, langsung ada yang beli," tutur dia.

2 dari 4 halaman

Wawan sudah tujuh tahun berdagang. Semula dia berjualan nasi goreng, namun akhirnya beralih menjual mendoan tempe karena ingin mencari hobi baru.

" Terus belajar bikin mendoan. Alhamdulillah bisa jualan," tutur dia.

Wawan ini belum berniat menambah jumlah dagangannya. Dia hanya ingin cepat menghabiskan dagangan dan bisa pulang untuk beristirahat dan berkumpul dengan anak istri.

" Maunya lancar dan berkah bang. Bisa cepat kumpul sama keluarga juga kalau pulang cepat," imbuh Wawan.

3 dari 4 halaman


Meski demikian, jualan mendoan bukan berarti mudah. Sebab, kualitas tempe yang menjadi bahan dasar mendoan susah ditebak.

" Kadang tempe itu kan sensitif bang. Kadang warnanya bagus, tapi rasanya kecut, harus bisa ngebedain yang kayak gitu. Mendoan bisa dibilang sepele, tapi ribet," terangnya.

Wawan punya kunci sukses menggeluti bisnis ini. Bagi Wawan, keikhlasan menjalani setiap proses dan pantang menyerah menjadi kekuatan meraih kesuksesannya.

" Motivasinya jangan pernah menyerah. Pokoknya lakukan dengan ikhlas, semangat terus, jangan sampai patah semangat, sabar ya," tutur Wawan. (merdeka.com)

4 dari 4 halaman

Beri Komentar