Pegawai Bank Syariah Mandiri Tengah Melayani Nasabah
Dream - Meski menjadi basis perbankan syariah di dunia, ternyata lebih dari 60 persen investor masih belum yakin berinvestasi di unit syariah karena bagi hasilnya yang dinilai masih rendah.
" Dana syariah memang memiliki bagi hasil yang kecil, tetapi untuk jangka panjang, produk syariah memberikan keuntungan yang bisa melebihi produk konvensional," ujar Yap Siok Hoon, Kepala Pemasaran dan Marketing lembaga manajemen Inggris, Eastspring Investments seperti dikutip Dream dari The Rakyat Post, Malaysia, Sabtu, 7 Juni 2014.
Perbandingan keuntungan nasabah yang menyimpan dana di tabungan syariah dan konvensional, ujar Kepala eksekutif Lynn Cheah, memang tak bisa dibandingkan apple to apple (sejajar). " Tidak adil menyatakan investasi syariah memberikan keuntungan yang sedikit dibandingkan investasi di produk konvensional," ujarnya.
Namun, lanjut Lyn, investasi syariah dalam 3-5 tahun justru bisa menawarkan keuntungan dibandingkan konvensional. Seraya mengingatkan, investor juga perlu memperhitungkan tingkat risikonya.
" Ada produk syariah yang masih di bawah produk syariah secara performa," tambah Lyn.
Selama ini, memang masih banyak investor yang mempersepsikan investasi syariah hanya diperuntukkan hanya untuk umat Islam. Namun, kalangan perbankan syariah di Malaysia tak perlu berkecil hati karena masih ada waktu untuk mendidik para investor mengenai mitos tersebut.
Studi lembaga ini menemukan bahwa investor unit syariah memiliki ketidakyakinan dalam berinvestasi syariah baik tunai maupun obligasi. Fenomena ini menandakan adanya potensi keluarnya para investor ini dari produk investasi syariah ke depannya.
" Dalam 6 bulan ini diperkirakan masih meningkat, tetapi ada fenomena yang mengisyaratkan ada pergeseran orientasi ke pendapatan di masa depan. Diduga ada arus keluar dari obligasi Asia dalam 6 bulan ke depan," tambah Cheah.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa investor Malaysia kini lebih tertarik menanamkan investasinya di pasar China, negara berkembang, dan Jepang.
" Ini tidak berarti pasar domestik Malaysia tidak menarik bagi investor, tetapi pasar Malaysia masih kurang stabil jika dibandingkan pasar lain. Apalagi pasar China yang menjanjikan hasil yang tinggi," tandasnya. (Ism)