Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Meski dibayangi sentimen pelemahan regional, bursa saham syariah melaju positif di pembukaan awal pekan.
Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 31 Agustus 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) naik tipis 0,235 poin ke level 140,111.
Laju positif ISSI belum berubah selama 15 menit waktu perdagangan. ISSI tercatat terus menanjak 1,247 poin (0,89%) ke level 141,048.
Pergerakan naik ISSI didukung oleh menguatnya harga saham dari 81 emiten syariah. Sisanya, 28 emiten bergerak melemah dan 30 lainnya bertahan stagnan.
Nilai transaksi perdagangan saham syariah pagi ini sudah mencapai Rp 277,89 miliar dengan 2,77 miliar saham yang beprindahtangan.
Pembukaan positif juga sukses dibukukan saham-saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) naik tipis 2,065 poin ke level 588,151.
Sama dengan ISSI, laju positif JII juga masih mampu dipertahankan hingga 15 menit sejak pembukaan. Indeks JII tercatat mas hnaik 6,108 poin (1,04%) ke level 592,194.
Sebanyak 23 emiten unggulan syariah membuka awal pekan di zona hijau. Namun, 4 emiten lainnya mulai tertekan aksi jual dan 3 penghuni JII bertahan stagnan.
Untuk sementara emiten UVR, UNTR, AAL, LPPF, dan SILO memimpin daftar emiten pencetak kenaikan harga tertinggi.
Emiten yang tertekan aksi jual dipuncaki oleh UNDF, INTP, MPPA, KLBF, dan PGAS.
Bursa saham Indonesia pagi ini memang dibuka di zona hijau. Namun tekanan mulai dirasakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG tercatat naik tipis 0,802 poin (0,02%) ke level 4.447,003 di sesi prapembukaan. Meski masih menguat, penguatan IHSG di sesi pembukaan melemah dengan hanya naik 0,634 poin (0,01%) ke level 4.445,567.
Lantai bursa awal pekan ini sudah menghimpun dana investor hingga Rp 567 miliar namun Rp 35 miliar diantaranya merupakan dana yang ditarik investor asing.
Dari kawasan regional, indeks saham utama Asia seperti Nikkei dan Hang Seng sudah melemah 1,11 persen dan 0,40 persen. IHSG bahkan menjadi satu-satunya indeks saham yang bergerak menguat.
Di pasar keuangan, rupiah kembali tertekan. Sempat meninggalkan level 14.000 per dollar AS, rupiah saat ini terkoreksi 34 poin (0,24%) menjadi 14.024 per dollar AS.